The Blue Lotus Coffeehouse

May 01, 2012 / by / 14 Comments
REVIEW OVERVIEW
0
0

Mencari tempat ngopi di Semarang yang bisa memuaskan selera saya itu cukup sulit. Selain karena memang saya tidak tinggal di Semarang, teman-teman saya yang ada di kota ini pun selama ini tidak bisa memberikan rekomendasi yang pas. Hahaha… Nah, kebetulan beberapa waktu lalu saya membaca twitter Kang Adi Taroepratjeka yang sedang syuting untuk acara Coffee Story di sekitar daerah Semarang dan Beliau menyebut sebuah coffeehouse bernama Blue Lotus. Seminggu kemudian saya terbang ke Semarang dan memastikan diri mampir ke lokasi ini.

Lokasi The Blue Lotus Coffeehouse tidak sulit untuk ditemukan karena berada di pusat kota, dekat dengan rumah makan Soto Bangkong yang legendaris. Menempati bangunan dengan arsitektur bergaya Eropa, Blue Lotus memiliki ruangan yang sangat luas jika dibandingkan dengan rata-rata coffeehouse lainnya di Semarang atau bahkan di Jakarta. Meskipun ruang utama ada di lantai dasar, tetapi tampaknya lantai di atasnya juga bisa digunakan untuk menampung pengunjung.

Banyak sofa besar yang nyaman di dalam ruangan Blue Lotus, selain juga kursi-kursi kayu yang melingkari meja dengan jarak yang cukup jarang antara satu dengan yang lain. Sudut paling favorit tentu saja sofa biru yang ada di dekat rak buku. Selain bisa dengan mudah memilih-milih bahan bacaan untuk teman ngopi juga bisa dengan bebas menyapukan pandangan ke seluruh penjuru ruangan termasuk memperhatikan tingkah polah barista di balik bar.

Di atas bar bertengger manis sebuah mesin espresso La Marzocco FB70 berwarna merah metalik. Selain itu berbagai perlengkapan untuk menyeduh kopi juga dipajang di sepanjang meja bar. Dari perbincangan dengan sang barista, saya mendapatkan informasi bahwa sebenarnya Blue Lotus punya campuran kopi sendiri untuk espresso yang dinamakan Bimantoro blend tetapi pada saat saya berkunjung, mereka menggunakan kopi Kintamani sebagai alternatif.

Kopi Mandhailing jadi pilihan saya di sore itu, diseduh dengan syphon oleh sang barista. Menyeduh kopi dengan alat ini selalu menjadi atraksi kecil yang menarik. Kopi bagaikan sebuah ramuan ajaib yang diracik dalam bejana kaca oleh sang penyihir.

Saya tidak tahu seberapa sering orang Semarang memesan syphon coffee, tapi saya memperhatikan bahwa barista Lotus Coffee cukup terampil dalam menyajikannya. Mungkin juga karena mereka dilatih dengan sangat baik oleh sang pemilik yang juga memiliki passion yang mendalam terhadap kopi.

Pak Hardjono, pemilik Blue Lotus sendiri tidak memiliki latarbelakang di industri kuliner ataupun kopi sebelum membuka coffeehouse ini. Namun saat menimba ilmu di New York, beliau sangat tertarik dengan kultur kopi di kota tersebut. Ketika kembali ke Semarang, Pak Hardjono sempat berkarir di sebuah perusahaan sebelum akhirnya melihat peluang untuk menghadirkan tempat ngopi berkualitas. Dengan bekal semangat belajar yang tinggi dan juga pelayanan yang baik dan personal, kini Pak Hardjono dan Blue Lotus, menurut saya adalah ikon independent coffeehouse di Semarang.


ABOUT THE AUTHOR