Saya memperhatikan diskusi tentang kopi makin marak di Jakarta, baik yang diadakan oleh komunitas maupun kedai kopi sendiri dalam rangka mengedukasi pelanggannya. Berbicara tentang kopi memang sangat menarik apalagi jika ditelusuri prosesnya dari kebun hingga ke cangkir. Diskusi kopi yang dibuka untuk umum tentunya akan semakin membuat para penikmat kopi awam (seperti saya) semakin menyadari bahwa apa yang tertuang di cangkir saya adalah sebuah hasil karya kolektif. Selayaknya sebuah hasil karya, penghargaan terhadapnya tentu akan membuat yang berada di balik karya tersebut terpacu untuk terus memberikan yang terbaik.
Salah satu diskusi kopi menarik baru-baru saja diadakan oleh @america, sebuah pusat kebudayaan Amerika yang berlokasi di mall Pacific Place. Mengambil judul Coffee Day, diskusi kopi ini menampilkan sosok yang memiliki passion besar terhadap dunia kopi dan sudah berkutat lama di dalamnya. Dia adalah Mirza Luqman Effendi (@mirzaluqman), Learning Specialist dari Starbucks Coffee Indonesia.
Bahan diskusi yang diangkat Mas Mirza cukup ringan dicerna karena disesuaikan dengan audience. Informasi tentang tanaman kopi, cara panen dan pengolahan, roasting, hingga praktik menyeduh kopi yang mudah dan praktis disajikan dengan menarik.
Audience antusias mengikuti dan banyak pertanyaan menarik dilemparkan. Dari jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut bisa kita ketahui bahwa perlakuan terhadap kopi dari setiap prosesnya akan menentukan hasil akhir di cangkir. Masing-masing metode yang diterapkan bisa menghasilkan rasa kopi yang unik. Hasil akhir yang terbaik pun bisa berbeda-beda bagi tiap orang karena lidah dan selera juga berbeda.
Pada akhirnya kesimpulan yang bisa diambil adalah, mengutip dari kata-kata Mas Mirza, bahwa kopi itu lebih layak untuk dinikmati daripada diperdebatkan. Pastinya tidak sekedar menikmati, tapi juga menghargai kopi Indonesia dan bersama-sama menjaga dan meningkatkan kualitasnya.





















mantaB,kapan-kapan kita diskusi bareng mas yudis ,saLam
aBud
[Reply]
tukangkopi Reply:
January 13th, 2012 at 6:45 am
siaapp!
[Reply]
woww kreen kayaknya nih, nyesel ga bisa dtang. mas Yudis sih ngajaknya dadakan hahahha
[Reply]
Gara-gara chart di foto terakhir jadi paham kenapa akhir-akhir ini aroma kopi yang aku minum lebih ‘kuat’ body-nya
[Reply]