Archive for March, 2012

24 Mar

Coffee at Work

By / on Cafe Story

Kesibukan kantor dan secangkir kopi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kafein membantu para pekerja berkerah untuk memulai pagi dengan mata benderang dan bersemangat juang. Oleh karena itu hampir di setiap gedung perkantoran di Jakarta setidaknya ada sebuah kedai yang menyediakan kopi selain yang ada di pantry masing-masing kantor.

Salah satu kedai kopi itu adalah Coffee at Work yang saya temukan di gedung Cyber 2, Jl. Rasuna Said. Mengapa kedai kopi ini istimewa hingga saya tulis di blog ini? Pada awalnya saya tidak berharap mendapatkan kopi yang istimewa di sini, tetapi begitu melihat mesin ECM Michelangelo dengan cangkir berlogo Lavazza di cup tray-nya serta grinder Compak di sisinya, saya berubah pikiran. Peralatan tempur kafe ini ternyata tidak main-main, sudah sepantasnya saya mengharapkan kopi yang enak. 😀

Lavazza saya kenal punya citarasa espresso yang mantap, dan yang saya tahu, ketika dijadikan cappuccino atau latte rasa kopinya akan masih terasa nendang. Pertama kali saya mencicipi kopi racikan Italia ini adalah sekitar tahun 2006 ketika saya bekerja di sebuah kafe di Bandung yang juga menggunakan Lavazza dan mesin ECM Michelangelo untuk menyajikan espresso dan menu kopi lainnya. Melihat apa yang ada di bar Coffee at Work ini sempat sejenak membawa kilas balik kenangan enam tahun yang lalu.

Saya memesan secangkir cappuccino untuk menemani mengisi waktu sebelum meeting dengan seseorang yang bekerja di salah satu perusahaan yang berkantor di gedung ini. Sesaat kemudian sebuah cangkir berlogo Lavazza diantarkan ke meja. Buih susu warna putih berpadu dengan warna coklatnya espresso tampil kurang menggoda. Mungkin sang barista perlu jam terbang lebih panjang lagi untuk menyajikan cappuccino dengan microfoam yang lembut. Namun sesapan pertama membuat hal tersebut tidak penting lagi. Rasa cappuccino ini adalah rasa cappuccino yang selalu saya sukai, citarasa kopinya masih sangat terasa dan khas Lavazza. Hore! Saya seperti menemukan harta karun! 😆

Coffee at Work, menurut saya, pantas disinggahi jika Anda bekerja di gedung Cyber 2 atau sedang ada meeting di sini. Meskipun hanya kafe kecil, tapi Coffee at Work jelas bisa menyuguhkan kopi enak. Mari ngopi! 🙂

 

READ MORE
11 Mar

Morning Glory

By / on Cafe Story

Salah satu tujuan warga Jakarta melepaskan penat adalah kota Bandung, dan waktu yang pas buat meluncur ke kota tersebut adalah di hari Sabtu pagi. Berangkat dari rumah sekitar jam 6 pagi, badan masih segar, cuaca tidak panas, dan lalu lintas tidak terlalu ramai. Kalau tidak sempat ngopi di pagi hari tidak perlu kuatir. Dua setengah jam kemudian ketika Anda sudah melewati gerbang tol Pasteur, di perempatan pertama belokkan kemudi kendaraan Anda ke kiri ke arah Jalan Suria Sumantri. Ikuti saja jalan menuju arah Setrasari Mall, atau jika Anda buta daerah ini, tanya saja ke tukang jualan rokok di pinggir jalan. 😀

Ada apa di Setrasari Mall? Di sini Anda bisa menemukan tempat ngopi dengan suasana nyaman dan kualitas kopi yang tidak main-main. Cari signboard dengan nama Morning Glory. Dari depan mungkin kafe yang berada di deretan ruko ini tampak kecil, tapi masuklah ke dalam dan terus saja masuk hingga sampai ke halaman belakangnya dimana Anda bisa menikmati kopi pagi dengan suasana berbeda.

Akhir pekan yang lalu, ada sesuatu yang menarik perhatian saya begitu pertama kali memasuki kafe ini. Di atas sebuah mesin kopi La Marzocco berwarna putih terpampang tawaran menu kopi spesial, Geisha. Wow!

Geisha adalah varietas kopi yang berasal dari kota Gesha, Ethiopia. Dibawa ke Amerika Tengah pertama kali di Costa Rica sekitar tahun 1953. Geisha mulai mendapatkan popularitasnya setelah memenangkan penghargaan kompetisi cupping Best of Panama di tahun 2004 dan memecahkan rekor harga tertinggi pada lelang onlinenya. Geisha yang memiliki kualitas terbaik ini berasal dari perkebunan Hacienda La Esmeralda di bagian barat Panama. Pada tahun-tahun berikutnya Esmeralda Special selalu menyabet penghargaan di event cupping dan harga lelangnya selalu fantastis.

Menemukan Geisha di Morning Glory membuat mata saya berbinar-binar sekaligus penasaran. Apakah ini Geisha dari Hacienda La Esmeralda yang terkenal akan citarasa dan harganya yang selangit itu? Tapi kemudian ada sesuatu yang membuat dahi saya berkerut. Terbaca oleh saya tulisan “Try this Geisha Coffee from West Java”. Hmmm… Penasaran, saya tanya sang barista mengenai informasi yang ada di papan tersebut. Ternyata, menurut sang barista, biji kopi Geisha tersebut berasal di Jawa Barat, tepatnya dari perkebunan kopi di daerah Bandung Selatan. Morning Glory memang memiliki petani binaan di daerah tersebut, dan masih menurut sang barista, di area perkebunan kopi itu ada sejumlah pohon kopi dari varietas Geisha. Wah, saya jadi makin penasaran, tapi sayangnya sang barista sedang sibuk jadi saya urungkan niat untuk bertanya-tanya lebih jauh lagi. Oya, Morning Glory juga me-roasting sendiri kopinya. Di sebuah sudut kafe akan Anda temui sebuah roasting machine berwarna merah menggoda dan beberapa keranjang resin berisi green bean.

Akhirnya saya memang memesan secangkir Geisha dan menyesapnya selagi masih hangat. Saya tidak bisa mengeja dengan detil kualitas dan citarasa dari kopi ini, tetapi saya bisa merasakan citrus dalam kopi dengan light body dan good acidity. Aroma dan citarasa floral (seperti melati) yang jadi ciri khas kopi ini tidak bisa saya identifikasi karena mungkin indera saya belum terlatih. Tapi yang jelas menikmati kopi ini dengan suasana backyard di tengah cuaca pagi kota Bandung yang sejuk benar-benar membuat badan dan pikiran rileks. Agenda jalan-jalan di Bandung pun dimulai dengan sesuatu yang menyenangkan. 🙂

Morning Glory

Setrasari Mall Kav. C2/31
Bandung
022 – 762 58 911
www.mg-coffee.com

READ MORE
02 Mar

Kedai kopi mungil bernama Javva

By / on Cafe Story

Letaknya agak tersembunyi di sudut sebuah showroom yang menjual berbagai perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari kaca dan porselein. Ukurannya mungil, tidak seperti sosok pemiliknya yang berbadan besar, tetapi menyajikan menu kopi yang berkualitas. Setidaknya nama Adi W. Taroepratjeka, yang wajahnya bisa dilihat di acara Coffee Story yang tayang di Kompas TV setiap hari Rabu jam 9 malam, adalah jaminan Anda mendapatkan pengalaman ngopi yang memuaskan.

Dinamakan Javva, kedai kopi ini mendiferensiasikan dirinya sebagai pourover & syphon bar. Anda tidak akan menemukan mesin espresso di sini, jadi jangan mencari cappuccino ataupun latte di daftar menu. Untuk metode pourover, mungkin bisa dibilang Javva termasuk salah satu kedai kopi pelopor di Jakarta.

Ada yang baru yang dijual di Javva ketika saya singgah di hari Kamis kemarin, yaitu kopi Papua dari Ontel Coffee. Ini adalah kopi yang diambil dari perkebunan kopi di Lembah Baliem dan di-roast oleh Ephram Angga Adipura dan diberi merek Ontel Coffee. Saya sendiri belum mengenal sosok sang roaster, hanya mengetahui namanya dari label di bagian belakang kemasan Ontel Coffee.

Penasaran dengan “barang baru” ini, saya langsung meminta Mbak Rista (soalnya baristanya perempuan) untuk menyeduhnya menggunakan pourover. Hmmm.. Saya suka citarasanya, ada rasa coklat yang bisa didapatkan saat kopi memenuhi rongga mulut. Metode pourover menghasilkan kopi dengan karakter light body dan low acidity tetapi menurut saya tidak kehilangan intensitas rasa, atau setidaknya masih masuk ke selera saya. Tapi ada sesuatu yang menurut saya agak mengganggu. Saya merasakan ada sedikit rasa kurang nyaman yang tertinggal di ujung kerongkongan setelah beberapa kali meneguk kopi Papua versi Ontel ini. 😀

Anda bisa abaikan deskripsi saya di untuk kopi Papua di atas dan langsung mencoba sendiri rasanya karena saya juga masih belajar untuk bisa mendeskripsikan keunikan masing-masing kopi yang saya rasakan. Anda bebas untuk tidak sependapat bahkan juga mengkoreksi. 😉

Kalau Anda penasaran dan menyempatkan diri untuk mengunjungi kedai kopi Javva, sebaiknya mencoba juga menu makanan yang satu ini:

Saya iseng saja menyebutnya bacang jumara, singkatan dari bacang jumbo rasa juara. 😆 Dari segi ukuran, bacang ini memang mengenyangkan untuk ukuran perut saya. Rasanya juara karena mungkin bahan-bahannya berkualitas. Isi bacang bermacam-macam: ada jamur, telur asin, dan daging.

Di beberapa kesempatan, kedai kopi Javva juga mengadakan acara yang terkait dengan kopi. Biasanya diadakan secara gratis namun tempat terbatas. Kalau Anda tertarik dengan dunia kopi, bisa follow twitternya di @kopijavva supaya tidak ketinggalan info jika mereka mengadakan sharing session. Info alamat kedai kopinya juga bisa didapatkan di akun twitter tersebut.

READ MORE