Espresscoffee_bar

Espress Coffee

March 26, 2014 / by / 2 Comments

Espress Coffee collage01 Espress Coffee collage02

Penat setelah seharian berkutat sebagai relawan di acara ILAC 2014 harus diobati dengan berjalan-jalan menikmati atmosfer Bali. Kebetulan di suatu malam, adik saya yang tinggal di Denpasar bersedia mengantar saya untuk melakukan ziarah kopi, mengunjungi kedai-kedai kopi di Bali yang belum pernah saya singgahi sebelumnya. Malam itu saya memisahkan diri dengan para relawan lainnya yang diundang oleh sponsor untuk sebuah perjamuan.

Singkat cerita sebenarnya malam itu saya bertujuan untuk ngopi di Sensa Koffie, namun sayang takdir belum mengijinkan. Setelah menghabiskan waktu cukup lama untuk mencari lokasinya (yang ternyata beberapa kali dilewati namun tidak terlihat), kami tiba di Sensa tepat ketika jam bukanya sudah berakhir. Mobil yang disopiri oleh adik saya pun kembali menjejak aspal dan kemudi diarahkan ke sebuah kedai kopi lain, masih di ruas jalan yang sama.

Kedai kopi tersebut bernama Espress Coffee. Sejujurnya tampilan luar kedai ini tidak begitu menarik, namun setidaknya saat itu masih buka hingga jam 11 malam. Pengunjungnya pun cukup ramai, sehingga saya berasumsi kopinya pastilah bisa dinikmati dengan baik. ūüėÜ

Begitu masuk ke dalamnya, mata saya langsung tertuju ke sebuah mesin La Cimbali dan dua buah grinder Mazzer Mini yang duduk manis di atas bar. Sontak saya berkata dalam hati, “Wah, ini kedai kopi yang serius!”. Saya tinggal berharap kepada sang Barista untuk bisa “memainkan” peralatannya dengan baik. ūüėÜ

Espresscoffee_latte

Dan ternyata saya memang tidak salah memilih tempat ngopi. Secangkir cafe latte panas untuk saya disajikan dengan sangat baik, dan rasanya pun nikmat. Nuansa temaram interior bertema industrial dengan sebuah karya mural (yang sepertinya merupakan perwujudan Betari Durga) berukuran besar di salah satu sudut dinding membuat saya betah berlama-lama. Satu hal yang benar-benar menarik perhatian saya adalah pojok bar dengan meja yang desainnya jadul sekali dan di atasnya ada sebuah foto keluarga Soekarno tergantung. Membuat memori saya sesaat melayang ke rumah kakek dan nenek di desa.

Sisa malam pun saya lewati dengan menyesap kopi hangat, perlahan,  sambil disela obrolan ringan dengan adik lelaki yang sudah cukup lama tak bersua.

——————————————————————————————————————————————–

Mesin espresso: La Cimbali

Grinder: Mazzer Mini

Manual brewing: Vietnam drip

Roaster:

Espresso blend: Illy Coffee

Single origin: Caswell’s Coffee

Operasional: Senin РMinggu 08.00 Р23.00

Wi-Fi: YA

W.C: YA

——————————————————————————————————————————————–


ABOUT THE AUTHOR