25 Apr

Doddy Samsura, Barista Terbaik Di IBC 2013

By / on Profile

Kompetisi barista Indonesia tahun 2013 baru saja berakhir. Barista terbaik Indonesia telah terpilih di babak Grand Final yang diadakan bersamaan dengan Food and Hotel Expo Indonesia pada tanggal 13 April 2013. Sayang sekali saya melewatkan puncak acara Indonesian Barista Competition tersebut karena ada acara lain yang tidak kalah penting. Bahkan saya juga tidak tahu siapakah sang barista jawara hingga satu minggu lalu, ketika saya datang ke 1/15 Coffee untuk ngopi. Ketika itu saya bertanya ke teman-teman barista 1/15 Coffee mengenai hasil kompetisi, dan terkejut mengetahui juaranya adalah Doddy Samsura, salah satu barista senior di 1/15 Coffee dan juga merupakan juara IBC 2011. Jadi ini adalah kemenangan Doddy kedua di IBC dan berturutan. (more…)

READ MORE
26 Feb

Lentera jiwa Hideo Gunawan

By / on Profile

Saya teringat ketika itu kali pertama saya berkunjung ke Pasar Santa dan singgah di toko kopi milik Christine Tandibua. Saat itu ada seorang pria yang sedang tidur-tiduran di dekat tumpukan karung kopi Toraja Sapan. Saya pikir dia adalah saudaranya karena bentuk wajah yang mirip, yang baru saya ketahui kemudian bahwa sang pria tersebut juga berasal dari Makassar, sama dengan daerah asal Christine.

Setelah berkenalan, saya tahu namanya adalah Hideo Gunawan. Seingat saya, ketika kenal di bulan Januari tahun 2012 itu, dia masih bekerja di sebuah perusahaan yang berhubungan dengan audio. Hideo ternyata juga seorang alumni ITB, sama seperti saya, hanya saja angkatannya lebih muda dan berbeda jurusan. Saya lulus dari jurusan Geologi sedangkan Hideo dari Fisika Teknik. (more…)

READ MORE
16 Jan

Christine dan Sapan Coffee

By / on Profile

Christine Tandibua, perempuan kelahiran Toraja ini datang ke Jakarta pertama kali di tahun 2006. Sempat bekerja di beberapa perusahaan swasta sebelum akhirnya memutuskan untuk banting stir menjadi seorang pengusaha. Christine memilih berdagang  biji kopi yang berasal dari tanah kelahirannya sendiri, Sapan Minanga, Toraja. Meskipun latar belakang pendidikannya sebagai seorang sarjana elektro mungkin nggak nyambung dengan dunia kopi tetapi Christine tidak gentar. Kebetulan ayahnya adalah pensiunan dari Dinas Perkebunan dan pernah bekerja untuk sebuah perusahaan pengekspor kopi terbesar di Toraja, sehingga Christine sebenarnya tidak benar-benar asing di industri kopi meskipun mengaku masih terus belajar untuk meningkatkan dan menjaga kualitas kopi yang dijualnya. Di Toraja sana, ayahnya membantu mengumpulkan dan menyortir biji kopi dari para petani di desa Sapan sebelum dikirim ke Jakarta. Dimulai dengan berjualan dari rumah kontrakan di tahun 2008, saat ini Christine sudah menyewa sebuah kios di pasar modern dan diberi nama Dapoer Kopi.

Saya pertama kali mengetahui sosok Christine dari artikel di blog cikopi dan kemudian berkenalan di sebuah acara bincang kopi pada bulan Oktober tahun lalu, tetapi baru minggu kemarin saya bisa meluangkan waktu untuk singgah di kios kopinya. Menurut saya, Christine adalah orang yang menyenangkan untuk diajak ngobrol dan diskusi. Saya rasa hal ini juga bisa dirasakan oleh para pembeli di Dapoer Kopi karena ketika saya datang ada beberapa pelanggan yang juga sedang asyik berbincang dengannya.

Omset Pembeli kopi Sapan dari Dapoer Kopi sudah cukup banyak, baik dari kafe, roaster, ataupun untuk konsumsi pribadi. Awalnya dengan idealismenya, Christine agak enggan melayani pembeli ritel, tetapi karena banyak juga pembeli ritel yang sudah rela datang jauh-jauh akhirnya sekarang Christine dengan senang hati melayani dan berbincang dengan siapapun pembelinya. Kalo dipikir-pikir,  makin banyak orang yang datang ke Dapoer Kopi untuk membeli atau mencicipi kopi Sapan, terlepas dari banyak sedikitnya kopi yang dibeli, akan membantunya mengenalkan kopi ini lebih luas. Begitulah katanya.

Kalau Anda penggemar kopi Toraja dengan karakter yang beraroma wangi, pekat, dan acidity sedang boleh coba mampir ke Dapoer Kopi di Pasar Modern Santa Lantai Dasar Blok A No. 33, Jl. Cipaku I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bisa juga add FB-nya di http://www.facebook.com/sapancoffee kalau ingin pesan antar. Saya sendiri sudah merasakan kopi asli Indonesia ini. Mantap!

READ MORE

26 Jun

Putri Kopi Indonesia 2011

By / on Profile

Pertama kali berkenalan di gedung ICCRI, Jember, dia menyebutkan nama Laskary. Tetapi di kesempatan berikutnya saat ngobrol bareng di satu meja, manajernya memanggilnya dengan nama Mela. Penasaran, saya googling dan baru mengetahui nama lengkapnya adalah Laskary Andaly Metal Biticaca. Dia adalah Putri Kopi Indonesia 2011 yang baru saja terpilih. Mela, gadis Toraja kelahiran Soroako, mewakili Sulawesi Selatan dalam kegiatan yang digagas oleh Yayasan Kebanggaan Indonesia bekerjasama dengan Dirjen Pemasaran Kemenbudpar tersebut.

Mela ternyata satu almamater dengan saya di ITB, hanya beda 4 angkatan. :p Masuk S1 Biologi pada tahun 2005, saat ini sedang melanjutkan S2 di Teknik Perminyakan ITB.

Mela akan mewakili Indonesia di ajang International Coffee Pageant, Colombia, pada bulan Januari 2012 nanti. Kehadirannya di acara Temu Lapang Kopi 2011 ini selain mengenalkan kepada pelaku industri kopi bahwa Indonesia memiliki seorang duta kopi, juga bisa digunakan oleh Mela untuk memperdalam pengetahuannya mengenai kopi. Semoga peran Mela di kancah internasional bisa semakin meningkatkan citra kopi Indonesia.

READ MORE