Archive for December, 2010

29 Dec

Bayangmu tenggelam di Labuan Bajo

By / on My Imagination

Lontar Palm Trees 2 (Rinca)

Matahari dengan benderangnya menyirami savanna yang menghampar seluas mata memandang. Inilah negeri para Naga. Kerajaan mereka adalah pulau dengan bukit-bukit terjal berwarna hijau yang dipayungi pohon-pohon lontar.

Loh Buaya, gerbang kerajaan Naga. Aku mengikuti jejak Ranger yang bersenjatakan tongkat kayu bercabang dua di ujungnya menyusuri Pulau Rinca. Memasuki hutan, mendaki bukit, dan melintasi savanna yang luas. Sungguh, bentang alam pulau ini adalah mahakarya dari Sang Pencipta. Sebuah kerajaan yang megah untuk Ora, putri buruk rupa yang berwujud Komodo.

View-1

Langit jernih membiru, ada guratan imajiner membentuk wajahmu.

Mengapa baru sekarang mimpiku terwujud? Kenapa tidak waktu kita masih bersama? Tentu kamu bisa mengajakku berlari menjelajah seluruh sudut Rinca dan menggendongku kala kakiku lelah.

Sang Ranger membuyarkan lamunan ketika menghentikan langkahnya tiba-tiba. Sepuluh meter di depan seekor komodo betina terlihat sedang mengerat seekor rusa yang tergeletak bersimbah darah. Kamera langsung beraksi, sebuah adegan langka yang mungkin tidak selalu bisa ditemui oleh wisatawan yang berkunjung ke sini.

images

Real dragons spurt no fire, have no need to fly and cast no magic spells. And still, one look from them might render you speechless.

Ini adalah dunia tersendiri, sempurna untuk melepaskan diri dari pelik masalah yang membebaniku selama setahun terakhir. Setelah sekian lama memasung setia ternyata waktu tak mengijinkan prinsip kita untuk dipertemukan.

Sebutir peluh menetes dari kening, kulihat matahari di atas sana memanjat perlahan tapi pasti. Agak menyesal juga aku memilih jalur panjang untuk trekking. Masih ada perjalanan sekitar satu setengah jam lagi untuk diselesaikan.

Riuh rendah suara binatang liar dan penampakannya menghibur sepanjang perjalanan. Mengundang hasrat untuk terus bermain di balik jendela bidik, selain juga mengamankan dahsyatnya panorama ke dalam imaji digital.

Kembali ke pondok Ranger tengah hari, bersama beberapa anggota rombongan wisata aku menikmati nasi bungkus yang dibawa dari penginapan. Seraya melahap nasi, kami saling mengungkapkan kekaguman akan keindahan surgawi pulau ini. Sempat membahas juga mengenai new seven wonders, dan aku menganggap taman nasional ini layak menang.

dermaga_rinca

Setelah selesai makan siang semua anggota rombongan diminta untuk kembali ke kapal.

Dermaga sederhana dengan air laut sebening kristal di bawahnya mengantarkan aku ke dek kapal. Berlayar ke arah timur laut, tujuan berikut adalah Pulau Bidadari sebelum kembali ke Labuan Bajo.

~~~

Pasir putih di pantai disapu riak-riak ombak kecil, di horizon nampak relief kasar daratan Flores. Anak-anak kecil terjun dari perahu, berenang di jernihnya air laut yang bergradasi dari hijau ke biru.  Riangnya anak-anak itu berkecipak kesana kemari mengungkap bahwa kebahagiaan sesungguhnya adalah hal yang sederhana.

bidadari

Tuhan sudah memberi begitu banyak. Karir yang mapan, penghasilan bagus, teman-teman yang baik… banyak sekali termasuk hadirnya kamu. Lalu aku merasa kebahagiaanku diambil paksa ketika kamu harus pergi.

Angin yang tiba-tiba berhembus kencang menghentikan langkahku menyusuri bibir pantai. Kutengok ke belakang dan kulihat teman-teman rombongan sudah selesai berscubadiving. Sengaja aku tidak bergabung dengan mereka. Berjalan kaki selalu bisa menyembuhkan gundah gelisah. Meninggalkan jejak-jejak kaki di Pulau Rinca dan Bidadari bisa menyembuhkan luka hati.

Aku kembali ke daratan Flores ketika matahari tergelincir di buritan kapal. Semburat warna jingga mewarnai langit Pulau Bidadari yang semakin lama hanya terlihat sebagai siluet hitam. Uh, terbayang sudah sapo tahu La Veria di Pantai Pede, Labuan Bajo. Jalan-jalan membuat perut cepat lapar.

~~~

thiiiskomodoislandnationalpark_1

Aku ingin bayangmu tenggelam seperti matahari yang perlahan padam di Labuan Bajo.

Aku tidak pernah menduga akan bisa memintanya, seperti tidak pernah kurencanakan akan kujejakkan kakiku di teluk yang tenang ini. Merapat di dermaga yang panjang, ada sebuah perasaan damai menyelimuti. Tiba saat mengerti bahwa perjalanan hidup adalah misteri yang indah untuk dikuak. Yang kita perlukan hanya keberanian menghadapi apapun yang terjadi.

Di perjalanan kali ini aku memahami, mensyukuri, dan membebaskan diri bahwa aku pernah mencintaimu sebagai suamiku dengan sepenuh hati. Jika bisa kubingkai kenangan itu mungkin sudah kutenggelamkan di ujung dermaga Labuan Bajo bersama senja hari ini.

Ya, dokumen perceraian itu harus kutandatangani malam ini juga.

Lepaskanlah seluruh dukamu. Waktu pun berganti. Kau akan pahami ~KLa Project~

image source:

http://www.indonesia.travel

http://www.floreskomodo.com

http://baltyra.com/2010/08/07/labuan-bajo-pulau-rinca/

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5960039

http://lombokgilis.com

READ MORE
Ngopi Jogja
21 Dec

Secangkir kopi dan keramahan Jogja

By / on Cafe Story

Jogjakarta, 10 Desember 2010. Perjalanan Semarang – Jogja saya tempuh dengan keriangan. Masih tampak sebuah ruas jalan yang berdebu dan pasir menumpuk di sisinya, sisa aliran lahar Merapi.

Entah kenapa, Jogja selalu memberikan nuansa nostalgia bagi saya walaupun tidak pernah menetap lama di bawah langitnya. Kehadiran saya kali ini juga cuma buat berpaling sebentar dari rutinitas yang begitu menjemukan. Saya ingin ngopi-ngopi dengan teman-teman, rakyatnya Sultan.

Jadilah saya di akhir minggu itu menikmati kopi Toraja Kalosi, Jawa, dan Ulee Kareng bersama keramahan khas Jogja. Bukan omong kosong, kami selalu tersandera sampai pagi dalam dua kali bincang kopi. Di angkringan atau di kafe, sama nikmatnya selama ada kebersamaan.

READ MORE