Categorized | My Imagination

Merelakan kehilangan

First Love resize

Jika hidup tak lebih dari serangkaian drama yang di satu babak membuatmu tertawa namun pada sebuah babak yang lain ia memaksamu tersungkur menangisi kekalahan, coba ceritakan padaku: apa rasanya memeluk mimpimu dalam diam kemudian membiarkannya mati perlahan?
Bre, apa kabarmu sekarang?

Jika hidup tak lebih dari serangkaian drama seperti katamu, maka anggaplah kabarku juga tak lebih dari sebuah tuntutan untuk berperan seperti orang yang berbahagia.

Apa dariku yang tidak dilihat oleh orang lain sebagai seseorang yang pantas berbahagia? Segalanya berjalan dengan sangat baik seolah dewi fortuna ketagihan setelah kucumbu dan rela memberikan apa saja demi kenikmatan yang tabu itu. Mengingatkan pada kisah kita dulu? Haha..

Ya setelah kejadian yang kacau waktu itu aku memang sempat terseok-seok mengumpulkan bagian-bagian diriku yang sebelumnya kugadaikan pada waktu untuk mendapatkan dirimu. Tidak mudah memang memintanya pada masa lalu, tapi kujanjikan padanya jika aku tidak bisa menjadi seseorang yang lebih baik di masa depan maka aku rela lebur bersamanya. Hilang.

Dan disinilah aku sekarang, dalam hidup yang bahagia seperti yang diucapkan orang-orang, merelakan sebuah kehilangan.

21 Responses to “Merelakan kehilangan”

  1. tukangkopi says:

    Tidak bermaksud menginterupsi. Teruskan saja yang sudah “kamu dan dia” kerjakan. Cuma bermaksud mengangkat serpihan yang pernah saya tulis tapi tak kunjung selesai. Jangan hiraukan! ;)

    [Reply]

  2. venus says:

    Kembali ke titik awal, hidup hanyalah soal pilihan.

    Selamat berbahagia, Bre :)

    [Reply]

  3. venus says:

    Satu lagi. Aku masih punya mimpi, tapi jika semesta menghendaki jalan kita tak lagi bersinggungan, lupakanlah. Raih bintangmu seperti aku akan terus berlari mengejar mimpiku.

    Kita selesai?

    [Reply]

  4. tukangkopi says:

    Saya tak hendak memberi janji yang tak berbatas waktu. Jadi jangan tunggu.

    [Reply]

  5. tukangkopi says:

    Karena perusahaan sedang slowdown, saya sabtu dan minggu libur, mbok. Jadinya ada sedikit waktu luang buat nulis2. Tapi gak tau sampe kapan hari Sabtu bisa libur terus.. :D

    [Reply]

  6. cK says:

    –numpang lewat–

    [Reply]

  7. venus says:

    Heheheh…iya, gpp. Good luck, yudhis. It was always fun, ngayal gila2an sama kamu.

    Thx for everything, dhis :)

    [Reply]

  8. *uhuk2*

    –numpang juga–

    [Reply]

  9. edy says:

    permisi…

    *ngejar cK & gun*

    [Reply]

  10. Lumiere says:

    “merelakan kehilangan” yah? “melepaskan”??? hmmm.. memang butuh keikhlasan ^^ kakak saya pernah bilang,

    Orang bijak adalah mereka yang tahu kapan saatnya mendapatkan dan kapan saatnya melepas

    nice blog ;)
    -salam-

    [Reply]

  11. didut says:

    aduh *kesandung chika & gun yg lagi lewat*

    [Reply]

  12. Chic says:

    *gubraks*
    *nabrak chika, Gun dan Edy yang barusan lewat*

    misi yaaa.. numpang lewat juga :mrgreen:

    [Reply]

  13. tukangkopi says:

    *geleng-geleng kepala*

    [Reply]

  14. itikkecil says:

    cuma gini aja….
    *ikutan edy nyusul yang lainnya…*

    [Reply]

  15. adipati kademangan says:

    halah ngene thok
    *permisi*

    [Reply]

  16. appadyGrort says:

    Hi, Congratulations to the site owner for this marvelous work you’ve done. It has lots of useful and interesting data.

    [Reply]

  17. sez says:

    ra.. tunggu…
    *ngejer-ngejer itik kecil*

    [Reply]

  18. warm says:

    ada apa toh ?
    *mbonceng Edy*

    [Reply]

  19. lukman says:

    err err… *bingung liat orang2 pada lari2an*

    [Reply]

  20. dompet beserta isinya
    ludesss ilang
    huh :(

    [Reply]

  21. morishige says:

    updet bro, updet…

    [Reply]

Trackbacks/Pingbacks


Leave a Reply

PHOTO BLOG

cangkir.tukangkopi.com

Kabar Twitter