Posted on 10 July 2008.
Demi gelas-gelas kopi tidak berampas yang merekatkan kita di malam-malam sepi bersumpahlah, bahwa kamu tidak akan pernah mencintaiku. Jika kamu tidak mencintaiku maka sudah pasti aku tidak perlu memikirkan bagaimana aku harus mencintaimu. Cinta hanya menambah pelik kebersamaan. Kita sedang berusaha untuk menawarkan rasa pahit hidup yang membekas di pangkal lidah. Jadi yang hanya perlu [...]
Read the full story
Posted in My Imagination
Posted on 06 July 2008.
Sudah kulipat Tuhan dalam sajadah titipan ibu dan tersimpan rapi dalam lemari. Sudah kugencet Tuhan yang terlipat dalam sajadah dengan tumpukan jeans, kemeja, t-shirt, dan sebagainya. Berlagak melupa. Tiap hari kupakai baju dunia. Berlari kesana kemari mengejar kejayaan. Jilat sana sini mencari celah biar bisa berdiri paling depan. Oh iya, senang-senang keluar masuk klab juga [...]
Read the full story
Posted in My Imagination
Posted on 30 June 2008.
Sorot matahari telah menembus melalui kisi-kisi jendela kamar, mencakar-cakar wajah lelaki itu. Dia menggeliat, pelan-pelan membuka kedua kelopak matanya. Masih memicing karena silau sinar yang seperti menyorot ke dirinya. Menyorot ketelanjangan dan dosa-dosanya. Perlahan dia angkat tubuhnya, menyisihkan selimut yang menutup hingga ujung dadanya. Dada bidang yang telah menjadi sandaran wanita-wanita yang tak kurang suatu [...]
Read the full story
Posted in My Imagination
Posted on 30 June 2008.
Bandung, 20:45, di kedai kopiku, hujan gerimis di luaran. “Minta Americano kaya’ biasa aja, Ren”, pinta seorang wanita yang baru datang kepadaku dan langsung terbayang di otakku secangkir black coffee. Sejurus kemudian aku sudah memasukkan biji-biji kopi ke dalam grinder. Biji-biji itu menimbulkan keributan sesaat ketika grinder kunyalakan dan hanya dalam beberapa detik mereka hancur [...]
Read the full story
Posted in My Imagination