Jogjakarta, 10 Desember 2010. Perjalanan Semarang – Jogja saya tempuh dengan keriangan. Masih tampak sebuah ruas jalan yang berdebu dan pasir menumpuk di sisinya, sisa aliran lahar Merapi.
Entah kenapa, Jogja selalu memberikan nuansa nostalgia bagi saya walaupun tidak pernah menetap lama di bawah langitnya. Kehadiran saya kali ini juga cuma buat berpaling sebentar dari rutinitas yang begitu menjemukan. Saya ingin ngopi-ngopi dengan teman-teman, rakyatnya Sultan.
Jadilah saya di akhir minggu itu menikmati kopi Toraja Kalosi, Jawa, dan Ulee Kareng bersama keramahan khas Jogja. Bukan omong kosong, kami selalu tersandera sampai pagi dalam dua kali bincang kopi. Di angkringan atau di kafe, sama nikmatnya selama ada kebersamaan.















kurang panjang tulisannya =))
[Reply]
tukangkopi Reply:
December 27th, 2010 at 6:34 am
sekedar update, panjang2 juga nggak dibaca :p
[Reply]
setubuh. kurang detail!
*senam*
[Reply]
tukangkopi Reply:
December 27th, 2010 at 6:36 am
ini udah panjang buat saya yg lagi males nulis dan waktu nulis ini udah tengah malem dan ngantuk banget demi mengisi blog udah lama nggak diupdate
[Reply]