<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mau pesan kopi apa?</title>
	<atom:link href="http://tukangkopi.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tukangkopi.com</link>
	<description>Menulis segala macam hal, tetapi kebanyakan tentang kopi, kuliner, dan cerpen.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 17:57:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Backyard Coffee</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2012/02/backyard-coffee/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2012/02/backyard-coffee/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 16:46:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Backyard Coffee]]></category>
		<category><![CDATA[Bintaro Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[coffee shop]]></category>
		<category><![CDATA[Hazelnut Latte]]></category>
		<category><![CDATA[Maliq & D'Essentials]]></category>
		<category><![CDATA[Sanremo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=1040</guid>
		<description><![CDATA[Ngopi buat sebagian orang erat kaitannya dengan proses pencarian ide. Mungkin itulah tujuan para personel Maliq &#38; D&#8217;Essentials mendirikan kedai kopi ini di ruang bawah studio musik mereka. Backyard Coffee terletak di daerah Bintaro Jaya, sebuah kota satelit yang berkembang dengan pesat. Lokasi tempat tinggal saya sendiri dekat dengan daerah tersebut, dan selama ini saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><span style="text-align: left;">Ngopi buat sebagian orang erat kaitannya dengan proses pencarian ide. Mungkin itulah tujuan para personel Maliq &amp; D&#8217;Essentials mendirikan kedai kopi ini di ruang bawah studio musik mereka. Backyard Coffee terletak di daerah Bintaro Jaya, sebuah kota satelit yang berkembang dengan pesat. Lokasi tempat tinggal saya sendiri dekat dengan daerah tersebut, dan selama ini saya merasa memang kedai kopi yang asyik buat nongkrong dekat rumah sangat jarang. Adanya Backyard Coffee tentu membuat pilihan tempat saya ngopi sambil kerja atau nongkrong bertambah.</span></p>
<p><a style="text-align: center;" href="http://tukangkopi.com/2012/02/backyard-coffee/p1060938-copy/" rel="attachment wp-att-1042"><img class="aligncenter  wp-image-1042" style="border-style: initial; border-color: initial;" title="interior-backyard-coffee" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/02/P1060938-copy.jpg" alt="" width="560" height="421" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Ruangan dalam kedai kopi ini tidak terlalu luas dengan desain interior yang sederhana. Ada sebuah bar yang tersusun dari kaset bekas dengan mesin kopi Sanremo dan grinder yang tidak saya ketahui mereknya. Berbagai pernak-pernik menarik dari piano tua hingga karya desain grafis bergaya pop art memberikan suasana yang hangat dan menyenangkan. Kalau mau ngopi dengan suasana outdoor juga bisa memilih untuk duduk di bangku yang ada di teras kedai.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/02/backyard-coffee/p1060936-copy/" rel="attachment wp-att-1041"><img class="aligncenter  wp-image-1041" title="bar-backyard" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/02/P1060936-copy.jpg" alt="" width="560" height="421" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Di kunjungan perdana saya memesan Hazelnut Latte. Mbak Barista pun segera beraksi meracik pesanan. Menariknya, mbak Barista yang saya lupa namanya ternyata adalah seorang eks bartender dan baru belajar jadi Barista ketika bekerja di Backyard Coffee. Eh, tapi Hazelnut Latte buatannya mantap lho rasanya. Layernya rapi dan busa susunya lembut sekali.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/02/backyard-coffee/p1060951-copy/" rel="attachment wp-att-1044"><img class="aligncenter  wp-image-1044" title="Hazelnut-Latte" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/02/P1060951-copy.jpg" alt="" width="420" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Soal harga? Mmm.. Saya rasa walaupun tidak bisa dibilang murah, tetapi setimpal dengan waktu yang bisa kita habiskan di sini ber-wifi ria atau sekedar ngobrol ngalor ngidul. Hahaha&#8230; Siapa tahu juga bisa bertemu atau malah nge-jam bareng dengan Maliq. :p</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/02/backyard-coffee/p1060976-copy/" rel="attachment wp-att-1045"><img class="aligncenter  wp-image-1045" title="P1060976 copy" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/02/P1060976-copy.jpg" alt="" width="560" height="419" /></a></p>
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2012/02/backyard-coffee/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kambing Bakar Non Kolesterol</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2012/01/kambing-bakar-non-kolesterol/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2012/01/kambing-bakar-non-kolesterol/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 06:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[All You Can Eat]]></category>
		<category><![CDATA[kambing bakar]]></category>
		<category><![CDATA[Kambing Bakar Cairo]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Melawai]]></category>
		<category><![CDATA[non kolesterol]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=1032</guid>
		<description><![CDATA[Beneran nih non kolesterol? Setidaknya begitulah yang diklaim oleh sang pemilik. Di belakang meja kasir terpampang poster besar dengan tulisan yang memberikan informasi mengapa menu kambing bakar yang disajikan bebas kolesterol. Alasan pertama adalah karena  mereka memakai bahan dasar daging kambing muda yang mengandung kadar lemak dan kolesterol lebih rendah. Diperkuat dengan bumbu rempah-rempah khas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beneran nih non kolesterol? Setidaknya begitulah yang diklaim oleh sang pemilik. Di belakang meja kasir terpampang poster besar dengan tulisan yang memberikan informasi mengapa menu kambing bakar yang disajikan bebas kolesterol. Alasan pertama adalah karena  mereka memakai bahan dasar daging kambing muda yang mengandung kadar lemak dan kolesterol lebih rendah. Diperkuat dengan bumbu rempah-rempah khas timur tengah dan dibakar kering, membuat kolesterol dapat dinetralisir. Kenyataannya? Ya jangan tanya saya. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/kambing-bakar-non-kolesterol/p1060709-copy-2/" rel="attachment wp-att-1033"><img class="aligncenter  wp-image-1033" title="kambing-bakar-350gr" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060709-copy-2.jpg" alt="" width="419" height="560" /></a></p>
<p>Tetapi terus terang saya agak heran juga ketika mencoba mampir di tempat makan bernama Kambing Bakar Cairo ini. Cukup banyak pengunjungnya yang berusia paruh baya. Terlintas di pikiran saya apakah mereka tidak memiliki masalah kolesterol atau memang kambing bakar di restoran ini benar-benar bebas kolestrol? Ya, apapun jawabannya memang rasa kambing bakar ini menurut saya spesial. Soal harga juga wajar lah. Satu porsi kambing bakar dengan berat 350 gr ditukar dengan selembar uang Rp 50ribuan. Saya puas dan kenyang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/kambing-bakar-non-kolesterol/kambing-cairo/" rel="attachment wp-att-1034"><img class="aligncenter  wp-image-1034" title="Kambing Cairo" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/Kambing-Cairo.jpg" alt="" width="421" height="560" /></a></p>
<p>Oiya, kenapa namanya Kambing Bakar Cairo? Memangnya yang ada di Melawai ini cabang dari Kairo? Mungkin saja ya. Hahaha&#8230; Soalnya restoran ini punya <em>tagline </em>&#8220;Terlezat ke-2 setimur tengah&#8221;!</p>
<p><em>Saya langsung membayangkan yang terlezat nomer satu seperti apa ya rasa kambing bakarnya? <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2012/01/kambing-bakar-non-kolesterol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Brewing for Charity (bagian 2)</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2012/01/brewing-for-charity-bagian-2/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2012/01/brewing-for-charity-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 09:48:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Journey]]></category>
		<category><![CDATA[anomali coffee]]></category>
		<category><![CDATA[belajar kopi]]></category>
		<category><![CDATA[brewing for charity]]></category>
		<category><![CDATA[coffee]]></category>
		<category><![CDATA[cupping]]></category>
		<category><![CDATA[SCAA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=1016</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Fragrance/Aroma, Flavor, Aftertaste, Acidity, dan Body, mari kita lanjutkan membahas: Balance, didefinisikan sebagai keseimbangan antara berbagai aspek: flavor, aftertaste, acidity, dan body dari sampel kopi. Jika ada komponen yang begitu dominan maka aspek balance akan dinilai lebih rendah. Sweetness mengacu pada ada tidaknya rasa manis yang muncul dalam kopi. Buat orang awam mungkin agak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/brewing-for-charity-bagian-1/p1060562-copy/" rel="attachment wp-att-1000"><img class="aligncenter  wp-image-1000" title="brewing-for-charity" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060562-copy.jpg" alt="" width="421" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Setelah <em>Fragrance/Aroma, Flavor, Aftertaste, Acidity,</em> dan <em>Body</em>, mari kita lanjutkan membahas:</p>
<p><em>Balance,</em> didefinisikan sebagai keseimbangan antara berbagai aspek: <em>flavor, aftertaste, acidity,</em> dan <em>body</em> dari sampel kopi. Jika ada komponen yang begitu dominan maka aspek <em>balance</em> akan dinilai lebih rendah.</p>
<p><em>Sweetness</em> mengacu pada ada tidaknya rasa manis yang muncul dalam kopi. Buat orang awam mungkin agak aneh ya, perasaan rasa kopi tanpa gula itu pahit saja tapi kok bisa ada aspek <em>sweetness</em> yang dinilai? Menurut SCAA, persepsi rasa manis tersebut muncul karena adanya senyawa karbohidrat tertentu di dalam kopi.</p>
<p><em>Clean Cup,</em> dievaluasi dengan memperhatikan keseluruhan citarasa sejak awal kopi diseruput hingga melewati kerongkongan atau diludahkan. Munculnya rasa atau aroma apapun selain kopi (misalnya aroma apek, rasa sabun, atau minyak) bisa mendiskualifikasi sampel kopi.</p>
<p><em>Uniformity</em> mengacu pada konsistensi rasa dari cangkir yang berbeda untuk sampel yang sama. Protokol standar SCAA menyebutkan bahwa untuk satu sampel kopi harus dibuat paling tidak sebanyak 5 cangkir. Namun karena di kegiatan <em>cupping</em> kali ini untuk satu sampel hanya dibuat satu cangkir (<em>paper cup</em>) maka penilaian di aspek ini diabaikan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/brewing-for-charity-bagian-2/p1060569-copy/" rel="attachment wp-att-1019"><img class="aligncenter  wp-image-1019" title="cupping-form" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060569-copy.jpg" alt="" width="420" height="560" /></a></p>
<p>Selain kedelapan aspek penilaian di atas sebenarnya ada lagi aspek lain yang dinilai yaitu <em>Overall</em> dan <em>Defects</em>. Tapi jujur saya belum mengerti apa maksud dari istilah tersebut dan bagaimana cara mengevaluasi dan memberikan penilaian. Mas Arif hanya menerangkan bahwa nilai di kolom <em>Overall</em> merepresentasikan preferensi kita terhadap masing-masing sampel kopi. Sampel kopi yang kita sukai akan diberi nilai lebih tinggi dibanding sampel kopi lain yang kurang atau tidak kita sukai. Sedangkan untuk aspek <em>Defects</em> sepertinya luput dijelaskan oleh Mas Arif. Namun jika membaca di SCAA Protocols untuk <em>cupping</em>, penjelasan mengenai aspek <em>Overall</em> dan <em>Defects</em> jauh lebih detil daripada itu dan cukup sulit untuk menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia. Jadi mengenai <em>Overall </em>dan <em>Defects</em> infonya nanti akan saya update lagi kalau sudah berhasil mengerti. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Waktu dua jam yang digunakan untuk belajar <em>cupping</em> di acara Brewing for Charity terasa sangat cepat berlalu. Saya merasa masih belum berhasil dalam memberikan penilaian yang sesuai untuk masing-masing kopi yang saya cicipi, tetapi setidaknya pengetahuan saya dan juga teman-teman yang lain tentang kopi sedikit bertambah. Untuk bisa melakukan <em>cupping</em> dengan benar memang perlu latihan rutin dan percaya dengan indera penciuman dan pengecap kita sendiri.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/brewing-for-charity-bagian-1/p1060612-copy/" rel="attachment wp-att-1004"><img class="aligncenter  wp-image-1004" title="peserta-brewing-for-charity" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060612-copy.jpg" alt="" width="560" height="421" /></a></p>
<p>Oh iya, di akhir sesi semua peserta diminta menebak asal dari kopi berlabel A, B, dan C tersebut. Tebakan saya: A = Sumatera, B = Bali, C = Papua (walaupun kurang yakin rasa kopi Papua seperti itu). Nah, jawaban yang benar adalah: A = Sumatera, B = Bali, dan C = Toraja. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/brewing-for-charity-bagian-1/p1060615-copy/" rel="attachment wp-att-998"><img class="aligncenter  wp-image-998" title="anomali-coffee" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060615-copy.jpg" alt="" width="421" height="560" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2012/01/brewing-for-charity-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Brewing for Charity (bagian 1)</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2012/01/brewing-for-charity-bagian-1/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2012/01/brewing-for-charity-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 10:41:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Journey]]></category>
		<category><![CDATA[anomali coffee]]></category>
		<category><![CDATA[belajar kopi]]></category>
		<category><![CDATA[brewing for charity]]></category>
		<category><![CDATA[coffee]]></category>
		<category><![CDATA[cupping]]></category>
		<category><![CDATA[SCAA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=997</guid>
		<description><![CDATA[Lupakan dulu mengenai cara memberikan nilai yang merepresentasikan kualitas untuk masing-masing kopi yang ada di dalam gelas kertas di atas meja. Buat peserta acara cupping yang sebagian besar awam, mengerti istilah-istilah yang ada di lembar penilaian kopi dengan standar SCAA (Specialty Coffee Association of America) saja sudah sulit. Tapi penjelasan dari Mas Arif, trainer dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/brewing-for-charity-bagian-1/p1060556-copy/" rel="attachment wp-att-999"><img class="aligncenter  wp-image-999" title="brewing-for-charity" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060556-copy.jpg" alt="" width="560" height="421" /></a></p>
<p>Lupakan dulu mengenai cara memberikan nilai yang merepresentasikan kualitas untuk masing-masing kopi yang ada di dalam gelas kertas di atas meja. Buat peserta acara <em>cupping</em> yang sebagian besar awam, mengerti istilah-istilah yang ada di lembar penilaian kopi dengan standar SCAA (Specialty Coffee Association of America) saja sudah sulit. Tapi penjelasan dari Mas Arif, trainer dari Anomali Coffee, bukannya tidak perlu disimak, anggap saja untuk menambah pengetahuan. Hal yang paling penting dari belajar <em>cupping</em> kali ini adalah untuk menyelami keunikan kopi sedikit lebih dalam lagi, lebih dari sekedar memilih kopi mana yang enak dan tidak enak sesuai selera kita.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/brewing-for-charity-bagian-1/p1060590-copy/" rel="attachment wp-att-1003"><img class="aligncenter  wp-image-1003" title="kopi-indonesia" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060590-copy.jpg" alt="" width="419" height="560" /></a></p>
<p>Tiga gelas kertas yang disajikan di depan masing-masing peserta <em>cupping session</em> berisi bubuk kopi dari tiga daerah penghasil kopi yang berbeda di Indonesia. Dilabeli dengan huruf A, B, dan, C, masing-masing kopi ini punya karakteristik yang berbeda meskipun sama-sama asli Indonesia. Selain itu <em>cupping form</em> dan sebatang pena disediakan agar ketiga kopi tersebut bisa dinilai citarasanya. Komponen-komponen yang ada di dalam cupping form yang mengambil standar SCAA adalah <em>Fragrance/Aroma, Flavor, Aftertaste, Acidity, Body, Balance, Uniformity, Clean Cup, </em>dan<em> Sweetness</em>.</p>
<p><em>Fragrance/Aroma</em> menilai aspek aromatik kopi. <em>Fragrance</em> didefinisikan sebagai bau dari bubuk kopi saat belum diseduh. <em>Aroma</em> didefinisikan sebagai bau kopi ketika diseduh dengan air panas.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/brewing-for-charity-bagian-1/p1060566-copy/" rel="attachment wp-att-1001"><img class="aligncenter  wp-image-1001" title="coffee-fragrance" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060566-copy.jpg" alt="" width="419" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/brewing-for-charity-bagian-1/p1060585-copy/" rel="attachment wp-att-1002"><img class="aligncenter  wp-image-1002" title="coffee-aroma" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060585-copy.jpg" alt="" width="421" height="560" /></a></p>
<p><em>Flavor</em> merepresentasikan karakter utama kopi. Penilaian untuk flavor memperhitungkan intensitas, kualitas, dan kompleksitas dari kombinasi rasa dan aroma yang bisa dinikmati ketika <em>menyeruput</em> kopi . Bahasa mudahnya menurut Mas Arif adalah menilai kekayaan rasa kopi.</p>
<p><em>Aftertaste</em> didefinisikan sebagai rasa yang tersisa di langit-langit bagian belakang dari rongga mulut setelah kopi diminum. Jika ada rasa yang kurang menyenangkan maka penilaiannya lebih rendah.</p>
<p><em>Acidity</em> menilai tingkat keasaman kopi. Pada tingkatan yang pas, keasaman bisa membuat kopi terasa menyenangkan, manis, dan berkarakter buah segar. Tingkat keasaman kopi yang terlalu intens akan terasa kurang menyenangkan meskipun kembali lagi pada selera pribadi. Masing-masing kopi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia sendiri punya karakter keasaman yang berbeda. Kopi dengan karakter keasaman yang tinggi seperti kopi Bali bisa saja memiliki skor yang sama tinggi dengan kopi Sumatera dengan karakter keasaman yang rendah. Skor akhir <em>acidity</em> harus menggambarkan kualitas keasaman yang dirasakan penguji relatif terhadap rasa yang diharapkan berdasarkan karakter asal kopi dan atau faktor lainnya.</p>
<p><em>Body</em> mungkin bisa didefinisikan dengan kelekatan atau viskositas. Karakter ini bisa dirasakan dengan mendiamkan kopi beberapa saat di rongga mulut dan kemudian menggosokkan lidah ke bagian langit-langit rongga mulut. <em>Body</em> memiliki tingkatan dari <em>thin</em>, <em>light</em>, hingga <em>heavy</em> sebagai representasi dari kandungan lemak dalam kopi.</p>
<p><em>(bersambung&#8230;)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2012/01/brewing-for-charity-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Christine dan Sapan Coffee</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2012/01/christine-dan-sapan-coffee/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2012/01/christine-dan-sapan-coffee/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 07:17:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[biji kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Christine Tandibua]]></category>
		<category><![CDATA[coffee bean]]></category>
		<category><![CDATA[dapoer kopi]]></category>
		<category><![CDATA[green bean]]></category>
		<category><![CDATA[pasar santa]]></category>
		<category><![CDATA[roasted bean]]></category>
		<category><![CDATA[Sapan]]></category>
		<category><![CDATA[sapan coffee]]></category>
		<category><![CDATA[Toraja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=967</guid>
		<description><![CDATA[Christine Tandibua, perempuan kelahiran Toraja ini datang ke Jakarta pertama kali di tahun 2006. Sempat bekerja di beberapa perusahaan swasta sebelum akhirnya memutuskan untuk banting stir menjadi seorang pengusaha. Christine memilih berdagang  biji kopi yang berasal dari tanah kelahirannya sendiri, Sapan Minanga, Toraja. Meskipun latar belakang pendidikannya sebagai seorang sarjana elektro mungkin nggak nyambung dengan dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/christine-dan-sapan-coffee/p1060552-copy/" rel="attachment wp-att-971"><img class="aligncenter  wp-image-971" title="P1060552 copy" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060552-copy.jpg" alt="" width="419" height="560" /></a></p>
<p><strong>Christine Tandibua</strong>, perempuan kelahiran Toraja ini datang ke Jakarta pertama kali di tahun 2006. Sempat bekerja di beberapa perusahaan swasta sebelum akhirnya memutuskan untuk banting stir menjadi seorang pengusaha. Christine memilih berdagang  biji kopi yang berasal dari tanah kelahirannya sendiri, Sapan Minanga, Toraja. Meskipun latar belakang pendidikannya sebagai seorang sarjana elektro mungkin <em>nggak nyambung</em> dengan dunia kopi tetapi Christine tidak gentar. Kebetulan ayahnya adalah pensiunan dari Dinas Perkebunan dan pernah bekerja untuk sebuah perusahaan pengekspor kopi terbesar di Toraja, sehingga Christine sebenarnya tidak benar-benar asing di industri kopi meskipun mengaku masih terus belajar untuk meningkatkan dan menjaga kualitas kopi yang dijualnya. Di Toraja sana, ayahnya membantu mengumpulkan dan menyortir biji kopi dari para petani di desa Sapan sebelum dikirim ke Jakarta. Dimulai dengan berjualan dari rumah kontrakan di tahun 2008, saat ini Christine sudah menyewa sebuah kios di pasar modern dan diberi nama Dapoer Kopi.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/christine-dan-sapan-coffee/p1060534-copy/" rel="attachment wp-att-969"><img class="aligncenter  wp-image-969" title="P1060534 copy" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060534-copy.jpg" alt="" width="419" height="560" /></a></p>
<p>Saya pertama kali mengetahui sosok Christine dari artikel di blog <a href="http://www.cikopi.com" target="_blank">cikopi</a> dan kemudian berkenalan di sebuah acara bincang kopi pada bulan Oktober tahun lalu, tetapi baru minggu kemarin saya bisa meluangkan waktu untuk singgah di kios kopinya. Menurut saya, Christine adalah orang yang menyenangkan untuk diajak ngobrol dan diskusi. Saya rasa hal ini juga bisa dirasakan oleh para pembeli di Dapoer Kopi karena ketika saya datang ada beberapa pelanggan yang juga sedang asyik berbincang dengannya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/christine-dan-sapan-coffee/p1060554-copy/" rel="attachment wp-att-972"><img class="aligncenter  wp-image-972" title="pelanggan-sapan-coffee" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060554-copy.jpg" alt="" width="560" height="421" /></a></p>
<p>Omset Pembeli kopi Sapan dari Dapoer Kopi sudah cukup banyak, baik dari kafe, <em>roaster</em>, ataupun untuk konsumsi pribadi. Awalnya dengan idealismenya, Christine agak enggan melayani pembeli ritel, tetapi karena banyak juga pembeli ritel yang sudah rela datang jauh-jauh akhirnya sekarang Christine dengan senang hati melayani dan berbincang dengan siapapun pembelinya. Kalo dipikir-pikir,  makin banyak orang yang datang ke Dapoer Kopi untuk membeli atau mencicipi kopi Sapan, terlepas dari banyak sedikitnya kopi yang dibeli, akan membantunya mengenalkan kopi ini lebih luas. Begitulah katanya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/christine-dan-sapan-coffee/p1060545-copy/" rel="attachment wp-att-970"><img class="aligncenter  wp-image-970" title="pembeli-sapan-coffee" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060545-copy.jpg" alt="" width="419" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Kalau Anda penggemar kopi Toraja dengan karakter yang beraroma wangi, pekat, dan <em>acidity </em>sedang boleh coba mampir ke Dapoer Kopi di Pasar Modern Santa Lantai Dasar Blok A No. 33, Jl. Cipaku I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bisa juga <em>add</em> FB-nya di <a href="http://www.facebook.com/sapancoffee">http://www.facebook.com/sapancoffee</a> kalau ingin pesan antar. Saya sendiri sudah merasakan kopi asli Indonesia ini. Mantap!</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/christine-dan-sapan-coffee/p1060528-copy/" rel="attachment wp-att-968"><img class="aligncenter  wp-image-968" title="roasted-bean-sapan-coffee" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060528-copy.jpg" alt="" width="419" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2012/01/christine-dan-sapan-coffee/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>That&#8217;s Life</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2012/01/thats-life/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2012/01/thats-life/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 23:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Journey]]></category>
		<category><![CDATA[coffee shop]]></category>
		<category><![CDATA[Java coffee]]></category>
		<category><![CDATA[kedai kopi]]></category>
		<category><![CDATA[keikei]]></category>
		<category><![CDATA[kue semprong]]></category>
		<category><![CDATA[singkong goreng]]></category>
		<category><![CDATA[That's Life Coffee]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=878</guid>
		<description><![CDATA[Secangkir kopi Java menemani saya menyelesaikan sebuah pekerjaan siang itu di sebuah kedai kopi yang tidak terlalu ramai. Lokasinya agak sulit ditemukan kalau baru datang untuk pertama kali. Pokoknya kalau sudah menemukan gerai KFC ketika melintasi Jl. Gunawarman kurangi kecepatan kendaraan dan melipir saja di sisi kiri jalan. Kedai kopi ini berada di sebuah rumah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/thats-life/p1060491-copy/" rel="attachment wp-att-879"><img class="aligncenter  wp-image-879" title="kopi-java-dan-semprong" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060491-copy.jpg" alt="" width="420" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Secangkir kopi Java menemani saya menyelesaikan sebuah pekerjaan siang itu di sebuah kedai kopi yang tidak terlalu ramai. Lokasinya agak sulit ditemukan kalau baru datang untuk pertama kali. Pokoknya kalau sudah menemukan gerai KFC ketika melintasi Jl. Gunawarman kurangi kecepatan kendaraan dan melipir saja di sisi kiri jalan. Kedai kopi ini berada di sebuah rumah bernomer 24 di sebelah salon Carina. Dari depan memang tampak seperti sebuah rumah biasa, namun kita bisa langsung masuk melalui pintu paling kanan dan naik ke lantai dua.  Yang menarik ketika menaiki anak tangga adalah melihat banyak pigura dengan gambar figur kartun<a href="http://www.keikeistory.blogspot.com/" target="_blank"> gadis kecil polos</a> dalam berbagai pose tergantung di dinding. Mungkin karya dari sang pemilik karena saya mendengar bahwa pemilik kedai ini adalah juga seorang ilustrator.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/thats-life/p1060500-copy/" rel="attachment wp-att-881"><img class="aligncenter  wp-image-881" title="keikei-that's-life-coffee" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060500-copy.jpg" alt="" width="560" height="421" /></a></p>
<p style="text-align: left;">That&#8217;s Life Coffee, nama yang unik untuk sebuah kedai kopi walaupun frase tersebut sering diucapkan dalam dialog kita sehari-hari. Menurut barista yang menyajikan saya kopi, kedai ini telah beroperasi sejak 2010. Suasana interiornya nyaman dengan sudut favorit dekat dinding kaca yang menghadap jalan. Soal menu sebenarnya cukup variatif dan bisa diintip dulu di websitenya <a href="http://thatslifecoffee.wordpress.com/menus-2/" target="_blank">ini</a>, tetapi ketika saya temukan <em>black coffee  </em>dan singkong goreng maka itu sudah cukup. Selain itu WiFi gratis yang berlari kencang melengkapi  fasilitas &#8220;kantor&#8221; yang saya butuhkan. :p</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/thats-life/p1060503-copy/" rel="attachment wp-att-882"><img class="aligncenter  wp-image-882" title="interior-that's-life-coffee" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060503-copy.jpg" alt="" width="560" height="421" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/thats-life/p1060495/" rel="attachment wp-att-900"><img class="aligncenter  wp-image-900" title="etalase-that's-life-coffee" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060495.jpg" alt="" width="560" height="420" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Sepiring singkong goreng keju yang saya pesan rupanya cukup besar porsinya. Secangkir kopi mungkin tidak akan bertahan sampai sore, tapi sepiring singkong ini cukuplah untuk bahan bakar otak menenggelamkan diri dalam pekerjaan sampai beberapa jam.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/thats-life/p1060494-copy/" rel="attachment wp-att-880"><img class="aligncenter  wp-image-880" title="P1060494 copy" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060494-copy.jpg" alt="" width="419" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Sepertinya That&#8217;s Life akan jadi salah satu kedai kopi favorit saya untuk dijadikan &#8220;kantor alternatif&#8221;. Selain lokasinya dekat dengan jalur hilir mudik saya sehari-hari, kopi dan singkong gorengnya juga enak. Walaupun bukan yang terbaik tapi setidaknya harganya ramah untuk dompet.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/thats-life/thats-life-2/" rel="attachment wp-att-909"><img class="aligncenter  wp-image-909" title="Thats Life" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/Thats-Life.jpg" alt="" width="421" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>That&#8217;s life</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>That&#8217;s what all the people say</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>You&#8217;re riding high in April, shot down in May</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>But I know I&#8217;m gonna change that tune</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>When I&#8217;m back on top, back on top in June</em></p>
<p style="text-align: center;">(<em>That&#8217;s Life &#8211; Frank Sinatra)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2012/01/thats-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coffee Day di Atamerica</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2012/01/coffee-day-di-atamerica/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2012/01/coffee-day-di-atamerica/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 10:15:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Journey]]></category>
		<category><![CDATA[aeropress]]></category>
		<category><![CDATA[Atamerica]]></category>
		<category><![CDATA[Coffee Day]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi kopi]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Mirza Luqman]]></category>
		<category><![CDATA[pour over]]></category>
		<category><![CDATA[Starbucks]]></category>
		<category><![CDATA[syphon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=855</guid>
		<description><![CDATA[Saya memperhatikan diskusi tentang kopi makin marak di Jakarta, baik yang diadakan oleh komunitas maupun kedai kopi sendiri dalam rangka mengedukasi pelanggannya. Berbicara tentang kopi memang sangat menarik apalagi jika ditelusuri prosesnya dari kebun hingga ke cangkir. Diskusi kopi yang dibuka untuk umum tentunya akan semakin membuat para penikmat kopi awam (seperti saya) semakin menyadari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/coffee-day-di-atamerica/p1060356/" rel="attachment wp-att-866"><img class="aligncenter  wp-image-866" title="coffee-day-02" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060356.jpg" alt="" width="560" height="349" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Saya memperhatikan diskusi tentang kopi makin marak di Jakarta, baik yang diadakan oleh komunitas maupun kedai kopi sendiri dalam rangka mengedukasi pelanggannya. Berbicara tentang kopi memang sangat menarik apalagi jika ditelusuri prosesnya dari kebun hingga ke cangkir. Diskusi kopi yang dibuka untuk umum tentunya akan semakin membuat para penikmat kopi awam (seperti saya) semakin menyadari bahwa apa yang tertuang di cangkir saya adalah sebuah hasil karya kolektif. Selayaknya sebuah hasil karya, penghargaan terhadapnya tentu akan membuat yang berada di balik karya tersebut terpacu untuk terus memberikan yang terbaik.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu diskusi kopi menarik baru-baru saja diadakan oleh <a href="http://www.atamerica.or.id/">@america</a>, sebuah pusat kebudayaan Amerika yang berlokasi di mall Pacific Place. Mengambil judul Coffee Day, diskusi kopi ini menampilkan sosok yang memiliki <em>passion</em> besar terhadap dunia kopi dan sudah berkutat lama di dalamnya. Dia adalah Mirza Luqman Effendi (<a href="http://twitter.com/mirzaluqman">@mirzaluqman</a>), Learning Specialist dari Starbucks Coffee Indonesia.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/coffee-day-di-atamerica/p1060360-copy/" rel="attachment wp-att-867"><img class="aligncenter  wp-image-867" title="coffee-day-03" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060360-copy.jpg" alt="" width="560" height="374" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bahan diskusi yang diangkat Mas Mirza cukup ringan dicerna karena disesuaikan dengan <em>audience. </em>Informasi tentang tanaman kopi, cara panen dan pengolahan, <em>roasting</em>, hingga praktik menyeduh kopi yang mudah dan praktis disajikan dengan menarik.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/coffee-day-di-atamerica/p1060368/" rel="attachment wp-att-860"><img class="aligncenter  wp-image-860" title="coffee-day-05" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060368.jpg" alt="" width="560" height="374" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/coffee-day-di-atamerica/p1060379-copy/" rel="attachment wp-att-861"><img class="aligncenter  wp-image-861" title="pour-over" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060379-copy.jpg" alt="" width="560" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/coffee-day-di-atamerica/p1060385-copy/" rel="attachment wp-att-862"><img class="aligncenter  wp-image-862" title="aeropress" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060385-copy.jpg" alt="" width="560" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/coffee-day-di-atamerica/p1060392-copy/" rel="attachment wp-att-863"><img class="aligncenter  wp-image-863" title="syphon" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060392-copy.jpg" alt="" width="560" height="374" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Audience </em>antusias mengikuti dan banyak pertanyaan menarik dilemparkan. Dari jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut bisa kita ketahui bahwa perlakuan terhadap kopi dari setiap prosesnya akan menentukan hasil akhir di cangkir. Masing-masing metode yang diterapkan bisa menghasilkan rasa kopi yang unik. Hasil akhir yang terbaik pun bisa berbeda-beda bagi tiap orang karena lidah dan selera juga berbeda. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/coffee-day-di-atamerica/p1060398-copy/" rel="attachment wp-att-864"><img class="aligncenter  wp-image-864" title="coffee-day-06" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060398-copy.jpg" alt="" width="560" height="373" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pada akhirnya kesimpulan yang bisa diambil adalah, mengutip dari kata-kata Mas Mirza, bahwa kopi itu lebih layak untuk dinikmati daripada diperdebatkan. Pastinya tidak sekedar menikmati, tapi juga menghargai kopi Indonesia dan bersama-sama menjaga dan meningkatkan kualitasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2012/01/coffee-day-di-atamerica/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jamaican Blue Mountain Coffee</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2012/01/jamaican-blue-mountain-coffee/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2012/01/jamaican-blue-mountain-coffee/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 00:04:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Journey]]></category>
		<category><![CDATA[banana dates nachos]]></category>
		<category><![CDATA[Blue Mountain]]></category>
		<category><![CDATA[coffee shop]]></category>
		<category><![CDATA[Excelso]]></category>
		<category><![CDATA[Grand Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jamaican Blue Mountain Coffee]]></category>
		<category><![CDATA[kedai kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=833</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah memberikan sedikit cerita mengenai Jamaican Blue Mountain Coffee di tulisan ini, dan ternyata ada salah satu kafe di Jakarta yang memasukkan salah satu kopi terbaik di dunia ini di menunya. Terus terang ketika saya mampir ke kafe Excelso yang berlokasi di Plaza Grand Indonesia tidak berharap ada sesuatu yang istimewa. Biasanya kafe Excelso [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah memberikan sedikit cerita mengenai Jamaican Blue Mountain Coffee di tulisan <a href="http://http://tukangkopi.com/2011/06/papua-wamena-di-rumakopi/" target="_blank">ini</a>, dan ternyata ada salah satu kafe di Jakarta yang memasukkan salah satu kopi terbaik di dunia ini di menunya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/jamaican-blue-mountain-coffee/menu_excelso_2/" rel="attachment wp-att-843"><img class="aligncenter  wp-image-843" title="menu_excelso_2" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/menu_excelso_2.jpg" alt="" width="421" height="560" /></a></p>
<p>Terus terang ketika saya mampir ke kafe Excelso yang berlokasi di Plaza Grand Indonesia tidak berharap ada sesuatu yang istimewa. Biasanya kafe Excelso hanya menyajikan kopi-kopi dari berbagai wilayah di Indonesia. Namun kali ini mata saya tiba-tiba berbinar menatap sederetan menu berjudul &#8220;World&#8217;s Most Celebrated Coffee&#8221; dan menemukan Jamaican Blue Mountain di posisi paling atas. Tanpa pilih-pilih lagi saya langsung pesan yang itu. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/jamaican-blue-mountain-coffee/blue_mountain/" rel="attachment wp-att-933"><img class="aligncenter  wp-image-933" title="blue_mountain" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/blue_mountain.jpg" alt="" width="419" height="560" /></a></p>
<p>Menurut saya rasa kopi Blue Mountain memang mirip dengan Papua Wamena yang merupakan kopi favorit saya. Aromanya kuat, rasa kopinya cukup nendang, tidak terlalu pahit, terasa ringan di mulut dengan kadar keasaman ringan. Saya sebenarnya penasaran juga soal kapan kopi ini di<em>roasting </em>dan dari mana Excelso mendapatkannya. Tapi karena saya bingung harus bertanya ke siapa, jadi ya sudahlah.</p>
<p>Teman buat minum kopi kali ini adalah menu baru yang dinamakan Banana Dates Nachos. Jadi ini adalah perpaduan manisnya pisang berbalut saus karamel dengan nachos dan keju yang gurih. Ada potongan kurma juga yang membuat rasanya tambah unik. Jika membahas soal selera, buat saya sih cemilan ini kurang pas disandingkan dengan rasa kopi Blue Mountain. Yah, kalau lain kali mampir lagi saya harus mencoba pasangan minum kopi yang lain deh.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/jamaican-blue-mountain-coffee/nachos_excelso/" rel="attachment wp-att-836"><img class="aligncenter  wp-image-836" title="nachos_excelso" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/nachos_excelso.jpg" alt="" width="422" height="560" /></a></p>
<p>Pengalaman pertama di Excelso GI yang cukup bagus buat saya. Setidaknya saya punya pilihan tempat kalo ingin <em>meeting </em>di Grand Indonesia sambil ngopi-ngopi. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2012/01/jamaican-blue-mountain-coffee/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warung Talaga</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2012/01/warung-talaga/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2012/01/warung-talaga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 12:03:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[All You Can Eat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[Warung Talaga terletak di Downtown Walk Summarecon Mall Serpong. Mengetengahkan konsep yang &#8220;warung banget&#8221; di tengah suasana mall yang modern. Saya selalu tertarik jika menemui tempat makan yang mengklaim dirinya spesialis di makanan tertentu karena akan lebih mudah menentukan menu untuk kunjungan yang pertama kali. Warung Talaga Spesialis Tahu menawarkan berbagai menu cemilan tahu. Sebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/warung-talaga/p1060162-copy/" rel="attachment wp-att-489"><img class="aligncenter  wp-image-489" title="warung-talaga" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060162-copy.jpg" alt="" width="419" height="560" /></a></p>
<p>Warung Talaga terletak di Downtown Walk Summarecon Mall Serpong. Mengetengahkan konsep yang &#8220;warung banget&#8221; di tengah suasana mall yang modern. Saya selalu tertarik jika menemui tempat makan yang mengklaim dirinya spesialis di makanan tertentu karena akan lebih mudah menentukan menu untuk kunjungan yang pertama kali.</p>
<p>Warung Talaga Spesialis Tahu menawarkan berbagai menu cemilan tahu. Sebut saja tahu sumpel, tahu bala, tahu buntel, tahu gondrong, tahu bodo, dan masih banyak lagi menu tahu dengan nama yang unik. Tahu bodo adalah cemilan tahu yang paling favorit menurut Mas Pelayan. Langsung saja saya pesan itu, ditambah nasi bumbung dan juga empal kendil. Untuk minumnya saya pesan teh sereh dan es cendol. Saya tidak datang sendiri sih, ada <a href="http://www.blog.faniez.net">istri</a> yang menemani. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sayangnya saya harus menunggu cukup lama sampai pesanan datang, dan menu yang pertama datang adalah tahu bodo. Tahunya padat dengan tekstur yang lembut. Rasanya enak, dipenyet dengan sambal dan dimakan bersama nasi bumbung. Nasi bumbung sendiri sebenarnya adalah nasi uduk tetapi dimasak dalam bambu.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/warung-talaga/p1060173-copy/" rel="attachment wp-att-482"><img class="aligncenter  wp-image-482" title="tahu-bodo-warung-talaga" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060173-copy.jpg" alt="" width="420" height="560" /></a></p>
<p>Bagaimana dengan empal kendilnya? Enak juga meskipun tidak istimewa rasanya. Begitu juga dengan es cendolnya. Tapi es teh serehnya yang awalnya tidak saya perhitungkan menurut saya rasanya segar dan menggoda. Agak-agak mirip lemon tea begitu ya rasanya? Entahlah, ini juga pertama kalinya saya minum teh sereh. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/warung-talaga/p1060187-copy/" rel="attachment wp-att-484"><img class="aligncenter  wp-image-484" title="empal-kendil-warung-talaga" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060187-copy.jpg" alt="" width="421" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/warung-talaga/p1060182-copy/" rel="attachment wp-att-483"><img class="aligncenter  wp-image-483" title="es-cendol-warung-talaga" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060182-copy.jpg" alt="" width="419" height="560" /></a></p>
<p>Soal harga tidak terlalu bersahabat dengan kantong. Tapi saya kira itu wajar karena letaknya yang di dalam mall. Total yang harus diikhlaskan untuk makan siang berdua adalah IDR 77.000. Ya, sekali-sekali saja lah. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2012/01/warung-talaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kopi Es Tak Kie</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2012/01/kopi-es-tak-kie/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2012/01/kopi-es-tak-kie/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 08:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/2012/01/kopi-es-tak-kie/</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah kedai dengan minuman kopi es sebagai signature drink-nya yang sudah bertahan puluhan tahun di sebuah sudut kota Jakarta. Kedai Kopi Es Tak Kie, barangkali sebuah nama yang sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang. Entah apakah sudah pernah mengunjunginya langsung, mendengar ceritanya dari teman, membaca di kolom salah satu media massa, atau dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah kedai dengan minuman kopi es sebagai signature drink-nya yang sudah bertahan puluhan tahun di sebuah sudut kota Jakarta. Kedai Kopi Es Tak Kie, barangkali sebuah nama yang sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang. Entah apakah sudah pernah mengunjunginya langsung, mendengar ceritanya dari teman, membaca di kolom salah satu media massa, atau dari review yang bertebaran di internet.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/kopi-es-tak-kie/kopi-es-tak-kie-5/" rel="attachment wp-att-602"><img class="aligncenter  wp-image-602" title="Kopi Es Tak Kie" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060289_copy.jpg.scaled1000.jpg" alt="" width="560" height="419" /></a></p>
<p>Terletak di sebuah gang kecil yang disebut gang Gloria, lokasi kedai ini berbaur dengan puluhan penjual makanan lain yang berderet sepanjang gang tersebut. Saya sendiri, beberapa hari lalu, menemukan lokasi Tak Kie dengan bantuan petunjuk dari tukang parkir di Jalan Pancoran, Glodok. Sampai di kedai saya menemukan teman saya, Pak Toni Wahid, sudah sampai lebih dahulu dan sedang asyik jepret sana jepret sini mengabadikan suasana jadul yang begitu kental bagaikan terlempar ke puluhan tahun silam.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/kopi-es-tak-kie/kopi-es-tak-kie-2/" rel="attachment wp-att-599"><img class="aligncenter  wp-image-599" title="Kopi Es Tak Kie" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060262_copy-1.jpg.scaled1000.jpg" alt="" width="560" height="420" /></a></p>
<p>Segelas kopi es diantarkan ke meja sesaat setelah saya memesan. Kopi es yang telah ada di menu selama lebih dari 80 tahun tentu punya sesuatu yang istimewa. Memang benar, citarasa kopi dingin ini enak dan menyegarkan. Selain kopi es, Tak Kie juga menyediakan menu minuman lain dan juga makanan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/kopi-es-tak-kie/kopi-es-tak-kie-3/" rel="attachment wp-att-600"><img class="aligncenter  wp-image-600" title="Kopi Es Tak Kie" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060267_copy.jpg.scaled1000.jpg" alt="" width="419" height="560" /></a></p>
<p>Jika diperhatikan, cara menyeduh kopi di kedai ini tampaknya sudah berubah. Mungkin karena ramainya pengunjung, untuk menghemat waktu maka kopi diseduh menggunakan percolator, seperti yang biasa kita temukan saat coffee break di tengah-tengah seminar. Tetapi dijamin racikan bubuk kopinya masih menggunakan  warisan pendahulunya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/01/kopi-es-tak-kie/kopi-es-tak-kie-4/" rel="attachment wp-att-601"><img class="aligncenter  wp-image-601" title="Kopi Es Tak Kie" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/01/P1060288_copy.jpg.scaled1000.jpg" alt="" width="560" height="420" /></a></p>
<p>Tak Kie sendiri saat ini dikelola oleh generasi ketiga. Uniknya, menurut penuturan A Yauw sang pemilik, ada seorang pelanggan setia yang masih rajin datang sejak dirinya masih kecil hingga sekarang ini dan selalu duduk di kursi yang sama. Sebuah kesetiaan yang tak lekang oleh waktu. Sama seperti kesetiaan A Yauw menjaga kedai Kopi Es Tak Kie untuk terus bertahan supaya tidak hilang ditelan jaman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2012/01/kopi-es-tak-kie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

