1/15 Aeropress Competition

November 01, 2013 / by / 1 Comment


Mungkin sebelum saya menyajikan liputan mengenai kompetisi ini, ada baiknya Anda mengetahui apa itu Aeropress. Ditemukan pada tahun 2005 oleh Alan Adler, Aeropress merupakan sebuah alat seduh berbentuk seperti alat suntik raksasa. Saat ini Aeropress mulai populer digunakan oleh para penikmat kopi karena sederhana dan mudah digunakan dengan berbagai cara.

Aeropress 02

Tren penggunaan Aeropress ini sepertinya tidak luput dari pengamatan para penggiat kopi di 1/15 Coffee. Oleh karena itu mereka mempelopori sebuah kompetisi bertajuk Aeropress Competition yang diadakan pada hari ini, 1 November 2013, bertempat di gerai 1/15 Coffee, Jl. Gandaria 1 no. 63, Jakarta Selatan.

Delapan belas orang akan berkompetisi memperebutkan gelar juara di depan tiga orang juri yang sangat kompeten. Para juri yang terhormat adalah Arief Said dari Morph Coffee, Mira Yudha dari Caswell’s Coffee, dan Ibu Tuti Mochtar dari Santino Coffee.

Ingin tahu keseruan kompetisinya? Ikuti terus updatenya di artikel ini.

18.50 Kompetisi dimulai

MC membuka acara dengan penjelasan  jumlah kontestan, perkenalan juri, dan juga penjelasan teknis lomba. Semua kontestan akan menggunakan kopi yang sama yaitu kopi Sunda Hejo yang disangrai oleh Morph Coffee. Dalam satu waktu tiga orang kontestan akan bertanding dengan sistem gugur. Setiap kontestan diberi batas waktu selama 8 menit untuk menyeduh kopi. Dalam selang waktu tersebut, kontestan dapat menyeduh kopi berkali-kali untuk menyajikan kopi yang terbaik kepada juri. Juri kemudian akan melakukan blind test dari ketiga kopi yang disajikan untuk menentukan kopi mana yang terbaik.

[No pictures in galley]

Hampir semua kontestan menggunakan metode inverted dimana pada saat menyeduh plunger berada di posisi bawah dan chamber di posisi atas. Meskipun metodenya sama, namun masih banyak faktor lain yang dapat menentukan citarasa akhir dari kopi yang tersaji di setiap cangkir. Faktor lain tersebut antara lain tingkat kehalusan bubuk kopi, rasio bubuk kopi dan air, suhu air, dan waktu penyeduhan.

[No pictures in galley]

8.25 Setelah melalui enam ronde dimana setiap rondenya tiga kontestan bertarung dan dipilih satu pemenang, maka di babak selanjutnya tersaring enam semifinalis.

Para kontestan yang berhak maju ke babak semifinal adalah Alex, Fariez, Trisa, Cecil, Sophyan, dan Ve Handojo. Di ronde pertama Cecil, Sophyan, dan Ve akan beradu teknik untuk mendapatkan tiket ke babak final.

8.37 Juri memutuskan bahwa seduhan kopi Sophyan adalah yang terbaik dibandingkan kedua kontestan lainnya. Sophyan akan maju ke final

8.45 Hasil dari ronde kedua babak semifinal meloloskan Fariez ke babak final.

Dua finalis memanfaatkan waktu delapan menit untuk mengesankan juri dengan hasil seduhan kopi mereka. Masing-masing dengan metode spesial yang telah mereka uji pada saat masa persiapan. Sebagai informasi, biji kopi Sunda Hejo yang digunakan dalam kompetisi ini dikirimkan ke semua kontestan dua minggu sebelum kompetisi agar masing-masing memiliki waktu untuk mengenali dan mengoptimalkan karakter kopi tersebut.

8.55 Akhirnya setelah melalui blind test yang ketat dari para juri, pemenang 1/15 Aeropress Competition kali ini disabet oleh Sophyan, perwakilan dari Getback Coffee.

[No pictures in galley]

Sang juara berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 700 ribu dan berlangganan kopi dari Morph Coffee selama 3 bulan. Selamat untuk Sophyan! Semoga kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara kontinu untuk menggairahkan dunia kopi Indonesia.


ABOUT THE AUTHOR