Categorized | My Imagination

Coffee affair

Demi gelas-gelas kopi tidak berampas yang merekatkan kita di malam-malam sepi bersumpahlah, bahwa kamu tidak akan pernah mencintaiku. Jika kamu tidak mencintaiku maka sudah pasti aku tidak perlu memikirkan bagaimana aku harus mencintaimu. Cinta hanya menambah pelik kebersamaan. Kita sedang berusaha untuk menawarkan rasa pahit hidup yang membekas di pangkal lidah. Jadi yang hanya perlu kita lakukan adalah menerima kepahitan itu sampai menjadi tawar. Mungkin tetap tinggal sebagai sebuah senyawa pahit yang sama, tapi setelah waktu berlalu tak akan lagi menjadi getir yang mengganggu rasa kita. Renungkan lagi, kita tercipta satu sama lain hanya sebagai peredam amarah dan gelisah. Kita adalah dua atom dari unsur berbeda dengan elektronegativitas sama yang berbagi elektron dalam satu molekul. Kita disatukan oleh kepedihan yang sama. Aku dan kamu saling mengisi ruang dan bertukar simpati. Hati yang kecil ini tidak bisa dibiarkan hampa sebab kesadaran kita bisa hilang. Kalau kesadaran kita hilang kita tidak bisa berpura-pura bahagia di luar sana. Sedangkan keberadaan kita satu sama lain hanyalah sebuah substitusi yang temporer. Disini kita hanya sedang berbagi beban, bukannya bercinta. Cinta hanya menambah beban di atas titian yang kita bangun dan kita tidak ingin titian itu patah karena beban cinta yang kian hari kian membesar. Aku, kamu, dan cinta bisa terluka, lumpuh atau bahkan mati. Lalu siapa nanti yang akan menjadi jemaat renungan kopi kalau kita mati? Sudahlah, kita tidak perlu cinta. Bersumpahlah bahwa kamu tidak akan pernah mencintaiku dan sudah pasti aku tidak perlu memikirkan bagaimana aku harus mencintaimu.

.

~ sebuah fragmen dari khayalan panjang

35 Responses to “Coffee affair”

  1. goop says:

    yah malah ngayal…
    mas peta gay-nya sudah ditunggu di lantai atas :lol:
    ____________________
    errr perjalanan cinta yang mantap,
    besok kususul deh, dengan sebuah cerita tentang cinta yang kian tidak mudah

    [Reply]

  2. ulan says:

    sebenar nya cinta atau berusaha memungkiri??

    [Reply]

  3. itikkecil says:

    memangnya cinta harus selalu dikatakan?

    [Reply]

  4. tukangkopi says:

    @ 3 orang di atas saya
    ini adalah cerita seseorang yang sebenarnya takut berkomitmen.xixixi..

    [Reply]

  5. kw says:

    cinta kan bisa tak perlu komitmen dis.
    jangan bersedih2, fun lah! :)

    [Reply]

  6. tukangkopi says:

    @kw
    ini fiksi kok, mas. sedang ingin menjelajah ke dalam rasa tertekan *halah* :lol:

    [Reply]

  7. Faniez says:

    Fiksi, tapi based on pengalaman pribadi?
    hihi :mrgreen:

    [Reply]

  8. cK says:

    jangan sedih gitu dis. cewek itu khan sebanyak pasir di pantai… :mrgreen: bisa dicari kok.. :roll:

    [Reply]

  9. tukangkopi says:

    @cK
    lhoo..gw kan gak bilang susah nyari cewek? :D

    [Reply]

  10. cK says:

    emang enggak. tapi seperti ada pesan tersirat. 8)

    [Reply]

  11. Sungguh bahasanya tingkat tinggi :)

    Kunjungi dan tulis prediksi sobat di:
    http://achoey.wordpress.com/2008/07/10/prediksi-lima-besar-partai-pemenang-pemilu-2009/
    Hatur nuhun :)

    [Reply]

  12. Nazieb says:

    Ahahahahaha…
    Takut berkomitmen lantaran masih pengen cari cewek yang banyak…

    Sekali lagi, dasar pleiboiâ„¢

    [Reply]

  13. Nazieb says:

    emot-nya ketinggalan
    :lol: :lol: :lol:

    [Reply]

  14. ah ya, kadang2 (malah bahkan sering) saya memilih untuk mencintai daripada dicintai

    [Reply]

  15. Fragmennya keren, hebat daya khayalnya :)
    Cinta tanpa komitmen, banyak terjadi. Tapi gak sedikit juga… komitmen tanpa cinta (kayaknya lebih parah), hihi.

    Wajah baru neh, pindah indekosan yak…

    [Reply]

  16. Eka says:

    yup… bener banget kata2nya….
    aku jadi tersentuh….

    [Reply]

  17. tukangkopi says:

    @Eka
    maap, gw ndak bermaksud nyentuh2 lho ya.. :mrgreen:

    [Reply]

  18. moerz says:

    benar kata paman goop..
    cinta semakin membingungkan…

    [Reply]

  19. emyou says:

    “Bersumpahlah bahwa kamu tidak akan pernah mencintaiku dan sudah pasti aku tidak perlu memikirkan bagaimana aku harus mencintaimu.”

    tenang aja, gw juga gak mikirin kok huahahhahaa….

    *ditabok*

    [Reply]

  20. venus says:

    ga ada yg namanya cinta. setelah sekian taun, yg kau kira cinta akan bermetamorfosa menjadi sesuatu yg lain. komitmen, atau sesuatu serupa itu.

    [Reply]

  21. venus says:

    aku pengen kirim draft ending yg aku bilang deh. do you mind? gemes aku :|

    [Reply]

  22. kutaraja says:

    fragmen yang menarik!

    [Reply]

  23. Ninta says:

    dear,
    bwt gw, cinta tetaplah cinta..diakui atau tidak…
    rasa itu bakal tetap ada, disadari atau tidak oleh si empunya hati..
    takut komitmen?cintai cinta apa adanya, komitmen cuma salah satu cara membahasakannya..

    salam kenal!

    [Reply]

  24. Ninta says:

    dear,nice blog…
    boleh aku link?

    thanks

    [Reply]

  25. Vina Revi says:

    Di tangan tukang kopi, tema cinta jadi nggak basi untuk dibaca. Keren! Sumpah …

    [Reply]

  26. denny says:

    whew… bukankah cinta itu tulus?

    [Reply]

  27. igoy says:

    kopi pun punya affair? So weird.

    [Reply]

  28. nonadita says:

    OOT

    Cuma mau bilang: MAKASIH ATAS SURPRISE PARTYNYAAA!!
    aku senang! :”>

    [Reply]

  29. yu2n says:

    hmm.. oke juga fragmennya mas Yudistira.. :)

    [Reply]

  30. dil says:

    “Disini kita hanya sedang berbagi beban, bukannya bercinta. ”

    berbagi beban? memang enak po? :P lebih enak berbagi cinta ah..:D

    [Reply]

  31. YAKIN G PERLU CINTA ??

    [Reply]

  32. AngelNdutz says:

    ah…kenapa rangkaian kata yang bermodalkan satu kata ini bisa jadi begini menusuk? :(

    [Reply]

  33. carra says:

    hmmm… sumpah deh… im fully taken… so … sumpah!! :mrgreen:

    [Reply]

  34. Hal Baldwin says:

    9zrta57ntddabty5

    [Reply]

Trackbacks/Pingbacks


Leave a Reply

PHOTO BLOG

cangkir.tukangkopi.com

Kabar Twitter