Doddy Samsura, Barista Terbaik Di IBC 2013

April 25, 2013 / by / 3 Comments

Kompetisi barista Indonesia tahun 2013 baru saja berakhir. Barista terbaik Indonesia telah terpilih di babak Grand Final yang diadakan bersamaan dengan Food and Hotel Expo Indonesia pada tanggal 13 April 2013. Sayang sekali saya melewatkan puncak acara Indonesian Barista Competition tersebut karena ada acara lain yang tidak kalah penting. Bahkan saya juga tidak tahu siapakah sang barista jawara hingga satu minggu lalu, ketika saya datang ke 1/15 Coffee untuk ngopi. Ketika itu saya bertanya ke teman-teman barista 1/15 Coffee mengenai hasil kompetisi, dan terkejut mengetahui juaranya adalah Doddy Samsura, salah satu barista senior di 1/15 Coffee dan juga merupakan juara IBC 2011. Jadi ini adalah kemenangan Doddy kedua di IBC dan berturutan.

Doddy Samsura 01

Sembari ngopi, sekalian saya ngobrol-ngobrol dengan Doddy yang kebetulan saat itu juga sedang berada di kafe. Berikut ini petikan obrolan saya dengan sang barista.

Apa bedanya menjadi juara IBC 2013 dengan 2 tahun lalu (IBC 2011)?


Bedanya adalah saya membawa company yang berbeda. Hehehe…

Apa bedanya menjadi juara IBC 2013 dengan 2 tahun lalu (IBC 2011)?


Bedanya adalah saya membawa company yang berbeda. Hehehe…

Ada pengaruhnya nggak sih perusahaan tempat bekerja dengan pengembangan kemampuan hingga bisa berkompetisi dengan baik dan mendapat juara?


Menurut saya pengaruhnya gede banget karena dalam kompetisi kebutuhannya kompleks. Dukungan dari pihak lain besar sekali pengaruhnya. Contohnya kopi, barista tidak mengolah kopinya sendiri sehingga membutuhkan dukungan dari roaster. Saat ini saya memiliki roaster sendiri, berbeda dengan dua tahun lalu ketika saya berkompetisi di IBC. Jadi saya punya keluasaan memilih kopi terbaik yang menurut saya bisa saya dapat dari roaster saya.

Apa perbedaan tantangan yang Doddy rasakan saat berkompetisi di IBC 2011 dan 2013?


Secara kompetisi dulu saya tidak punya pengalaman, sekarang saya tampil lebih percaya diri karena memang punya dukungan yang lebih baik.

Kalau dari persaingan bagaimana?


Persaingan di IBC 2013 saat ini menurut saya di luar dugaan. Lebih menarik dan kompetitif. Pengetahuan barista lebih dalam dan sepertinya sudah banyak yang berkaca dari penampilan dan kreasi para barista yang tampil di WBC (World Barista Championship).

Kalau dari segi teknis atau peraturan di IBC 2013 ada yang berbeda dengan IBC 2011?


Ada, karena pada dasarnya peraturan IBC mengikuti WBC. IBC 2013 sudah mengikuti peraturan yang digunakan untuk WBC2013. WBC 2013 sendiri baru akan diadakan bulan Mei di Melbourne, Australia. Jadi wakil Indonesia yang akan berkompetisi di WBC 2013 bisa dibilang memiliki persiapan awal yang cukup.

Buat Doddy dan barista pada umumnya, apa arti memenangi IBC buat diri sendiri?


Memenangi IBC adalah sebuah kepuasan individu. Buat saya ini adalah ajang pembuktian. Pembuktian bahwa pengalaman bekerja sebagai barista dan latihan serius yang saya lakukan selama ini bisa memberikan penampilan yang terbaik. Berkompetisi di IBC sebenarnya menampilkan yang terbaik dari diri sendiri, sebab di kompetisi ini kita tidak bisa menyusun sebuah counter strategy terhadap kompetitor. Waktu 15 menit yang diberikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin, saya hanya bisa mengontrol diri saya sendiri, orang lain tidak bisa saya kontrol.

Ada pengaruhnya nggak dengan diadakannya IBC dengan apa yang kemudian didapat oleh konsumen baik dari segi pelayanan maupun produk?


Menurut saya harusnya kebalikannya. Apa yang ditampilkan oleh barista dalam IBC adalah cerminan dari yang dilakukan oleh mereka dalam pekerjaan keseharian.

Doddy kan sudah dua kali menjadi juara IBC. Apakah ini adalah pencapaian puncak atau ada lagi yang ingin dikejar?


Cita-cita saya sebenarnya adalah tampil di WBC, dan juara IBC adalah tiket untuk menuju ke sana. Saya tidak muluk-muluk menargetkan untuk menjadi juara WBC. Saat ini saya hanya ingin merasakan atmosfer kejuaraan dunia tersebut, bagaimana persiapan, penampilan, dll dan nantinya ingin berbagi pengalaman tersebut ke rekan-rekan saya.

Doddy in action

 

Doddy adalah sosok yang ramah dan rendah hati. Ia mulai mendalami kopi di tahun 2008, yaitu ketika diterima bekerja menjadi barista di sebuah kafe di Yogyakarta. Baginya, kopi adalah kehidupan meskipun awalnya kurang mendapat dukungan dari keluarga yang menurutnya memang tidak memiliki tradisi ngopi.

Emang kejuaraan kopi ada ya?

Pertanyaan itu terlontar dari orang-orang terdekatnya dua tahun lalu ketika Doddy mengikuti IBC 2011. Bahkan ketika akhirnya ia bisa memenangi kompetisi tersebut timbul keheranan dari mereka hingga muncul pertanyaan ajaib seperti

Ha? Jadi juara? Emang nggak ada orang yang lebih baik?

Namun Doddy saat ini sudah bisa membuktikan bahwa dengan profesi yang dijalani saat ini dia bisa menghidupi keluarga dan menurutnya perkembangan profesi barista semakin menarik.

Jika Anda berkunjung ke 1/15 Coffee, pria yang bertanggung jawab sebagai store manager ini cukup mudah ditemui. Doddy akan dengan senang hati berbincang dengan pengunjung yang ingin tahu lebih banyak tentang dunia kopi.

Dan bagaimana gairah kopi Indonesia dalam 5 tahun terakhir di mata Doddy?

Saya melihat dunia kopi Indonesia sangat bergairah dalam dua tahun terakhir. Mungkin karena sebelumnya saya bekerja di Yogyakarta, dimana saya rasa gairahnya tidak bisa lebih. Ketika pindah ke Jakarta saya melihat bahwa kopi masih memiliki potensi yang sangat besar, apalagi memang Indonesia adalah salah satu penghasil kopi terbesar di dunia walaupun mungkin bukan untuk specialty coffee, tetapi paling tidak industri ini semakin maju dan semakin banyak orang yang melihat potensi tersebut, salah satunya adalah Perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Saya rasa dunia kopi Indonesia akan semakin bergairah dan marak ke depannya.

 Doddy Espresso

 


ABOUT THE AUTHOR