Archive for June, 2010

07 Jun

Kepadamu, rinduku tak terucap

By / on My Imagination

kopi tubruk“Yem, mau nggak kalo kamu jadi pacarku?” tanyaku di suatu sore di antara gerimis Juni.

“Ya ampun Mas, mintanya kok ya aneh-aneh tho?”

“Bosen, Yem. Tiap kesini mintanya kopi item sama marlboro terus. Padahal yang ditawarin disini nggak cuman itu..”

“Maksudnya apa, Mas. Lha dagangan saya kan emang cuma kopi, sama rokok. Paling juga tambah gorengan.”

“Lha hampir tiap sore kesini aku liatnya bukan cuma itu thok kok, Yem..”

“Ah, Mas ini lho. Emang liat apa lagi?”

“Paras ayu-mu itu lho Yem. Tiap hari menawarkan mimpi. Apa ndak boleh aku pesen yang itu buat dibawa pulang?”

“Ealah Mas. Mbok coba Mas ngaca dulu. Sampeyan ini kurang apa tho? Orangnya baik, ganteng, necis, kerja kantoran, mestinya Mas itu cari pasangan yang sepadan.”

“Sepadan gimana, Yem? Yang tingginya sama maksudnya? Halah Yem, aku tu ndak minta yang aneh-aneh. Pokoknya aku cinta ya wis, langsung aja.”

“Langsung aja gimana? Lha kalo perempuannya ndak menyambut cinta sampeyan piye?”

“Hehe…”, aku cuma bisa nyengir sambil menyeruput hitamnya kopi. Alah Yem, bisa jatuh cinta beneran aku ini sama kamu yang lugas tuntas tanpa tedheng aling-aling. Apa adanya tanpa gagap kata. Aku tidak heran jika kedai kopi di pinggir jalan ini ramai pembeli. Semua obrolan pelanggan ditanggapi dengan ramah dan santai. Kamu selalu melayani mereka setulus hati, penting ataupun tidak penting-nya kedatangan mereka.

“Pelanggan itu rejeki dan rejeki nggak boleh ditolak, Mas.”

“ Yaaa..ya..ya..kamu bener, Yem. Kamu ini sebenernya nggak pantes buka warung kopi di belakang gedung-gedung tinggi ini. Di-makeover dikit kamu udah cocok jadi sekretaris bos.”

“Makeover itu apa tho, Mas?”

“Halah, makeover itu didandanin.”

“Halah, gombalmu, Mas.”

Aku terbahak-bahak melihat ekspresi wajahnya yang tadinya mengerenyitkan dahi tak mengerti jadi memonyongkan bibir tanda sebal.

Ah, Juni ini Juninya Sapardi. Hujan merahasiakan rintik rindunya kepada pohon berbunga itu. Rahasia sudah menjadi satu paket dengan kehidupan, menjadi pilihan ketika berkata jujur mungkin tidak akan menjadikan keadaan lebih baik. Kepada Iyem aku tidak punya rahasia, tapi aku berbohong waktu bilang ingin menjadikannya pacarku. Pada lain perempuan yang jadi pengisi lamunan, rindu kubiarkan tak terucap, lindap.

Jakarta yang basah, luruh cinta-cinta yang tak kesampaian, mengendap bersama ampas hitam yang terlupakan.

image source

READ MORE