Dekat sini dekat denganku. Dekat pipiku, dekat telingaku, dekat rambutku. Dekat dadaku, dengar debar jantungku. Dengar gerimis mericik di luar jendela
Duh, kelabu mengapa masih singgah di awal Juni. Seperti resah yang menggelantungi . Seperti kata yang sudah basi. Hujan menghapus jejak, melarikannya ke selokan-selokan buntu. Membiarkanku kuyup dan bingung kelu. Maka dekatlah sini dekat denganku. Redakan gerimis yang di jiwaku
Asu! hujan yang tak jua reda menahanku tinggal di Jakarta. Sedang kereta senja itu hanya lewat sekali saja.














ketinggalan y payungnya kok basah kuyup.????
[Reply]
hahaha, ada ‘asu’
sedikit merusak irama, tapi memang itu tujuannya, kan?
[Reply]
tukangkopi Reply:
June 4th, 2010 at 11:59 pm
hehehehuhuhu.. *nyengir*
[Reply]