Go local coffee di my Kopi-O!

December 02, 2012 / by / 3 Comments

Selama ini saya tidak pernah datang khusus untuk ngopi di tempat kuliner yang berlabel atau mengusung konsep kopitiam. Biasanya saya datang ke kopitiam justru untuk mencari makanan dan memesan minuman selain kopi. Namun ketika mendengar kabar bahwa pembeli kopi dengan harga tertinggi di acara Lelang Kopi Spesial Indonesia 2012 yang lalu adalah seorang pemilik jaringan salah satu kopitiam, saya segera saja tertarik untuk mampir mencoba. My Kopi-O! bukanlah nama yang asing karena saya sering melihat logonya ketika mengunjungi beberapa mall. Nah, gerai my Kopi-O! yang akan saya ceritakan di tulisan ini lokasinya ada di mall Living World, Alam Sutera.

Jujur saja menurut saya desain interior my Kopi-O! tidak istimewa. Bukan desain yang bisa mengundang ketertarikan dan rasa penasaran saya untuk singgah ketika sedang jalan-jalan di mall Living World ini. Didominasi warna putih yang dikontraskan dengan langit-langit hitam, jika Anda sudah berada di dalamnya, suasana kopitiam ini sebenarnya terasa nyaman, apalagi kalo mendapatkan posisi di kursi panjang berlapis busa. 😀

Ketika kita memilih menu di meja, akan terlihat seperti sedang membaca koran karena ukuran yang dibuat menyerupai koran namun dengan layout dan foto makanan yang menarik. Dengan menunya yang sangat variatif, my Kopi-O! memang tidak sekedar kopi. Namun begitu, kopitiam ini tetap berusaha mengedukasi pelanggannya tentang ragam dan citarasa kopi Indonesia. Bahkan di halaman pertama menu tercetak dengan ukuran huruf sangat besar “GO! LOCAL COFFEE”. Membaca tulisan ini, saya jadi maklum kenapa pemilik my Kopi-O! ngotot menawar kopi terbaik di Lelang Kopi Spesialti Indonesia 2012. Oya, my Kopi-O! juga menawarkan kopi dari beberapa daerah penghasil kopi Indonesia seperti Lampung, Jawa, Flores, dan Papua.

Saya tidak memesan menu yang aneh-aneh, hanya secangkir Nanyang Kopi O dan Kaya Toast. Maksud hati sebenarnya ingin memesan kopi hitam tanpa gula, dan seingat saya kopi o itu adalah kopi yang saya inginkan tersebut. Ternyata saya salah, jika ingin minum kopi hitam tanpa gula seharusnya memesan kopi o kosong, jika menyebut yang dicantumkan dalam menu seharusnya saya memesan Nanyang Kopi Kosong. Ya sudahlah, kopi yang saya pesan enak juga kok, mungkin karena diseduh dari biji kopi yang berkualitas. Infonya sih Nanyang Kopi O ini menggunakan biji kopi robusta jawa peaberry, atau yang biasa disebut juga dengan kopi lanang.

Teman minum kopinya sebenarnya agak kurang cocok. Ya itu tadi, seharusnya sih saya memesan kopi o kosong untuk disandingkan dengan Kaya Toast yang manis, pasti bakalan klop. Menu Kaya Toast ini sendiri rasanya sih mantap juga. Selai srikayanya agak berbeda dengan yang ada di tempat lain yang pernah saya kunjungi. Dalam setangkup Kaya Toast khas my Kopi-O! dioleskan selai srikaya yang warnanya hijau pandan, mungkin memang karena ada campuran bahan tersebut dalam proses pembuatannya.

 

Seperti yang sudah saya tulis di atas, my Kopi-O! menawarkan beberapa macam beberapa jenis biji kopi Indonesia. Para pelanggan sebenarnya tidak hanya bisa menikmati citarasa kopi favoritnya di gerai, tetapi bisa juga membeli berbagai pilihan biji kopi tersebut untuk dibawa pulang. Jika tidak memiliki grinder di rumah, my Kopi-O! bisa membantu menggilingnya untuk Anda. Soal harga, terus terang saya lupa. Saya hanya ingat dijualnya per 50 gram. Jika tertarik Anda bisa tanyakan harganya langsung kepada pelayan atau barista karena tidak tercantum di menu.

Sebenarnya ketika itu saya tertarik untuk membawa biji kopi Flores pulang ke rumah, sayang sekali stoknya sedang kosong. 🙁

Menurut saya my Kopi-O! bisa jadi alternatif pilihan jika mencari tempat ngopi yang enak tetap juga menyajikan ragam pilihan menu yang sangat variatif baik makanan atau minuman. Mungkin saja suatu saat Anda ingin ngopi bareng keluarga atau kolega yang tentu tidak semua suka kopi. Penikmat kopi sejati juga harus punya toleransi kan? 😛

 

*semua foto dalam artikel ini diambil menggunakan Nokia Lumia 800


ABOUT THE AUTHOR