Pengalaman masuk daftar hitam

December 31, 2012 / by / 0 Comment

Satu lagi coffeehouse di Jakarta yang memiliki mesin roasting komersial sendiri untuk menyangrai kopi yang disajikannya. Sebuah Diedrich roaster IR series berwarna oranye yang cantik tampak seperti sengaja dipamerkan di koridor mall Puri Indah, Jakarta Barat. Berkapasitas 12 kilogram dan berteknologi infrared burner, mesin ini digunakan untuk menyangrai biji-biji kopi andalan Blacklisted Coffee. Tiga kali seminggu, roaster Blacklisted Coffee menyangrai kopi Brazil, Ethiopia, Honduras, dan juga house blend secara bergantian.

blacklisted-diedrich roaster

Saya sempat berbicang dengan Pak Ong, seorang pastry chef yang juga memiliki pengalaman roasting selama 10 tahun. Menurut cerita Beliau, kafe ini menyangrai kopinya dengan profil city roast. Menurut definisi Sweet Maria, biji kopi yang disangrai dengan profil city roast akan dipanggang hingga akhir bunyi first crack terdengar, tanpa dilanjutkan hingga proses second crack. Hasilnya adalah biji kopi dengan warna coklat terang yang mampu menghantarkan aroma dan citarasa khas masing-masing varietal. Gambaran fisik biji kopi dari berbagai degree of roast  dapat dibaca di sini.

blacklisted-mr ong

blacklisted house blend

Selain mesin roasting yang “nongkrong” di depan kafe, hal lain yang menarik perhatian saya ketika mengunjungi Blacklisted adalah sederet peralatan seduh manual yang dipajang di atas chiller. Ada Hario V60, syphon, cold drip, bahkan aeropress. Tapi saya berani bertaruh bahwa alat-alat ini pasti jarang sekali digunakan. 😛

blacklisted-manual brew

Ada kejadian lucu ketika saya ingin memesan kopi Ethiopia dengan french press. Saat itu sang barista tampak agak kebingungan menerjemahkan pesanan saya. Saya sendiri juga jadi bingung, apakah ada salah ucap ataukah memang kafe ini tidak menyajikan kopi menggunakan french press. Lalu buat apa sederet french press yang berjejer di rak belakang bar? 😆

Untunglah kemudian seorang supervisor yang ada di dekatnya membantu mengatasi kebingungan yang terjadi. Dia menjelaskan ke sang barista mengenai apa yang saya maksud dan barista tersebut bisa cepat tanggap. Yah, saya anggap saja mungkin barista tersebut masih dalam masa training. 😀

blacklisted-Ethiopian

Jujur saja, kopi Ethiopia karya Blacklisted ini bukan kopi Ethiopia terbaik yang pernah saya rasakan. Citarasanya kurang berkesan, menurut saya. Sulit untuk dideskripsikan karena ketika membuat tulisan ini saya sudah lupa bagaimana rasanya. Untungnya menu chicken wing yang saya pesan enak, Anda bisa coba itu. Memang sih saya lihat kebanyakan pengunjung yang datang ke Blacklisted adalah untuk memesan menu makanan, pemandangan yang terus terang tidak sesuai dengan ekspektasi saya ketika pertama kali mendengar nama coffeehouse ini.

Kalo Anda sempat mampir ke Blacklisted Coffee mungkin harus mencoba menu pastry-nya. Berdasarkan review banyak orang sepertinya enak. Saya sendiri tidak sempat mencobanya. 

blacklisted pastry

blacklisted interior

Kesimpulannya, mungkin ini kedatangan saya untuk pertama dan terakhir kalinya di Blacklisted Coffee. Bukan, bukan karena kecewa dengan kopi, makanan, ataupun pelayanannya hingga saya masukkan daftar hitam. Hanya saja lokasi coffeehouse  ini jauh sekali dari tempat tinggal saya. Kalau bukan karena sekalian menghadiri undangan pernikahan teman yang cukup dekat dari Mall Puri Indah, mungkin saya tidak akan pernah mencoba seduhan kopi Blacklisted Coffee.


ABOUT THE AUTHOR
RELATED ARTICLES