Old Town
25 May

Ngopi di BSD

By / on Advertorial

Akhir pekan terkadang tidak bisa dilewatkan dengan bersantai sepanjang waktu karena ada pekerjaan yang menuntut untuk segera diselesaikan. Di saat-saat seperti inilah saya butuh pergi ke kedai kopi, coffee shop, coffee house, kafe, atau apalah semacamnya, agar dapat bekerja dengan konsentrasi penuh. Berhubung saya tinggal di area yang dekat dengan kota BSD, pilihan yang ekonomis dari sisi waktu dan konsumsi bahan bakar tentulah mencari tempat ngopi sekaligus untuk kerja di sekitaran BSD. BSD City saat ini sebenarnya sudah menjelma menjadi sebuah kawasan hunian dengan fasilitas yang sangat lengkap. Sayangnya, bagi pecinta kopi seperti saya, sulit menemukan atau bisa dibilang tidak ada kedai kopi artisan seperti yang banyak  bermunculan di Jakarta. Tempat ngopi bukannya tidak ada, cukup banyak malah, tetapi semuanya adalah coffee chain dengan kualitas kopi yang tidak bisa dibilang istimewa. Eh, tapi bukannya tidak enak lho. Masing-masing coffee chain ini menurut saya punya kelebihan masing-masing. Jika Anda ingin mengisi perut sembari minum kopi, Old Town White Coffee dan kedai kopi Papa Ong menyajikan menu “makanan berat” yang variatif. Saya pribadi lebih memilih Old Town karena banyak variasi menunya yang cocok dengan selera saya. Namun apabila Anda mencari menu makanan sekaligus ingin mencicipi kopi cincau yang enak,  silahkan Anda singgah di kedai kopi Papa Ong. Untuk penyuka cappuccino, pilihan yang sesuai adalah Cuppa Coffee atau J.Co. Starbucks adalah juaranya Caramel Macchiato, sedangkan jika ingin menikmati kopi hitam asli Indonesia, saya lebih memilih Excelso. Alasan lain saya suka ngopi di Excelso adalah karena lokasinya yang berada di The Breeze. Kenapa saya suka The Breeze? Wah, Anda datang sendiri aja deh daripada saya berpanjang cerita. 😀 Tentu saja pendapat di atas adalah berdasarkan pengalaman saya pribadi. Anda boleh setuju ataupun tidak. Boleh percaya, boleh juga tidak. Nah, jika Anda sedang berada di BSD city atau memang warga BSD city dan sekitarnya, dan ingin ke salah satu tempat ngopi di atas tapi tidak tahu lokasinya, tanya aja lewat twitter Sinarmas Land atau facebooknya.

Mari ngopi!

READ MORE
DeKoffievarian
18 Mar

Take your best shot!

By / on Advertorial

Menikmati akhir pekan bersama keluarga di mall mungkin adalah sebuah kegiatan yang sangat umum dilakukan oleh kaum #kelasmenengahngehek seperti saya ini. Bukan bermaksud sok-sokan sih, tapi sekarang ini memang banyak mall yang memiliki taman bermain untuk balita dan anak-anak. Jadi paling tidak dua atau tiga minggu sekali saya mengajak anak saya untuk bermain di playground  yang ada di mall. 😆

Kebetulan ketika pada hari Sabtu lalu sedang jalan-jalan ke Senayan City bersama keluarga, di atriumnya sedang ada sebuah aktivitas yang menarik perhatian saya. Di atrium yang luas itu tampak ada dua pop-up bar dan sebuah panggung dengan dekorasi tiga botol minuman raksasa. Ketika saya akan mendekat ke bar untuk menghilangkan rasa penasaran, seorang SPG langsung mendekat dan menawarkan sebuah produk minuman baru yang ternyata adalah kopi siap minum dengan nama De’Koffie.

DeKoffiebar

Mbak SPG yang cantik menyodorkan kepada saya tiga varian De’Koffie, yaitu Original, Latte, dan Mocha. “Pilih satu, Mas. Gratis!”, katanya. Saya pun memilih varian yang Original karena berdasarkan pengalaman saya mencoba minuman kopi ready-to-drink selalu terasa manis sekali buat saya. Sedangkan sehari-harinya saya tidak pernah menambahkan gula di setiap cangkir kopi yang saya minum. Jadi setidaknya dalam benak saya, varian yang Original tidak akan semanis dua varian lainnya. 😆

“Silahkan dikocok dulu sebelum diminum, Mas. Soalnya ada micro grind coffee di dalam De’Koffie. Jadi Mas akan mendapatkan citarasa kopi yang lebih kaya.” Saya mengangguk-angguk saja mendengar penjelasan Mbak tersebut.

DeKoffieSPG

Menurut saya rasa De’Koffie enak. Manis sih, tapi masih pas dengan selera saya. Jangan dibandingkan dengan rasa kopi arabika premium, jelas beda. Tapi dibandingkan kopi siap minum lain yang ada di pasaran, saya lebih suka De’Koffie. Apalagi ukurannya juga cukup kecil, hanya 130 ml. Buat apa minum kopi banyak-banyak, bukannya mengembalikan fokus, yang ada nanti malah kembung. 😛

Di acara launching De’Koffie itu saya juga membeli satu paket promo berisi tiga varian De’Koffie supaya bisa mencoba rasa yang lain. Eh, bukan ding, saya beli paket promo yang dijual di bar supaya bisa mendapatkan voucher foto. Habis foto boothnya keren sih! 😆

DeKoffiephoto

Tidak hanya industri kopi spesial (specialty coffee) yang makin bergairah tiap tahunnya. Pasar kopi siap minum ternyata juga mampu tumbuh di atas 10% tiap tahun, meskipun pangsa pasarnya masih sangat kecil dibandingkan dengan kopi siap saji. Informasi ini saya dapatkan dari Pak William Tang, brand manager De’Koffie yang juga hadir di acara. Pak William mengatakan bahwa persaingan di segmen kopi siap saji cukup tinggi, namun Beliau yakin bahwa De’Koffie menawarkan sesuatu yang berbeda yang akan disukai oleh konsumen, terutama mereka yang butuh ngopi namun tidak sempat meluangkan waktu karena kesibukan yang sangat padat.

DeKoffieOriginalmeme

READ MORE