Archive for December, 2011

29 Dec

Kopikoe Kopimoe

By / on Cafe Story
Gedung-gedung tua di komplek Blok M adalah daerah yang asing bagi saya. Saya hanya tahu di daerah yang biasa disebut little Tokyo tersebut ada beberapa hotel dan mungkin klab malam atau tempat karaoke. Nah, suatu hari saya tahu dari teman kalau di sekitar komplek tersebut ada tempat ngopi baru namanya Kopikoe Kopimoe.

Beberapa hari lalu saya menyempatkan untuk ngopi di tempat ini. Lokasinya tidak sulit untuk ditemukan. Dari perempatan Melawai – Panglima Polim masuk ke jalur lambat dan belok kiri di jalan kecil sebelah hotel Amos Cozy. Kopikoe Kopimoe tidak jauh dari situ dengan penampakan berupa gedung putih dengan etalase kaca dan beberapa macam mesin kopi merek Gaggia berderet di atas meja kayu. Saya baru tahu kemudian ternyata kafe ini juga menjual mesin-mesin kopi Gaggia tersebut.

Interior Kopikoe Kopimoe ternyata luas, jadi selain ada space untuk ngopi-ngopi juga ada ruang galeri. Sebagai pembuka saya memesan tongseng daging. Hah? Tongseng? Ya karena saya datang saat jam makan siang kok rasanya kasian perut yang sudah keroncongan ini langsung diisi kopi. Hahaha… Rasa tongsengnya OK lah. Setelah menenangkan perut baru lanjut ngopi-ngopi.

Saya memesan secangkir Java Jampit dan tape bakar sebagai temannya. Terus terang ini kali pertama saya merasakan Java Jampit, kopi yang berasal dari pegunungan Ijen. Aroma dan rasanya menurut saya seperti kopi Kapal Api tetapi sedikit lebih asam. Maaf kalo cara saya menjelaskan tidak memberi gambaran, maklum bukan lidah pencicip kopi profesional. Tape bakarnya? Wuah, maknyus. Menurut saya lho ya. Pas banget buat teman kopi.

 

Soal harga nggak mahal lah. Maaf saya lupa membawa pulang bon-nya sehingga tidak bisa memberikan info di sini. Ya kalau Anda sedang mencari kedai kopi di seputaran Blok M, Kopikoe Kopimoe bisa kok dijadikan alternatif pilihan. 🙂

 

 

READ MORE
27 Dec

LIBERICA coffee

By / on Cafe Story

Ketika membaca nama Liberica yang terpampang besar-besar di kafe ini saya bertanya dalam hati, apakah kopi yang disajikan menggunakan biji kopi spesies Liberika? Sayangnya saya belum berkesempatan menanyakannya ke barista Liberica Coffee karena dua kali saya ke kafe ini selalu dalam keadaan ramai sehingga nggak enak rasanya mengganggu kesibukan mereka yang melayani pembeli.

Liberica coffee bisa Anda temukan di dalam mall Pacific Place lantai 4. Interiornya didominasi warna hitam dengan meja dan kursi kayu. Di barnya bertengger sebuah mesin kopi La Marzocco warna putih yang tampak sexy sekali, disandingkan dengan grinder Mazzer yang juga berwarna putih.

 Dua kali ngopi di sini saya cuma memesan cappuccino. Kunjungan pertama kali saya begitu jatuh cinta dengan cappuccino-nya, tetapi entah mengapa di kunjungan saya yang kedua kok rasa kopinya seperti hangus begitu ya? Ah, sayang sekali. Ya tapi saya masih bisa memaklumi karena namanya saja buatan manusia, mungkin tidak bisa konsisten sepanjang waktu. Semoga di kunjungan saya yang berikut-berikutnya saya bisa kembali mendapatkan rasa capuccino yang nikmat untuk teman nongkrong.

READ MORE