REBORN
Mari kita lahir kembali. Dengan bibir yang belajar bicara. Bicaralah dengan kata yang baik. Dengan kaki yang tertatih menitih. Menapaklah ke arah yang baik. Dengan jemari yang berlatih menggenggam. Genggamlah tujuan yang baik. Dengan senyum yang tulus, dengan tangis kepekaan mari kita ingat kembali janji-janji pada babak kehidupan yang kemarin, kita susun ulang mana yang sanggup kita tepati lebih dahulu, lalu tepatilah.
Mari kita lahir kembali. Dalam sebuah kematangan yang berbeda dari sosok kecil yang masih merah. Kesalahan tidak terhapus melainkan diperbaiki. Meraih kesempatan memang tidak semudah yang kita kira. Tapi yakinlah bahwa ada seseorang yang selalu bersedia menunggu, menghapus kelelahan kita dalam pembelajaran menuju kebaikan.
16 Responses
Leave a Comment
kembali ke jakarta?
[Reply]
@edy:
belum, ed. belum waktunya
[Reply]
ulang tahunmu masih lama e…
[Reply]
emang kpn waktunya??
[Reply]
emang ultah ya Yud?
[Reply]
@Nike:
ndak kok.ultah saya masih lamaaaaa…
[Reply]
Ini maksudnya theme baru tha?
*lama ga ke sini*
[Reply]
maksudnya kembali
aktifmenulis Dis? udah dapet koneksi yang bagus ya?[Reply]
paragraf terakhir yg penting keknya hehehe~
[Reply]
kembali kemana?
[Reply]
jadi proses terlahir kembali itu selalu membutuhkan kehadiran orang lain ya om..??
[Reply]
kuenya mana???
*bego mode on*
[Reply]
seseorang itu bisa apapun atau siapapun khan???
hehehe… :p
udah lama ga mampir-mampir..
masih di seberang kah???
[Reply]
merasa lahir kembali karena mau nikah? *nyungsep*
[Reply]
ultah ya…
[Reply]
I miss writing stupid things with you
[Reply]