Coffee affair
Demi gelas-gelas kopi tidak berampas yang merekatkan kita di malam-malam sepi bersumpahlah, bahwa kamu tidak akan pernah mencintaiku. Jika kamu tidak mencintaiku maka sudah pasti aku tidak perlu memikirkan bagaimana aku harus mencintaimu. Cinta hanya menambah pelik kebersamaan. Kita sedang berusaha untuk menawarkan rasa pahit hidup yang membekas di pangkal lidah. Jadi yang hanya perlu kita lakukan adalah menerima kepahitan itu sampai menjadi tawar. Mungkin tetap tinggal sebagai sebuah senyawa pahit yang sama, tapi setelah waktu berlalu tak akan lagi menjadi getir yang mengganggu rasa kita. Renungkan lagi, kita tercipta satu sama lain hanya sebagai peredam amarah dan gelisah. Kita adalah dua atom dari unsur berbeda dengan elektronegativitas sama yang berbagi elektron dalam satu molekul. Kita disatukan oleh kepedihan yang sama. Aku dan kamu saling mengisi ruang dan bertukar simpati. Hati yang kecil ini tidak bisa dibiarkan hampa sebab kesadaran kita bisa hilang. Kalau kesadaran kita hilang kita tidak bisa berpura-pura bahagia di luar sana. Sedangkan keberadaan kita satu sama lain hanyalah sebuah substitusi yang temporer. Disini kita hanya sedang berbagi beban, bukannya bercinta. Cinta hanya menambah beban di atas titian yang kita bangun dan kita tidak ingin titian itu patah karena beban cinta yang kian hari kian membesar. Aku, kamu, dan cinta bisa terluka, lumpuh atau bahkan mati. Lalu siapa nanti yang akan menjadi jemaat renungan kopi kalau kita mati? Sudahlah, kita tidak perlu cinta. Bersumpahlah bahwa kamu tidak akan pernah mencintaiku dan sudah pasti aku tidak perlu memikirkan bagaimana aku harus mencintaimu.
.
~ sebuah fragmen dari khayalan panjang
yah malah ngayal…
mas peta gay-nya sudah ditunggu di lantai atas
____________________
errr perjalanan cinta yang mantap,
besok kususul deh, dengan sebuah cerita tentang cinta yang kian tidak mudah
[Reply]
sebenar nya cinta atau berusaha memungkiri??
[Reply]
memangnya cinta harus selalu dikatakan?
[Reply]
@ 3 orang di atas saya
ini adalah cerita seseorang yang sebenarnya takut berkomitmen.xixixi..
[Reply]
cinta kan bisa tak perlu komitmen dis.
jangan bersedih2, fun lah!
[Reply]
@kw
ini fiksi kok, mas. sedang ingin menjelajah ke dalam rasa tertekan *halah*
[Reply]
Fiksi, tapi based on pengalaman pribadi?
hihi
[Reply]
jangan sedih gitu dis. cewek itu khan sebanyak pasir di pantai…
bisa dicari kok..
[Reply]
@cK
lhoo..gw kan gak bilang susah nyari cewek?
[Reply]
emang enggak. tapi seperti ada pesan tersirat. 8)
[Reply]
Sungguh bahasanya tingkat tinggi
Kunjungi dan tulis prediksi sobat di:
http://achoey.wordpress.com/2008/07/10/prediksi-lima-besar-partai-pemenang-pemilu-2009/
Hatur nuhun
[Reply]
Ahahahahaha…
Takut berkomitmen lantaran masih pengen cari cewek yang banyak…
Sekali lagi, dasar pleiboi™
[Reply]
emot-nya ketinggalan
[Reply]
ah ya, kadang2 (malah bahkan sering) saya memilih untuk mencintai daripada dicintai
[Reply]
Fragmennya keren, hebat daya khayalnya
Cinta tanpa komitmen, banyak terjadi. Tapi gak sedikit juga… komitmen tanpa cinta (kayaknya lebih parah), hihi.
Wajah baru neh, pindah indekosan yak…
[Reply]
yup… bener banget kata2nya….
aku jadi tersentuh….
[Reply]
@Eka
maap, gw ndak bermaksud nyentuh2 lho ya..
[Reply]
benar kata paman goop..
cinta semakin membingungkan…
[Reply]
“Bersumpahlah bahwa kamu tidak akan pernah mencintaiku dan sudah pasti aku tidak perlu memikirkan bagaimana aku harus mencintaimu.”
tenang aja, gw juga gak mikirin kok huahahhahaa….
*ditabok*
[Reply]
ga ada yg namanya cinta. setelah sekian taun, yg kau kira cinta akan bermetamorfosa menjadi sesuatu yg lain. komitmen, atau sesuatu serupa itu.
[Reply]
aku pengen kirim draft ending yg aku bilang deh. do you mind? gemes aku
[Reply]
fragmen yang menarik!
[Reply]
dear,
bwt gw, cinta tetaplah cinta..diakui atau tidak…
rasa itu bakal tetap ada, disadari atau tidak oleh si empunya hati..
takut komitmen?cintai cinta apa adanya, komitmen cuma salah satu cara membahasakannya..
salam kenal!
[Reply]
dear,nice blog…
boleh aku link?
thanks
[Reply]
Di tangan tukang kopi, tema cinta jadi nggak basi untuk dibaca. Keren! Sumpah …
[Reply]
dua..
[Reply]
whew… bukankah cinta itu tulus?
[Reply]
kopi pun punya affair? So weird.
[Reply]
OOT
Cuma mau bilang: MAKASIH ATAS SURPRISE PARTYNYAAA!!
aku senang! :”>
[Reply]
hmm.. oke juga fragmennya mas Yudistira..
[Reply]
“Disini kita hanya sedang berbagi beban, bukannya bercinta. ”
berbagi beban? memang enak po?
lebih enak berbagi cinta ah..:D
[Reply]
YAKIN G PERLU CINTA ??
[Reply]
ah…kenapa rangkaian kata yang bermodalkan satu kata ini bisa jadi begini menusuk?
[Reply]
hmmm… sumpah deh… im fully taken… so … sumpah!!
[Reply]
Bacaan spesial yang baru kami temukan malam ini. Mantep gan…
[Reply]
tukangkopi Reply:
August 25th, 2012 at 12:59 am
Makasih, Mas
[Reply]
Kita adalah dua atom dari unsur berbeda dengan elektronegativitas sama yang berbagi elektron dalam satu molekul???
[Reply]