perjalanan
And the risk that might break you
is the one that would save
A life you don’t live is still lost
So stand on the edge with me
Hold back your fear and see
Nothing is real ’til it’s gone
Sepotong lirik lagu dari Goo Goo Dolls berjudul Before It’s Too Late yang saya tuliskan di halaman pertama sebuah lembaran kertas bergaris yang masih kosong dalam perjalanan menuju Stasiun Tawang, Semarang, 1 Agustus 2008. Tidak ada suatu benda spesial apapun yang saya bawa untuknya. Hanya sebuah buku catatan kecil dan sebatang pensil yang telah teraut tajam.
.
Dan ujung grafit itupun mulai menggoresi halaman-halaman kosong yang ada di pangkuan saya sesaat setelah gerbong kereta bergerak. Kereta api Argo Sindoro yang berangkat dari Gambir, gerbong 1, kursi dekat jendela. Warna langit ketika itu masih biru yang tak benar-benar biru ketika saya mulai menulis. Ada rasa ragu sebenarnya ketika hendak memulai. Malu apabila diperhatikan oleh penumpang lain yang duduk di sebelah serta guncangan di dalam kereta ini yang terasa cukup membuat tidak nyaman . Tapi tampaknya bapak separuh baya di sebelah saya sedang sibuk sendiri membaca sebuah buku, jadi dengan berusaha keras saya mencoba untuk menyesuaikan diri dengan guncangan dan mulai konsentrasi mencoretkan kata.
.
Kereta bergerak, masih pelan karena di kiri kanan rel masih penuh dengan pemukiman dan persimpangan yang berpalang. Di atas kursi nomer 5A, Jakarta bagai slide foto yang diputar di layar kaca. Seperti slide foto juga memori yang ada di kepala saya urai. Kejadian demi kejadian saya tumpahkan di atas buku, lembar demi lembar. Tidak lengkap tapi membantu saya menuntun untuk menegaskan alasan perjalanan ini.
.
Buku catatan yang sudah saya beli dari sejak lama namun tak pernah terpakai dan sebatang pencil gratisan dari kantor ini memang sama sekali tampak tidak berharga untuk diberikan kepada seseorang perempuan yang istimewa. Tapi dengan ini saya mencoba untuk mendifinisikan kembali makna sebuah benda berharga. Buku dengan tulisan ceker ayam di dalamnya ini adalah saya. Saya dengan segala ketidaksempurnaan yang akhirnya melihat labuhan setelah sekian lama berlayar. Kalimat-kalimat yang terajut adalah semua keraguan dan pertanyaan yang timbul serta jawaban dan alasan yang saya temukan. Buku ini adalah perasaan saya yang dari jam ke jam semakin disesaki rindu yang terbendung oleh jarak.
.
Lalu roda-roda besi kereta yang setia pada relnya akhirnya sampai juga di Tawang. Dan ketika tatapan mata seorang perempuan jelita memaku langkah saya di depan pintu keluar, buku ini adalah sebuah surat permohonan ijin untuk bisa melangkah dan menetap di hatinya.

selamat yak
[Reply]
@edy
asyem! padahal pertamax mo gw isi..
*kemplang edy*
tengkyu, bro…
[Reply]
beh masih bangun pas naek kereta saya mah dah pasti ketiduran.
[Reply]
jadi ke bandungan..????
*lirik fanny*
[Reply]
kata fany, bandungan itu bukan level dia pep…
*nunggu klarifikasi yg bersangkutan..
[Reply]
boleh lihat hasil coretannya?
bagaimanaha reaksi nya?
[Reply]
@escoret dan lowo
engng..anu..maapkan belum sempet ketemu kalian
@latree
coretannya ada di fany, mbak. bisa ditanya langsung ke yang bersangkutan
[Reply]
dan mentari bersinar terang…
embun bergelayutan di pucuk daun…
sebuah labuhan…
padanya ada laguna yang tenang…
menari riang ikan-ikan…
pada sebuah labuhan…
__________________________________
Congratz…
*menjura*
[Reply]
*blushing*
**jadi bingung mo nulis apa**
[Reply]
@Fany
wis, ndak usah nulis. baca aja sampe eneg..
[Reply]
mau bilang selamat juga…
[Reply]
selamat yaaaaakk….
*balik lagi ke plurk*
[Reply]
kok gak nyangking tim “katakan cinta” sih? kan jadi gak ada skrinsutnya. padahal tanpa skrinsut is hoax.
[Reply]
cieeeeeeeeeeee
yg lg pada jatuh cintrong
gimana jadinya dis? diterima kagak?
ahakahak
[Reply]
yak … sekarang mari main layangan.
[Reply]
Ah, finally!
Cheers ^_^
[Reply]
siap2 baju batik…..siap2 makan2 gratis
)
[Reply]
omaigat!! so sweeeettt!! gak sia-sia lo jadi murid gue, dis wakakakakakak…
*ngakak sampek muntah*
[Reply]
ijo – ijo buat yudis.
[Reply]
ati-ati saiki jamane gampang meteng..
*nunggu Leksa nyolot di sini*
hehehe
ijo-ijo, juragan!!
dan kejadian di mekdi itu menjadi saksi..
sirkuit!!!
[Reply]
itikkecil [rasa] ketinggalan kabar
selamat ya Dhis….
[Reply]
Selamat selamat… Ditunggu undangannya lho Kang
[Reply]
beneran nih, aku mau tanya ke fanny. kira2 boleh ngga ya?
[Reply]
selamet ..huih..makin asyik nih blogsphere
[Reply]
Hmmm…
I can say nothing, but it’s so romantic…
[Reply]
selamet ya mas yudhis..!
*udah berapa kali ngasih selamat untuk episode ini ya?*
[Reply]
anda romantis sekali bung, salut!
[Reply]
Bah, Semarang… *balik ke Bandung*
[Reply]
ya Tuhan…
ajari aku untuk ungkapkan cinta… dan berhasil.
[Reply]
jaga baik-baik ya temanku ini, awas kamu ya klo sampe bikin dia nangis. Hehe.. selamet ya..
[Reply]
Yess…. tinggal tunggu makan2nya…
[Reply]
*terharu dan ngusap air mata baca postingan ini*
[Reply]
@ayu
waduh, kata fany dia nangis waktu baca buku itu. berarti salah gw donk? ampuunn…
[Reply]
Selamat, di kereta masih saja bisa nulis ide-ide!
[Reply]
gw heran sama chika, dis
dia bisa2nya ngomong kalo loe itu muridnya dia.
emang chika punya pacar?
*kabur*
[Reply]
Turut berduka buat mbak Fany..
Semoga tabah menghadapi cobaan..
[Reply]
*gali kubur buat Nazieb*
[Reply]
jadi, sudah dapat ijin?
[Reply]
Wah, lagi masa lucu2nya nih… serasa dunia milik berdua, yg laen pada indekos.
*prikitiw swit swiw…*
[Reply]
ikutan ngayap toh…
[Reply]
waaaaaaaaaaaaaa….*speachlesss*
*
*nahlo koq gw yg speechless..hehe*
slamet ya dhis…
senangnya..senangnyaa…
eh..akhirnya..akhirnyaa…
*lega khan klo gak pake denial??
[Reply]
pinjem dong mbak..
[Reply]
selamat ya…. *selamat ketemu saya kemaren*
[Reply]
Jatuh cinta lagee untuk kesekiyan kalee…..
[Reply]
Wadoh .. abang telat tahu kalo ternyata dirimu sudah punya rumah baru. Baru kali ini jalan2 kesini, kirain kamu menghilang entah kemana eh tahunya ada pindah rumah …
[Reply]
tetep puitis, tetep melankolis…
keren…!
[Reply]
kalo ke semarang lagi mampir ya ..
[Reply]
buku itu, … rahasia..
[Reply]
wah …. kerinduan itu
akhirnya tersampaikan juga ya …
selamat piknik
dan kencan[Reply]
mana postingan nikah nya…
[Reply]