Meracik Signature Drink Dengan Kopi Dolok Sanggul

May 03, 2013 / by / 3 Comments

Menurut Wikipedia, Dolok Sanggul adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Kota ini terletak di dataran tinggi berhawa dingin sejuk. Warganya mayoritas berpenghidupan sebagai petani. Menurut informasi di sini, tanaman andalan di Humbang Hasundutan adalah kopi, sayur mayur, dan kemenyan.

Bagi orang awan, kopi Dolok Sanggul mungkin tidak seterkenal kopi Lintong yang juga berasal dari Sumatera Utara. Saya sendiri baru mulai akrab dengan namanya sekitar 4 bulan belakangan. Nah, kopi Dolok Sanggul yang ingin saya ceritakan kali ini adalah dari Morph Coffeecoffee roaster berbasis di Jakarta yang bisa dibilang cukup baru dalam memulai operasinya.

Sedikit cerita tentang asal muasal kopinya, Dolok Sanggul yang disangrai oleh Morph ditanam pada ketinggian 1.400 – 1.600 dpl. Proses pengolahannya menggunakan metode fully washed dan wet hulled. Setelah buah kopi dipetik, kulitnya dikupas dan difermentasikan selama kurang lebih 16 jam dalam kantung plastik tertutup dengan kondisi tidak terkena cahaya. Setelah proses fermentasi, biji kopi dicuci dan dikeringkan selama sehari untuk kemudian dikupas kulit kopi tanduknya ketika kandungan air dalam kopi tinggal sekitar 36%. Proses dilanjutkan dengan mengeringkan biji kopi hingga benar-benar kering dan kandungan air hanya tinggal 12% – 13%. Biji kopi kemudian diistirahatkan selama beberapa hari sebelum dilakukan sorting menggunakan mesin maupun manual dengan tangan lalu dikemas.

Pertama kali mencoba Dolok Sanggul milik Morph, saya memilih Kalita wave untuk menyeduhnya.  Di kesempatan yang lain, saya berkesempatan mencoba espresso Dolok Sanggul yang diseduh langsung oleh Anggara Rizki, barista dari 1/15 Coffee. Pada IBC 2013 lalu, Rizki mengandalkan kopi ini untuk espresso yang berakhir dengan prestasi cukup membanggakan, yaitu menyabet peringkat keempat. Dolok Sanggul ini, menurut Rizki memiliki rasa asam khas buah stroberi. Kita juga bisa menemukan rasa dark chocolate dan manis palm sugar ketika meminumnya.

Dolok Sanggul - Espresso

Apakah benar saya bisa menemukan apa yang dideskripsikan oleh Rizki? Bagi penikmat kopi yang indera pengecapnya belum terlatih dengan baik seperti saya, meskipun bisa merasakan perbedaan citarasa kopi satu dengan yang lain namun agak sulit untuk menerjemahkan rasa apa saja yang saya temukan dalam kopi yang saya minum. Nah, untuk membuktikan apa yang telah dideskripsikannya, Rizki membuatkan sebuah signature drink yang konsepnya adalah memperkuat citarasa espresso Dolok Sanggul.

Bahan-bahan yang dipersiapkan adalah buah stroberi, dark chocolate, dan gula. Ketiga bahan ini dicampur dan diolah menggunakan Thermomix. Rizki menceritakan bahwa ia membutuhkan lima kali percobaan sebelum akhirnya mendapatkan paduan komposisi bahan dan pengaturan suhu dan waktu yang pas agar campuran yang dibutuhkan memiliki rasa dan tekstur seperti yang diinginkan. Rumus akhir inilah yang kemudian ia bawa ke final IBC 2013 untuk diubah menjadi sebuah minuman pamungkas, penutup penampilannya.

ingredients

Campuran dari bahan stroberi, dark chocolate, dan gula tersebut dipadukan dengan satu shot espresso Dolok Sanggul dalam sebuah gelas dengan perbandingan entah-berapa-saya-lupa. 😀

Dolok Sanggul - signature 01

Hasilnya adalah sebuah minuman dengan citarasa kopi Dolok Sanggul yang tidak berubah namun elemen-elemen rasa di dalamnya terasa lebih mencuat di lidah. Otak saya pun merekam, “Oohh… Asam yang terasa di espresso Dolok Sanggul itu sama dengan asamnya strawberry toh.” Saya juga bisa mengidentifikasi rasa manis dan rasa dark chocolate yang sama dari espresso Dolok Sanggul dengan intensitas lebih tinggi pada racikan signature drink ini. Sungguh sebuah pengalaman yang sangat menarik bagi seorang penikmat kopi awam.

Dolok Sanggul - signature 02

Terima kasih kepada 1/15 Coffee dan Morph Coffee yang telah mengundang untuk ikut merasakan pengalaman para juri Indonesian Barista Competition, yaitu mencicipi espresso dan signature drink para barista terbaik.

Mari ngopi!

 


ABOUT THE AUTHOR