Waktunya kembali

July 06, 2008 / by / 11 Comments

Sudah kulipat Tuhan dalam sajadah titipan ibu dan tersimpan rapi dalam lemari. Sudah kugencet Tuhan yang terlipat dalam sajadah dengan tumpukan jeans, kemeja, t-shirt, dan sebagainya. Berlagak melupa.

Tiap hari kupakai baju dunia. Berlari kesana kemari mengejar kejayaan. Jilat sana sini mencari celah biar bisa berdiri paling depan. Oh iya, senang-senang keluar masuk klab juga wajib. Bersyukur atas segala kemenangan.

Hidup tidak mungkin lebih sempurna dari ini. Tidak ingat bahwa ada yang sengaja aku lupa. L. U. P. A. Hingga akhirnya aku kehilangan keseimbangan di lantai dansa dan jatuh terjerembab.

Entah siapa menarik dan memeluk tubuhku. Lalu kutemukan wajahMu di hadapanku.

Tuhan, kenapa Engkau bisa ada disini?

Lupa. Aku lupa Tuhan dimana-mana.

Haruskah aku pulang sekarang?

Tiba-tiba aku rindu tersungkur di atas sajadahku.


ABOUT THE AUTHOR