
The Blue Lotus Coffeehouse
Mencari tempat ngopi di Semarang yang bisa memuaskan selera saya itu cukup sulit. Selain karena memang saya tidak tinggal di Semarang, teman-teman saya yang ada di kota ini pun selama ini tidak bisa memberikan rekomendasi yang pas. Hahaha… Nah, kebetulan beberapa waktu lalu saya membaca twitter Kang Adi Taroepratjeka yang sedang syuting untuk acara Coffee Story di sekitar daerah Semarang dan Beliau menyebut sebuah coffeehouse bernama Blue Lotus. Seminggu kemudian saya terbang ke Semarang dan memastikan diri mampir ke lokasi ini.
Lokasi The Blue Lotus Coffeehouse tidak sulit untuk ditemukan karena berada di pusat kota, dekat dengan rumah makan Soto Bangkong yang legendaris. Menempati bangunan dengan arsitektur bergaya Eropa, Blue Lotus memiliki ruangan yang sangat luas jika dibandingkan dengan rata-rata coffeehouse lainnya di Semarang atau bahkan di Jakarta. Meskipun ruang utama ada di lantai dasar, tetapi tampaknya lantai di atasnya juga bisa digunakan untuk menampung pengunjung.
Banyak sofa besar yang nyaman di dalam ruangan Blue Lotus, selain juga kursi-kursi kayu yang melingkari meja dengan jarak yang cukup jarang antara satu dengan yang lain. Sudut paling favorit tentu saja sofa biru yang ada di dekat rak buku. Selain bisa dengan mudah memilih-milih bahan bacaan untuk teman ngopi juga bisa dengan bebas menyapukan pandangan ke seluruh penjuru ruangan termasuk memperhatikan tingkah polah barista di balik bar.
Di atas bar bertengger manis sebuah mesin espresso La Marzocco FB70 berwarna merah metalik. Selain itu berbagai perlengkapan untuk menyeduh kopi juga dipajang di sepanjang meja bar. Dari perbincangan dengan sang barista, saya mendapatkan informasi bahwa sebenarnya Blue Lotus punya campuran kopi sendiri untuk espresso yang dinamakan Bimantoro blend tetapi pada saat saya berkunjung, mereka menggunakan kopi Kintamani sebagai alternatif.
Kopi Mandhailing jadi pilihan saya di sore itu, diseduh dengan syphon oleh sang barista. Menyeduh kopi dengan alat ini selalu menjadi atraksi kecil yang menarik. Kopi bagaikan sebuah ramuan ajaib yang diracik dalam bejana kaca oleh sang penyihir.
Saya tidak tahu seberapa sering orang Semarang memesan syphon coffee, tapi saya memperhatikan bahwa barista Lotus Coffee cukup terampil dalam menyajikannya. Mungkin juga karena mereka dilatih dengan sangat baik oleh sang pemilik yang juga memiliki passion yang mendalam terhadap kopi.
Pak Hardjono, pemilik Blue Lotus sendiri tidak memiliki latarbelakang di industri kuliner ataupun kopi sebelum membuka coffeehouse ini. Namun saat menimba ilmu di New York, beliau sangat tertarik dengan kultur kopi di kota tersebut. Ketika kembali ke Semarang, Pak Hardjono sempat berkarir di sebuah perusahaan sebelum akhirnya melihat peluang untuk menghadirkan tempat ngopi berkualitas. Dengan bekal semangat belajar yang tinggi dan juga pelayanan yang baik dan personal, kini Pak Hardjono dan Blue Lotus, menurut saya adalah ikon independent coffeehouse di Semarang.




wah saya sebagai orang semarang malah belum pernah main kesana hihihi.. anyway, salam kenal ya..
[Reply]
tukangkopi Reply:
May 19th, 2012 at 12:11 am
Salam kenal juga, Mbandah. Sering denger namanya dari Didut tapi belum pernah ketemu orangnya
[Reply]
saya dapat tempat ini dari rekomendasi Teman dan Dosen saya yg sama2 pecinta kopi…Baristanya kapan2 boleh neh saya wawancara
[Reply]
cuma nyoba tempat baru bareng keluarga, ternyata berkesan bgt mulai dr tempatnya, peralatannya, sampai kopinya
kapan ya ke sana lagi, tapi bareng tmn2 :p
[Reply]
tukangkopi Reply:
May 19th, 2012 at 12:12 am
Wah, orang Semarang ya Mas? Ngeblog juga nggak?
[Reply]
Benidictus Rosa Priyatmoko Reply:
May 19th, 2012 at 12:15 am
ga terurus blog nya :p hehehe.. orang semarang tp skrg br mengais rejeki d ibukota.. baru 1 bln meninggalkan semarang
[Reply]
ingin mencoba rasa kopi Blue Lotus,, hidung saya yang bisa mencium sesuatu dengan cepat,,aroma khas kopi dari biji kopi pilihan, pasti membuat rasa penasaran,, hemmm,,, sayangnya gak ada temen buat mampir ke Blue Lotus
[Reply]
tukangkopi Reply:
October 13th, 2012 at 8:21 pm
Datang sendirian juga OK kok. Cari aja Pak Hardjono, ntar pasti diajak ngobrol soal kopi.
[Reply]
Hime Sama Reply:
November 7th, 2012 at 9:02 pm
mmmm,OLALA..
seneng yah, bisa tau soal kopi dengan orang yang lebih senior tau,,, hehehe.. lebih tau juga pahit manisnya mengelola usaha kopi,,
., wah, jadi penasaran,,.jika ada waktu saya sempatkan mampir,, kira2 bisa ngobrol dengan barista nya juga gak yah?
maaf lama reply,, saya sibuk,, salam hangat penggemar kopi,
*Hime
[Reply]
tukangkopi Reply:
November 24th, 2012 at 12:05 am
Baristanya ramah dan bisa diajak ngobrol kok.
mhon maaf ,. saya ,. mw mnawarkan ,. kopi ,. khas lampung ,. yg robusta biasa ,. dan yang luwak ,. barang kali berminat ,. trimz ,.
[Reply]
saya sering lewat bamgkong tp knp gak pernah liat the blue lotus yaaa -_- hehe oh yaa perlu waktu berapa lama utk jd barista? mmm gak tau kenapa gara2 liat drama korea coffee prince saya jd kepengen jd barista deh.. saya cari tau tempat belajar biar bisa jd barista di smg tp pd gak tau. bisa minta infonya? terimakasih
[Reply]
tukangkopi Reply:
November 24th, 2012 at 12:08 am
Saya waktu pertama kali nyari kafe ini juga kelewatan kok. Posisinya deket banget sama perempatan Bangkong.
Oya, karena saya nggak tinggal di Semarang jadi kurang tahu apa ada sekolah barista di kota ini.
[Reply]
Rio Reply:
January 17th, 2013 at 6:31 pm
Saya pernah ngobrol dengan pak Hardjono, beliau sempat menawarkan barang siapa mau belajar menjadi barista bisa menghubungi beliau.
[Reply]