Archive | June, 2008

Monolog Pagi

Sorot matahari telah menembus melalui kisi-kisi jendela kamar, mencakar-cakar wajah lelaki itu. Dia menggeliat, pelan-pelan membuka kedua kelopak matanya. Masih memicing karena silau sinar yang seperti menyorot ke dirinya. Menyorot ketelanjangan dan dosa-dosanya. Perlahan dia angkat tubuhnya, menyisihkan selimut yang menutup hingga ujung dadanya. Dada bidang yang telah menjadi sandaran wanita-wanita yang tak kurang [...]

Read full storyComments { 14 }

Naga di secangkir kopi

Bandung, 20:45, di kedai kopiku, hujan gerimis di luaran.
“Minta Americano kaya’ biasa aja, Ren”, pinta seorang wanita yang baru datang kepadaku dan langsung terbayang di otakku secangkir black coffee.
Sejurus kemudian aku sudah memasukkan biji-biji kopi ke dalam grinder. Biji-biji itu menimbulkan keributan sesaat ketika grinder kunyalakan dan hanya dalam beberapa detik mereka hancur menjadi bubuk [...]

Read full storyComments { 9 }

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Read full storyComments { 3 }