Kopikoe Kopimoe

December 29, 2011 / by / 4 Comments
Gedung-gedung tua di komplek Blok M adalah daerah yang asing bagi saya. Saya hanya tahu di daerah yang biasa disebut little Tokyo tersebut ada beberapa hotel dan mungkin klab malam atau tempat karaoke. Nah, suatu hari saya tahu dari teman kalau di sekitar komplek tersebut ada tempat ngopi baru namanya Kopikoe Kopimoe.

Beberapa hari lalu saya menyempatkan untuk ngopi di tempat ini. Lokasinya tidak sulit untuk ditemukan. Dari perempatan Melawai – Panglima Polim masuk ke jalur lambat dan belok kiri di jalan kecil sebelah hotel Amos Cozy. Kopikoe Kopimoe tidak jauh dari situ dengan penampakan berupa gedung putih dengan etalase kaca dan beberapa macam mesin kopi merek Gaggia berderet di atas meja kayu. Saya baru tahu kemudian ternyata kafe ini juga menjual mesin-mesin kopi Gaggia tersebut.

Interior Kopikoe Kopimoe ternyata luas, jadi selain ada space untuk ngopi-ngopi juga ada ruang galeri. Sebagai pembuka saya memesan tongseng daging. Hah? Tongseng? Ya karena saya datang saat jam makan siang kok rasanya kasian perut yang sudah keroncongan ini langsung diisi kopi. Hahaha… Rasa tongsengnya OK lah. Setelah menenangkan perut baru lanjut ngopi-ngopi.

Saya memesan secangkir Java Jampit dan tape bakar sebagai temannya. Terus terang ini kali pertama saya merasakan Java Jampit, kopi yang berasal dari pegunungan Ijen. Aroma dan rasanya menurut saya seperti kopi Kapal Api tetapi sedikit lebih asam. Maaf kalo cara saya menjelaskan tidak memberi gambaran, maklum bukan lidah pencicip kopi profesional. Tape bakarnya? Wuah, maknyus. Menurut saya lho ya. Pas banget buat teman kopi.

 

Soal harga nggak mahal lah. Maaf saya lupa membawa pulang bon-nya sehingga tidak bisa memberikan info di sini. Ya kalau Anda sedang mencari kedai kopi di seputaran Blok M, Kopikoe Kopimoe bisa kok dijadikan alternatif pilihan. 🙂

 

 


ABOUT THE AUTHOR