Archive for February, 2012

26 Feb

Nikmatnya sajian di Gudeg Kandjeng

By / on All You Can Eat

Dalam aktivitas harian, saya cukup sering melewati sebuah lapangan tenis beratapkan tenda putih yang menjulang yang ada di daerah Bulungan. Kalau melewati lapangan tenis ini dari arah jalan Hang Tuah X, Jakarta Selatan, pasti akan melihat sebuah tempat dengan nama Gudeg Kandjeng di kiri jalan tepat di sebelah lapangan tenis tersebut. Meskipun sering lewat di depannya, tapi saya hampir tidak pernah singgah untuk mencoba rumah makan ini sampai seminggu yang lalu. Rasa penasaran dan juga keinginan untuk mencoba tempat makan baru membuat saya membelokkan kemudi ke area parkir di depan Gudeg Kandjeng.

Gudeg Kandjeng menempati bangunan semi permanen yang tampaknya adalah teras sebuah rumah tua. Dekorasi rumah makan ini bernuansa  jaman dulu dengan foto-foto tua banyak terpajang di dinding, lampu antik tergantung di langit-langit, dan meja kursi kayu yang diberi taplak batik.

Ketika membuka daftar menu yang diberikan pelayan, ternyata gosip yang pernah saya dengar mengenai tempat ini adalah salah. Saya sering mendengar bahwa Gudeg Kandjeng ini makanannya enak tapi harganya cukup mahal. Ternyata harga menu makanannya masih bisa ditoleransi oleh dompet, Saudara! 😆   Saya memesan sepiring gudeg telur seharga Rp 20ribu dan segelas es beras kencur dengan harga Rp 9ribu. Sedangkan Fany memesan satu porsi garang asem, harganya Rp 19ribu.

Tekstur gudeg yang lembut disiram sedikit kuah santan yang gurih membuat sajian ini begitu nikmat. Uniknya, ada tambahan daun singkong yang bisa mengimbangi rasa manis gudeg dan menambah citarasa yang lebih segar. Bagaimana garang asemnya? Mencicipi daging ayam berkuah asam yang dibungkus daun pisang ini rasanya benar-benar WOW! Uenak buanget deh pokoknya. Citarasa asamnya pas dan menyegarkan, daging ayamnya juga lembut di mulut.

Soal dahaga, pas banget dibasuh dengan es beras kencur. Minuman tradisional yang terbuat dari beras dan kencur ini katanya berkhasiat meningkatkan nafsu makan. Memang sih, jadinya nggak cukup sepiring makan di Gudeg Kandjeng ini. 😆

Kalau Anda suka menu masakan tradisional Jawa, silahkan mampir ke rumah makan ini di waktu makan siang atau selepas jam kantor. Buat saya, citarasa hidangan di Gudeg Kandjeng sangat memanjakan lidah. Semoga buat Anda juga. 😀

READ MORE

23 Feb

Antipodean

By / on Cafe Story

Siang itu saya ngopi secangkir kopi Papua Wamena di salah satu kafe di sudut Kemang. Wamena yang satu ini agak berbeda dari yang biasa saya rasakan, rasa kopinya lebih intens dan acidity-nya hampir tidak terasa. Entah apakah ini adalah ciri khas dari Merdeka Coffee dalam “menggoreng” Wamena, atau lidah saya yang sedang keseleo. 😆 Tetapi dengan ditemani manisnya sepotong Caramel Apple Raisin, dua sejoli ini serasi menemani aktivitas kerja saya.

Memilih nama Antipodean, kafe ini memang memposisikan diri sebagai Australian style of cafe yang menyajikan kopi berkualitas dan juga santapan untuk para ekspatriat di Jakarta. Di jam makan siang, kafe ini penuh oleh pengunjung yang datang dan pergi. Kebanyakan adalah bule-bule yang mungkin tinggal di sekitar Kemang. Dengan menu makanan bercitarasa internasional yang sangat beragam, tidak heran jika banyak yang singgah untuk makan siang selain ngopi.

Dalam ruangan dengan luas yang tidak lebih dari 50 meter persegi, kafe ini bisa dikatakan berukuran mungil. Ruangan akan terasa sempit jika semua kursi terisi, namun dibalik itu suasana hangat dan akrab akan lebih terasa.

Harga minuman kopi berkisar dari Rp 18ribu – 25ribu, cukup premium mengingat harga tersebut adalah untuk kopi hitam dan espresso based tanpa tambahan sirup beraneka rasa. Tapi mengingat konsumennya adalah para ekspatriat, harga premium mungkin terkait dengan usaha untuk menjaga kualitas tanpa kompromi.

Jika Anda sedang melewati Kemang, mampirlah ke Antipodean di komplek supermarket Hero dan temukan sebuah cafe culture. Sebuah budaya yang berasal dari Eropa dimana kafe menjadi titik sentral, tempat orang-orang atau komunitas yang ada di sekitarnya berkumpul dan bersosialisasi. Menyenangkan!

READ MORE
12 Feb

Menikmati kopi premium harga promo

By / on Cafe Story

Menikmati kopi enak yang paling murah bisa dilakukan di rumah. Tetapi siapa yang menolak kalau bisa ngopi murah, kualitas premium, dengan suasana kafe yang nyaman? Silahkan Anda sapa barista Starbucks di mana saja dan pesan secangkir brewed coffee ukuran tall. Anda hanya akan diminta untuk menggantinya dengan selembar uang 10ribu rupiah untuk kenikmatan kopi premium dan suasana ngopi khas Starbucks. Penawaran menyenangkan ini berlaku dari tanggal 4 Februari – 31 Maret 2012.

Ngomong-ngomong, kemarin saya sudah menikmati secangkir House Blend ekonomis sambil menikmati jalanan Melawai di depan coffee shop yang diguyur hujan sore hari..

READ MORE
05 Feb

Backyard Coffee

By / on Cafe Story

Ngopi buat sebagian orang erat kaitannya dengan proses pencarian ide. Mungkin itulah tujuan para personel Maliq & D’Essentials mendirikan kedai kopi ini di ruang bawah studio musik mereka. Backyard Coffee terletak di daerah Bintaro Jaya, sebuah kota satelit yang berkembang dengan pesat. Lokasi tempat tinggal saya sendiri dekat dengan daerah tersebut, dan selama ini saya merasa memang kedai kopi yang asyik buat nongkrong dekat rumah sangat jarang. Adanya Backyard Coffee tentu membuat pilihan tempat saya ngopi sambil kerja atau nongkrong bertambah.

Ruangan dalam kedai kopi ini tidak terlalu luas dengan desain interior yang sederhana. Ada sebuah bar yang tersusun dari kaset bekas dengan mesin kopi Sanremo dan grinder yang tidak saya ketahui mereknya. Berbagai pernak-pernik menarik dari piano tua hingga karya desain grafis bergaya pop art memberikan suasana yang hangat dan menyenangkan. Kalau mau ngopi dengan suasana outdoor juga bisa memilih untuk duduk di bangku yang ada di teras kedai.

Di kunjungan perdana saya memesan Hazelnut Latte. Mbak Barista pun segera beraksi meracik pesanan. Menariknya, mbak Barista yang saya lupa namanya ternyata adalah seorang eks bartender dan baru belajar jadi Barista ketika bekerja di Backyard Coffee. Eh, tapi Hazelnut Latte buatannya mantap lho rasanya. Layernya rapi dan busa susunya lembut sekali.

Soal harga? Mmm.. Saya rasa walaupun tidak bisa dibilang murah, tetapi setimpal dengan waktu yang bisa kita habiskan di sini ber-wifi ria atau sekedar ngobrol ngalor ngidul. Hahaha… Siapa tahu juga bisa bertemu atau malah nge-jam bareng dengan Maliq. :p

READ MORE