Getback Coffee: ngopi hangat bersahaja

January 06, 2013 / by / 5 Comments
REVIEW OVERVIEW
0
0

Saya sering berkhayal ada sebuah coffee shop yang menghilangkan batas antara sang peracik kopi dan pelanggannya. Batas yang saya masuk di sini adalah batas fisik yang biasa disebut bar. Ya, saya membayangkan bagaimana jika di sebuah coffee shop, seorang peminum kopi memiliki sudut pandang yang sama dengan tukang kopi. Berbaur tanpa jarak dan pembatas sehingga tercipta suasana yang cair, tanpa rahasia.

Khayalan ini belum menemukan bentuk nyatanya hingga saya menjajal sebuah coffee shop pendatang baru di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan. Getback Coffee, walaupun saya tidak mengerti arti di balik nama itu, tetapi coffee shop satu ini menerjemahkan dengan baik khayalan saya tentang keakraban sebuah kedai kopi modern.

getback - bar

Tampilan luar coffee shop ini mungkin tidak mengesankan, tetapi luangkanlah waktu untuk masuk dan langkahkan terus kaki Anda hingga tiba di ruangan yang ada di balik mesin kopi La Cimbali dan rak yang memajang berbagai peralatan seduh kopi. Sebuah meja panjang dari kayu solid menjadi pusat semesta yang dikeliling oleh segala macam peralatan dan bahan untuk membuat secangkir kopi dan rak yang penuh dengan buku arsitektur dan desain.

Duduk di “dapur” Getback Coffee, saya mendapatkan sensasi serasa ngopi di rumah dengan mesin kopi dan barista pribadi. Hal lain yang bisa menambah nikmatnya ritual ngopi tentu saja jika sambil ngumpul bareng teman-teman atau bahkan ngobrol dengan orang asing yang baru kenal. Dan meja kayu panjang ini, sekali lagi adalah pusat semesta yang bisa menarik siapa saja untuk berbaur dan bercengkerama. Demi menjaga keseimbangan, sang pemilik dengan senang hati akan memutar koleksi piringan hitamnya yang mengalunkan musik-musik lawas dari berbagai genre jazz. Sempurna!

getback - cappuccino

getback - record

Interior Getback Coffee didesain dengan sangat apik. Suasananya terasa bersahaja karena dinding dan langit-langitnya dibiarkan tampil telanjang, tetapi tetap menarik karena dipadukan dengan furniture dan pernak-pernik jadul yang akan sangat jarang bisa Anda temukan di tempat lain. Zamzam, sang pemilik yang juga seorang arsitek, memang gemar mengumpulkan barang-barang lawas. Katanya selama ini barang-barang lawas tersebut banyak menumpuk di gudang. Ketika ada kesempatan untuk membuka coffee shop, Zamzam memanfaatkan kembali karya-karya warisan pendahulu yang menurut saya dipadupadankan dengan sangat cantik. Setiap sudut kedai terlihat sangat menarik untuk dijepret oleh kamera.

getback - interior

getback - zamzam

Getback

getback - paper cup

Terlepas dari buaian suasana yang hangat, cair, dan menyenangkan, Getback Coffee juga menyajikan kopi nikmat dengan harga yang terjangkau. Secangkir cappuccino (yang kebetulan saya buat sendiri) bisa dinikmati dengan harga Rp 18ribu. Cukup kompetitif jika disandingkan dengan kafe-kafe sekelas yang pernah saya kunjungi.

Apakah seperti ini juga tempat ngopi yang Anda idam-idamkan selama ini? Coba saja datang dan rasakan pengalamannya. Jika beruntung bertemu Zamzam, beliau punya banyak cerita menarik dari hobinya mengkoleksi piringan hitam.

Mari ngopi! 😉

 

Getback Coffee
Ruko Dutamas ITC Fatmawati Blok B2 / 12
Jakarta Selatan


ABOUT THE AUTHOR