<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mau pesan kopi apa?mau pesan kopi apa?</title>
	<atom:link href="http://tukangkopi.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tukangkopi.com</link>
	<description>Sekarang menulis tentang kopi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 May 2013 13:21:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Faema E61 Legend</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2013/05/faema-e61-legend/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2013/05/faema-e61-legend/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 16:34:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Lab]]></category>
		<category><![CDATA[E61]]></category>
		<category><![CDATA[espresso machine]]></category>
		<category><![CDATA[Faema]]></category>
		<category><![CDATA[Faema E61 Legend]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=1932</guid>
		<description><![CDATA[Di tahun 2006, saya pertama kali dikenalkan dengan istilah E61 grouphead. Saat itu pemilik kafe tempat saya bekerja bercerita bahwa mesin ECM Michaelangelo yang kami gunakan mengadopsi teknologi grouphead milik Faema E61 yang legendaris. Saya tidak pernah melihat secara langsung mesin yang disebut-sebut itu hingga tujuh tahun kemudian. Tanggal 1 Mei 2013 lalu, sebuah mesin espresso Faema E61 Legend tiba di sebuah kafe di Jakarta. Mesin ini merupakan sebuah kelahiran kembali dari mesin asli Faema E61 yang legendaris, oleh karena itu disematkanlah nama &#8220;Legend&#8221; di belakangnya. Betapa senangnya saya ketika teman mengajak untuk ikut menyaksikan pemasangan dan uji coba mesin menyeduh espresso untuk pertama kalinya. Ini adalah Faema E61 Legend pertama yang pernah saya lihat digunakan untuk kafe di Indonesia. Desain E61 Legend sungguh menggetarkan hati saat pertama kali melihatnya. Sudut-sudut membulat dari body stainless-steel berlapis chrome dan sederet paku keling sebagai penyambung bagian satu dengan lain sungguh terlihat klasik. Aksen warna keemasan dan tempered glass dengan backlight warna merah menambah kesan mewah sekaligus genit menggoda. Menurut saya, Faema E61 Legend adalah Cadillac-nya mesin espresso, atau bahkan bisa dipersonifikasikan layaknya seorang gadis Cadillac di poster ini. :p Source: vintage-ads.livejournal.com via Jim on Pinterest Desain E61 Legend ini sangat membaur dengan desain interior kafe. Ketika mesin ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Di tahun 2006, saya pertama kali dikenalkan dengan istilah E61 <em>grouphead</em>. Saat itu pemilik kafe tempat saya bekerja bercerita bahwa mesin <strong><a href="http://austinscoffeemachines.com.au/ECM-Michelangelo-A2-Milenium.html" target="_blank">ECM Michaelangelo</a></strong> yang kami gunakan mengadopsi teknologi <em>grouphead</em> milik Faema E61 yang legendaris. Saya tidak pernah melihat secara langsung mesin yang disebut-sebut itu hingga tujuh tahun kemudian.</p>
<p>Tanggal 1 Mei 2013 lalu, sebuah mesin <em>espresso</em> Faema E61 Legend tiba di sebuah kafe di Jakarta. Mesin ini merupakan sebuah kelahiran kembali dari mesin asli Faema E61 yang legendaris, oleh karena itu disematkanlah nama &#8220;Legend&#8221; di belakangnya. Betapa senangnya saya ketika teman mengajak untuk ikut menyaksikan pemasangan dan uji coba mesin menyeduh espresso untuk pertama kalinya. Ini adalah Faema E61 Legend pertama yang pernah saya lihat digunakan untuk kafe di Indonesia.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/05/faema-e61-legend/faema-e61-006/" rel="attachment wp-att-1938"><img class="aligncenter  wp-image-1938" alt="Faema E61 006" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/05/Faema-E61-006.jpg" width="576" height="384" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Desain E61 Legend sungguh menggetarkan hati saat pertama kali melihatnya. Sudut-sudut membulat dari body <em>stainless-steel</em> berlapis <em>chrome</em> dan sederet paku keling sebagai penyambung bagian satu dengan lain sungguh terlihat klasik. Aksen warna keemasan dan <em>tempered glass </em>dengan <em>backlight</em> warna merah menambah kesan mewah sekaligus genit menggoda. Menurut saya, Faema E61 Legend adalah Cadillac-nya mesin <em>espresso</em>, atau bahkan bisa dipersonifikasikan layaknya seorang gadis Cadillac di poster ini. :p</p>
<p style="text-align: left;"><a style="line-height: 0px;" href="http://pinterest.com/pin/21040323230678444/" target="_blank"><img class="aligncenter" alt="" src="http://media-cache-ak1.pinimg.com/550x/2e/a0/1f/2ea01fa11310c4ad7b617d488b47a91f.jpg" width="466" height="640" border="0" /></a><span style="color: #76838b; font-size: 10px;">Source: </span><a style="text-decoration: underline; font-size: 10px; color: #76838b;" href="http://vintage-ads.livejournal.com/3496357.html#comments">vintage-ads.livejournal.com</a><span style="color: #76838b; font-size: 10px;"> via </span><a style="text-decoration: underline; font-size: 10px; color: #76838b;" href="http://pinterest.com/jsherman75/" target="_blank">Jim</a><span style="color: #76838b; font-size: 10px;"> on </span><a style="text-decoration: underline; color: #76838b;" href="http://pinterest.com" target="_blank">Pinterest</a></p>
<p style="text-align: left;">Desain E61 Legend ini sangat membaur dengan desain interior kafe. Ketika mesin sudah terpasang dengan baik di atas bar, sesaat saya terbayang nuansa film barat dengan setting tahun 1950an atau poster-poster iklan di era tersebut. Seandainya saja ketika itu ada perempuan cantik dengan dandanan <em>vintage</em> seperti gadis Cadillac ikut <em>nimbrung</em> di <em>coffee bar</em>, pasti suasana klasik akan lebih terasa. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/05/faema-e61-legend/faema-e61-001/" rel="attachment wp-att-1933"><img class="aligncenter  wp-image-1933" alt="Faema E61 001" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/05/Faema-E61-001.jpg" width="560" height="374" /></a></p>
<div style="float: left; padding-top: 0px; padding-bottom: 0px;">
<p>Faema E61 pertama kali diperkenalkan pada tahun 1961. Pada masanya, E61 hadir dengan membawa inovasi-inovasi terbaru dalam perkembangan teknologi mesin <em>espresso</em>. Di berbagai website yang membahas mengenai mesin <em>espresso</em>,  E61 sering disebut sebagai mesin yang revolusioner karena menggabungkan beberapa teknologi terbaru dalam satu mesin. Teknologi yang dimaksud adalah pompa elektrik untuk menghasilkan tekanan yang konstan sesuai kebutuhan, <em><span style="color: #ff0000;"><strong><a href="http://www.home-barista.com/hx-love.html#_heatExchangers" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">heat exchanger</span></a></strong></span> </em>yang mampu memanaskan air yang masuk ke <em>group head</em>, dan yang menjadi mahakarya inovasi<em> </em>dari mesin ini adalah <span style="color: #ff0000;"><strong><a href="http://www.fivesenses.com.au/blog/2011/01/11/e61-grouphead" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><em>grouphead</em> E61 </span></a></strong></span>dengan saluran internal  yang menyirkulasikan air dalam sebuah sirkuit <em>thermosyphon</em> untuk menjaga <em>grouphead </em>tetap panas. Dan mekanisme <em>passive pre-infusion  </em>dalam <em>grouphead </em>tersebut<em> </em>memungkinkan ekstraksi kopi yang lebih merata .</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/05/faema-e61-legend/faema-e61-002/" rel="attachment wp-att-1934"><img class="aligncenter  wp-image-1934" alt="Faema E61 002" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/05/Faema-E61-002.jpg" width="560" height="374" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/05/faema-e61-legend/faema-e61-003/" rel="attachment wp-att-1935"><img alt="Faema E61 003" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/05/Faema-E61-003.jpg" width="560" height="374" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Kelahiran kembali E61 yang menitis dalam E61 Legend tidak mengubah sedikitpun tampilan aslinya. Bahkan <em>steam wand </em>pun masih mengikuti desain awal yang tanpa <em>ball joint. </em>Barista yang sudah terbiasa dengan <em>steam wand </em>yang dapat digerakkan atau diputar pun harus membiasakan dengan sudut yang tidak fleksibel. Meskipun tampilan klasik tetap dipertahankan, E61 Legend tetap mendapatkan update dari sisi teknologi. E61 yang baru kini menghadirkan sebuah pengisi <em>boiler </em>otomatis untuk mempertahankan volume air dalam <em>boiler.</em> Barista kini tidak perlu selalu mengawasi indikator volume <em>boiler</em>. <em> </em>Pompa volumetrik yang efisien juga telah digunakan dalam <em>heat exchange system </em>sehingga memungkinkan desain <em>boiler </em>yang lebih optimal.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/05/faema-e61-legend/faema-e61-005/" rel="attachment wp-att-1937"><img class="aligncenter  wp-image-1937" alt="Faema E61 005" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/05/Faema-E61-005.jpg" width="560" height="374" /></a></p>
<p>Kalau Anda bingung dengan istilah-istilah teknis di atas, jangan kuatir, karena begitu juga dengan saya. Jika tertarik mengetahui informasi lebih detil mengenai teknologi yang ada di E61, beberapa tautan di atas dapat memberikan penjelasan yang cukup mudah dimengerti dan dibantu dengan ilustrasi sederhana.</p>
<p>Intinya adalah, Faema E61 memungkinkan para barista untuk membuat <em>espresso</em> berkualitas tanpa memerlukan keahlian yang tinggi. Saya sudah membuktikan bahwa mesin cantik ini bisa menghasilkan <em>espresso</em> yang cantik pula secara tampilan maupun citarasa. Menjadi pemilik sebuah Faema E61 Legend merupakan sebuah prestis dan menurut saya juga menjadi sebuah pernyataan bahwa sang pemilik kafe berkomitmen menyajikan <em>espresso </em>terbaik untuk para pelanggannya. Semoga saja.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/05/faema-e61-legend/faema-e61-007/" rel="attachment wp-att-1967"><img class="aligncenter  wp-image-1967" alt="Faema E61 007" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/05/Faema-E61-007.jpg" width="560" height="374" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/05/faema-e61-legend/faema-e61-003/" rel="attachment wp-att-1935"> </a></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2013/05/faema-e61-legend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meracik Signature Drink Dengan Kopi Dolok Sanggul</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2013/05/meracik-signature-drink-dengan-kopi-dolok-sanggul/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2013/05/meracik-signature-drink-dengan-kopi-dolok-sanggul/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 11:25:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Lab]]></category>
		<category><![CDATA[Anggara Rizki]]></category>
		<category><![CDATA[coffee bean]]></category>
		<category><![CDATA[Dolok Sanggul]]></category>
		<category><![CDATA[fully washed]]></category>
		<category><![CDATA[morph coffee]]></category>
		<category><![CDATA[One fifteenth coffee]]></category>
		<category><![CDATA[signature drink]]></category>
		<category><![CDATA[thermomix]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=1788</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Wikipedia, Dolok Sanggul adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Kota ini terletak di dataran tinggi berhawa dingin sejuk. Warganya mayoritas berpenghidupan sebagai petani. Menurut informasi di sini, tanaman andalan di Humbang Hasundutan adalah kopi, sayur mayur, dan kemenyan. Bagi orang awan, kopi Dolok Sanggul mungkin tidak seterkenal kopi Lintong yang juga berasal dari Sumatera Utara. Saya sendiri baru mulai akrab dengan namanya sekitar 4 bulan belakangan. Nah, kopi Dolok Sanggul yang ingin saya ceritakan kali ini adalah dari Morph Coffee, coffee roaster berbasis di Jakarta yang bisa dibilang cukup baru dalam memulai operasinya. Sedikit cerita tentang asal muasal kopinya, Dolok Sanggul yang disangrai oleh Morph ditanam pada ketinggian 1.400 &#8211; 1.600 dpl. Proses pengolahannya menggunakan metode fully washed dan wet hulled. Setelah buah kopi dipetik, kulitnya dikupas dan difermentasikan selama kurang lebih 16 jam dalam kantung plastik tertutup dengan kondisi tidak terkena cahaya. Setelah proses fermentasi, biji kopi dicuci dan dikeringkan selama sehari untuk kemudian dikupas kulit kopi tanduknya ketika kandungan air dalam kopi tinggal sekitar 36%. Proses dilanjutkan dengan mengeringkan biji kopi hingga benar-benar kering dan kandungan air hanya tinggal 12% &#8211; 13%. Biji kopi kemudian diistirahatkan selama beberapa hari sebelum dilakukan sorting menggunakan mesin maupun manual dengan tangan lalu ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><span style="text-align: left;">Menurut Wikipedia, Dolok Sanggul adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Kota ini terletak di dataran tinggi berhawa dingin sejuk. Warganya mayoritas berpenghidupan sebagai petani. Menurut informasi di </span><a style="text-align: left;" href="http://provinsisumut.blogspot.com/2013/01/dolok-sanggul.html" target="_blank">sini</a><span style="text-align: left;">, tanaman andalan di Humbang Hasundutan adalah kopi, sayur mayur, dan kemenyan.</span></p>
<p style="text-align: left;">Bagi orang awan, kopi Dolok Sanggul mungkin tidak seterkenal kopi Lintong yang juga berasal dari Sumatera Utara. Saya sendiri baru mulai akrab dengan namanya sekitar 4 bulan belakangan. Nah, kopi Dolok Sanggul yang ingin saya ceritakan kali ini adalah dari <a href="https://www.facebook.com/MorphCoffee" target="_blank">Morph Coffee</a>, <em>coffee roaster</em> berbasis di Jakarta yang bisa dibilang cukup baru dalam memulai operasinya.</p>
<p style="text-align: left;">Sedikit cerita tentang asal muasal kopinya, Dolok Sanggul yang disangrai oleh Morph ditanam pada ketinggian 1.400 &#8211; 1.600 dpl. Proses pengolahannya menggunakan metode <em>fully washed </em>dan <em>wet hulled</em>. Setelah buah kopi dipetik, kulitnya dikupas dan difermentasikan selama kurang lebih 16 jam dalam kantung plastik tertutup dengan kondisi tidak terkena cahaya. Setelah proses fermentasi, biji kopi dicuci dan dikeringkan selama sehari untuk kemudian dikupas kulit kopi tanduknya ketika kandungan air dalam kopi tinggal sekitar 36%. Proses dilanjutkan dengan mengeringkan biji kopi hingga benar-benar kering dan kandungan air hanya tinggal 12% &#8211; 13%. Biji kopi kemudian diistirahatkan selama beberapa hari sebelum dilakukan <em>sorting</em> menggunakan mesin maupun manual dengan tangan lalu dikemas.</p>
<p style="text-align: left;">Pertama kali mencoba Dolok Sanggul milik Morph, saya memilih Kalita wave untuk menyeduhnya.  Di kesempatan yang lain, saya berkesempatan mencoba <em>espresso</em> Dolok Sanggul yang diseduh langsung oleh Anggara Rizki, barista dari 1/15 Coffee. Pada IBC 2013 lalu, Rizki mengandalkan kopi ini untuk <em>espresso</em> yang berakhir dengan prestasi cukup membanggakan, yaitu menyabet peringkat keempat. Dolok Sanggul ini, menurut Rizki memiliki rasa asam khas buah stroberi. Kita juga bisa menemukan rasa <em>dark chocolate </em>dan manis <em>palm sugar</em> ketika meminumnya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/05/meracik-signature-drink-dengan-kopi-dolok-sanggul/dolok-sanggul-espresso/" rel="attachment wp-att-1857"><img class="aligncenter  wp-image-1857" alt="Dolok Sanggul - Espresso" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/05/Dolok-Sanggul-Espresso.jpg" width="420" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Apakah benar saya bisa menemukan apa yang dideskripsikan oleh Rizki? Bagi penikmat kopi yang indera pengecapnya belum terlatih dengan baik seperti saya, meskipun bisa merasakan perbedaan citarasa kopi satu dengan yang lain namun agak sulit untuk menerjemahkan rasa apa saja yang saya temukan dalam kopi yang saya minum. Nah, untuk membuktikan apa yang telah dideskripsikannya, Rizki membuatkan sebuah <em>signature drink </em>yang konsepnya adalah memperkuat citarasa <em>espresso</em> Dolok Sanggul.</p>
<p style="text-align: left;">Bahan-bahan yang dipersiapkan adalah buah stroberi, <em>dark chocolate</em>, dan gula. Ketiga bahan ini dicampur dan diolah menggunakan <a href="http://www.thermomix.com.au/" target="_blank">Thermomix</a>. Rizki menceritakan bahwa ia membutuhkan lima kali percobaan sebelum akhirnya mendapatkan paduan komposisi bahan dan pengaturan suhu dan waktu yang pas agar campuran yang dibutuhkan memiliki rasa dan tekstur seperti yang diinginkan. Rumus akhir inilah yang kemudian ia bawa ke final IBC 2013 untuk diubah menjadi sebuah minuman pamungkas, penutup penampilannya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/05/meracik-signature-drink-dengan-kopi-dolok-sanggul/ingredients/" rel="attachment wp-att-1858"><img class="aligncenter  wp-image-1858" alt="ingredients" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/05/ingredients.jpg" width="560" height="421" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Campuran dari bahan stroberi, <em>dark chocolate, </em>dan gula tersebut dipadukan dengan satu <em>shot </em>espresso Dolok Sanggul dalam sebuah gelas dengan perbandingan entah-berapa-saya-lupa. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/05/meracik-signature-drink-dengan-kopi-dolok-sanggul/dolok-sanggul-signature-01/" rel="attachment wp-att-1870"><img class="aligncenter" alt="Dolok Sanggul - signature 01" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/05/Dolok-Sanggul-signature-01.jpg" width="372" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Hasilnya adalah sebuah minuman dengan citarasa kopi Dolok Sanggul yang tidak berubah namun elemen-elemen rasa di dalamnya terasa lebih mencuat di lidah. Otak saya pun merekam, &#8220;Oohh&#8230; Asam yang terasa di espresso Dolok Sanggul itu sama dengan asamnya strawberry toh.&#8221; Saya juga bisa mengidentifikasi rasa manis dan rasa <em>dark chocolate </em>yang sama dari espresso Dolok Sanggul dengan intensitas lebih tinggi pada racikan <em>signature drink</em> ini. Sungguh sebuah pengalaman yang sangat menarik bagi seorang penikmat kopi awam.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/05/meracik-signature-drink-dengan-kopi-dolok-sanggul/dolok-sanggul-signature-02/" rel="attachment wp-att-1869"><img class="aligncenter" alt="Dolok Sanggul - signature 02" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/05/Dolok-Sanggul-signature-02.jpg" width="372" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Terima kasih kepada 1/15 Coffee dan Morph Coffee yang telah mengundang untuk ikut merasakan pengalaman para juri Indonesian Barista Competition, yaitu mencicipi espresso dan <em>signature drink</em> para barista terbaik.</p>
<p>Mari ngopi!</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/05/meracik-signature-drink-dengan-kopi-dolok-sanggul/dolok-sanggul-signature-02/" rel="attachment wp-att-1869"> </a></p>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2013/05/meracik-signature-drink-dengan-kopi-dolok-sanggul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doddy Samsura, Barista Terbaik Di IBC 2013</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2013/04/barista-terbaik-di-ibc-2013/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2013/04/barista-terbaik-di-ibc-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Apr 2013 19:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Doddy Samsura]]></category>
		<category><![CDATA[IBC 2013]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Barista Competition]]></category>
		<category><![CDATA[One fifteenth coffee]]></category>
		<category><![CDATA[WBC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=1760</guid>
		<description><![CDATA[Kompetisi barista Indonesia tahun 2013 baru saja berakhir. Barista terbaik Indonesia telah terpilih di babak Grand Final yang diadakan bersamaan dengan Food and Hotel Expo Indonesia pada tanggal 13 April 2013. Sayang sekali saya melewatkan puncak acara Indonesian Barista Competition tersebut karena ada acara lain yang tidak kalah penting. Bahkan saya juga tidak tahu siapakah sang barista jawara hingga satu minggu lalu, ketika saya datang ke 1/15 Coffee untuk ngopi. Ketika itu saya bertanya ke teman-teman barista 1/15 Coffee mengenai hasil kompetisi, dan terkejut mengetahui juaranya adalah Doddy Samsura, salah satu barista senior di 1/15 Coffee dan juga merupakan juara IBC 2011. Jadi ini adalah kemenangan Doddy kedua di IBC dan berturutan. Sembari ngopi, sekalian saya ngobrol-ngobrol dengan Doddy yang kebetulan saat itu juga sedang berada di kafe. Berikut ini petikan obrolan saya dengan sang barista. &#160; Doddy adalah sosok yang ramah dan rendah hati. Ia mulai mendalami kopi di tahun 2008, yaitu ketika diterima bekerja menjadi barista di sebuah kafe di Yogyakarta. Baginya, kopi adalah kehidupan meskipun awalnya kurang mendapat dukungan dari keluarga yang menurutnya memang tidak memiliki tradisi ngopi. Emang kejuaraan kopi ada ya? Pertanyaan itu terlontar dari orang-orang terdekatnya dua tahun lalu ketika Doddy mengikuti IBC 2011. Bahkan ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kompetisi barista Indonesia tahun 2013 baru saja berakhir. Barista terbaik Indonesia telah terpilih di babak Grand Final yang diadakan bersamaan dengan Food and Hotel Expo Indonesia pada tanggal 13 April 2013. Sayang sekali saya melewatkan puncak acara Indonesian Barista Competition tersebut karena ada acara lain yang tidak kalah penting. Bahkan saya juga tidak tahu siapakah sang barista jawara hingga satu minggu lalu, ketika saya datang ke <strong><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/sama-tapi-tak-serupa-one-fifteenth-pandava/" target="_blank">1/15 Coffee</a> </strong>untuk <em>ngopi</em>. Ketika itu saya bertanya ke teman-teman barista 1/15 Coffee mengenai hasil kompetisi, dan terkejut mengetahui juaranya adalah Doddy Samsura, salah satu barista senior di 1/15 Coffee dan juga merupakan juara IBC 2011. Jadi ini adalah kemenangan Doddy kedua di IBC dan berturutan.<span id="more-1760"></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong><a href="http://tukangkopi.com/2013/04/yang-terbaik-dari-ibc-2013/doddy-samsura-01/" rel="attachment wp-att-1771"><img class="aligncenter" alt="Doddy Samsura 01" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/04/Doddy-Samsura-01-598x800.jpg" width="478" height="640" /></a></strong></p>
<p style="text-align: left;">Sembari ngopi, sekalian saya ngobrol-ngobrol dengan Doddy yang kebetulan saat itu juga sedang berada di kafe. Berikut ini petikan obrolan saya dengan sang barista.</p>
<p style="text-align: left;"><div class="vpt_question clearfix"><h3 class="question"><strong>Apa bedanya menjadi juara IBC 2013 dengan 2 tahun lalu (IBC 2011)?</strong></h3><div class="answer"><br />
Bedanya adalah saya membawa <em>company</em> yang berbeda. Hehehe&#8230;<br />
</div></div></p>
<p style="text-align: left;"><div class="vpt_question clearfix"><h3 class="question"><strong>Apa bedanya menjadi juara IBC 2013 dengan 2 tahun lalu (IBC 2011)?</strong></h3><div class="answer"><br />
Bedanya adalah saya membawa <em>company</em> yang berbeda. Hehehe&#8230;<br />
</div></div></p>
<p style="text-align: left;"><div class="vpt_question clearfix"><h3 class="question"><strong>Ada pengaruhnya nggak sih perusahaan tempat bekerja dengan pengembangan kemampuan hingga bisa berkompetisi dengan baik dan mendapat juara?</strong></h3><div class="answer"><br />
Menurut saya pengaruhnya <em>gede banget</em> karena dalam kompetisi kebutuhannya kompleks. Dukungan dari pihak lain besar sekali pengaruhnya. Contohnya kopi, barista tidak mengolah kopinya sendiri sehingga membutuhkan dukungan dari <em>roaster</em>. Saat ini saya memiliki <em>roaster</em> sendiri, berbeda dengan dua tahun lalu ketika saya berkompetisi di IBC. Jadi saya punya keluasaan memilih kopi terbaik yang menurut saya bisa saya dapat dari <em>roaster</em> saya.<br />
</div></div></p>
<div class="vpt_question clearfix"><h3 class="question"><strong>Apa perbedaan tantangan yang Doddy rasakan saat berkompetisi di IBC 2011 dan 2013?</strong></h3><div class="answer"><br />
Secara kompetisi dulu saya tidak punya pengalaman, sekarang saya tampil lebih percaya diri karena memang punya dukungan yang lebih baik.<br />
</div></div>
<div class="vpt_question clearfix"><h3 class="question"><strong>Kalau dari persaingan bagaimana?</strong></h3><div class="answer"><br />
Persaingan di IBC 2013 saat ini menurut saya di luar dugaan. Lebih menarik dan kompetitif. Pengetahuan barista lebih dalam dan sepertinya sudah banyak yang berkaca dari penampilan dan kreasi para barista yang tampil di WBC (World Barista Championship).<br />
</div></div>
<div class="vpt_question clearfix"><h3 class="question"><strong>Kalau dari segi teknis atau peraturan di IBC 2013 ada yang berbeda dengan IBC 2011?</strong></h3><div class="answer"><br />
Ada, karena pada dasarnya peraturan IBC mengikuti WBC. IBC 2013 sudah mengikuti peraturan yang digunakan untuk WBC2013. WBC 2013 sendiri baru akan diadakan bulan Mei di Melbourne, Australia. Jadi wakil Indonesia yang akan berkompetisi di WBC 2013 bisa dibilang memiliki persiapan awal yang cukup.<br />
</div></div>
<div class="vpt_question clearfix"><h3 class="question"><strong>Buat Doddy dan barista pada umumnya, apa arti memenangi IBC buat diri sendiri?</strong></h3><div class="answer"><br />
Memenangi IBC adalah sebuah kepuasan individu. Buat saya ini adalah ajang pembuktian. Pembuktian bahwa pengalaman bekerja sebagai barista dan latihan serius yang saya lakukan selama ini bisa memberikan penampilan yang terbaik. Berkompetisi di IBC sebenarnya menampilkan yang terbaik dari diri sendiri, sebab di kompetisi ini kita tidak bisa menyusun sebuah <em>counter strategy</em> terhadap kompetitor. Waktu 15 menit yang diberikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin, saya hanya bisa mengontrol diri saya sendiri, orang lain tidak bisa saya kontrol.<br />
</div></div>
<div class="vpt_question clearfix"><h3 class="question"><strong>Ada pengaruhnya nggak dengan diadakannya IBC dengan apa yang kemudian didapat oleh konsumen baik dari segi pelayanan maupun produk?</strong></h3><div class="answer"><br />
Menurut saya harusnya kebalikannya. Apa yang ditampilkan oleh barista dalam IBC adalah cerminan dari yang dilakukan oleh mereka dalam pekerjaan keseharian.<br />
</div></div>
<div class="vpt_question clearfix"><h3 class="question"><strong>Doddy kan sudah dua kali menjadi juara IBC. Apakah ini adalah pencapaian puncak atau ada lagi yang ingin dikejar?</strong></h3><div class="answer"><br />
Cita-cita saya sebenarnya adalah tampil di WBC, dan juara IBC adalah tiket untuk menuju ke sana. Saya tidak muluk-muluk menargetkan untuk menjadi juara WBC. Saat ini saya hanya ingin merasakan atmosfer kejuaraan dunia tersebut, bagaimana persiapan, penampilan, dll dan nantinya ingin berbagi pengalaman tersebut ke rekan-rekan saya.<br />
</div></div>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/04/yang-terbaik-dari-ibc-2013/doddy-in-action/" rel="attachment wp-att-1762"><img class="aligncenter  wp-image-1762" alt="Doddy in action" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/04/Doddy-in-action.jpg" width="482" height="640" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Doddy adalah sosok yang ramah dan rendah hati. Ia mulai mendalami kopi di tahun 2008, yaitu ketika diterima bekerja menjadi barista di sebuah kafe di Yogyakarta. Baginya, kopi adalah kehidupan meskipun awalnya kurang mendapat dukungan dari keluarga yang menurutnya memang tidak memiliki tradisi <em>ngopi</em>.</p>
<blockquote><p>Emang kejuaraan kopi ada ya?</p></blockquote>
<p>Pertanyaan itu terlontar dari orang-orang terdekatnya dua tahun lalu ketika Doddy mengikuti IBC 2011. Bahkan ketika akhirnya ia bisa memenangi kompetisi tersebut timbul keheranan dari mereka hingga muncul pertanyaan ajaib seperti</p>
<blockquote><p>Ha? Jadi juara? Emang nggak ada orang yang lebih baik?</p></blockquote>
<p>Namun Doddy saat ini sudah bisa membuktikan bahwa dengan profesi yang dijalani saat ini dia bisa menghidupi keluarga dan menurutnya perkembangan profesi barista semakin menarik.</p>
<p>Jika Anda berkunjung ke 1/15 Coffee, pria yang bertanggung jawab sebagai <em>store manager</em> ini cukup mudah ditemui. Doddy akan dengan senang hati berbincang dengan pengunjung yang ingin tahu lebih banyak tentang dunia kopi.</p>
<p>Dan bagaimana gairah kopi Indonesia dalam 5 tahun terakhir di mata Doddy?</p>
<blockquote><p>Saya melihat dunia kopi Indonesia sangat bergairah dalam dua tahun terakhir. Mungkin karena sebelumnya saya bekerja di Yogyakarta, dimana saya rasa gairahnya tidak bisa lebih. Ketika pindah ke Jakarta saya melihat bahwa kopi masih memiliki potensi yang sangat besar, apalagi memang Indonesia adalah salah satu penghasil kopi terbesar di dunia walaupun mungkin bukan untuk <em>specialty coffee, </em>tetapi paling tidak industri ini semakin maju dan semakin banyak orang yang melihat potensi tersebut, salah satunya adalah Perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Saya rasa dunia kopi Indonesia akan semakin bergairah dan marak ke depannya.</p></blockquote>
<p style="text-align: center;"> <a href="http://tukangkopi.com/2013/04/yang-terbaik-dari-ibc-2013/doddy-espresso/" rel="attachment wp-att-1761"><img class="aligncenter  wp-image-1761" alt="Doddy Espresso" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/04/Doddy-Espresso.jpg" width="481" height="640" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2013/04/barista-terbaik-di-ibc-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IBC 2013 Jakarta: Kebanggaan Menjadi Seorang Barista</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2013/03/ibc-2013-jakarta-kebanggaan-menjadi-seorang-barista/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2013/03/ibc-2013-jakarta-kebanggaan-menjadi-seorang-barista/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 18:01:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Event]]></category>
		<category><![CDATA[barista]]></category>
		<category><![CDATA[IBC 2013]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Barista Competition]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[juara IBC 2013]]></category>
		<category><![CDATA[Mazzer]]></category>
		<category><![CDATA[nuova simonelli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=1738</guid>
		<description><![CDATA[Enam puluh orang barista terdaftar dan siap berkompetisi di sebuah ajang dua tahunan Indonesian Barista Competition 2013. Tepatnya di IBC 2013 babak eliminasi Jakarta yang dimulai pada tanggal 22 &#8211; 24 Maret 2013 di atrium Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Jakarta merupakan kota terakhir dari rangkaian babak eliminasi di berbagai kota, setelah sebelumnya digelar di Bali, Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung. Saya menyempatkan hadir di hari terakhir, di saat 40 barista sudah tersisih dan tersisa 20 terbaik untuk berkompetisi memperebutkan 10 tempat menuju IBC 2013 tingkat nasional. Terus terang, menyaksikan para barista ini unjuk kemampuan untuk menyajikan 4 cangkir espresso, 4 cangkir cappuccino, dan 4 cangkir signature drink terbaik dalam waktu 15 menit kepada para juri, tidak seseru menonton pertandingan olahraga seperti sepakbola atau Formula 1. Tidak ada teknik spesial yang memukau mata atau manuver cantik yang mendebarkan di sini. Apalagi jika Anda orang yang awam dengan dunia kopi dan barista, mungkin tidak akan mengerti apa yang harus diapresiasi, apa yang dinilai, bahkan nilai dari setiap juri tidak akan Anda ketahui hingga akhir acara. Namun terlepas dari itu semua, kalau saya seorang barista, baik secara profesi ataupun hobi, Indonesian Barista Competition adalah sebuah ajang pembuktian kemampuan. Tidak hanya kemampuan meracik kopi menggunakan ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Enam puluh orang barista terdaftar dan siap berkompetisi di sebuah ajang dua tahunan Indonesian Barista Competition 2013. Tepatnya di IBC 2013 babak eliminasi Jakarta yang dimulai pada tanggal 22 &#8211; 24 Maret 2013 di atrium Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Jakarta merupakan kota terakhir dari rangkaian babak eliminasi di berbagai kota, setelah sebelumnya digelar di Bali, Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung.<span id="more-1738"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/ibc-2013-jakarta-kebanggaan-menjadi-seorang-barista/ibc2013_view/" rel="attachment wp-att-1739"><img class="aligncenter  wp-image-1739" alt="IBC2013_view" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/IBC2013_view.jpg" width="560" height="374" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Saya menyempatkan hadir di hari terakhir, di saat 40 barista sudah tersisih dan tersisa 20 terbaik untuk berkompetisi memperebutkan 10 tempat menuju IBC 2013 tingkat nasional. Terus terang, menyaksikan para barista ini unjuk kemampuan untuk menyajikan 4 cangkir espresso, 4 cangkir cappuccino, dan 4 cangkir signature drink terbaik dalam waktu 15 menit kepada para juri, tidak seseru menonton pertandingan olahraga seperti sepakbola atau Formula 1. Tidak ada teknik spesial yang memukau mata atau manuver cantik yang mendebarkan di sini. Apalagi jika Anda orang yang awam dengan dunia kopi dan barista, mungkin tidak akan mengerti apa yang harus diapresiasi, apa yang dinilai, bahkan nilai dari setiap juri tidak akan Anda ketahui hingga akhir acara.</p>
<p style="text-align: left;">Namun terlepas dari itu semua, kalau saya seorang barista, baik secara profesi ataupun hobi, Indonesian Barista Competition adalah sebuah ajang pembuktian kemampuan. Tidak hanya kemampuan meracik kopi menggunakan mesin espresso, tetapi juga kemampuan presentasi, pemilihan dan penguasaan pengetahuan akan biji kopi yang digunakan serta kreativitas. Poin terakhir terutama berperan saat barista dalam pencarian resep <em>signature drink-</em>nya.</p>
<p style="text-align: left;">Bisa menjadi pemenang di IBC 2013 sudah jelas akan menjadi kebanggaan luar biasa bagi seorang barista. Di sisi lain, reputasi yang didapat sangat mungkin bisa membuka peluang baru yang lebih besar dan lebih menantang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/ibc-2013-jakarta-kebanggaan-menjadi-seorang-barista/ibc2013_officialmachine/" rel="attachment wp-att-1743"><img class="aligncenter  wp-image-1743" alt="IBC2013_officialmachine" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/IBC2013_officialmachine.jpg" width="560" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/ibc-2013-jakarta-kebanggaan-menjadi-seorang-barista/ibc2013_doddy/" rel="attachment wp-att-1741"><img class="aligncenter  wp-image-1741" alt="IBC2013_Doddy" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/IBC2013_Doddy.jpg" width="560" height="374" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/ibc-2013-jakarta-kebanggaan-menjadi-seorang-barista/ibc2013_sebastianus/" rel="attachment wp-att-1744"><img class="aligncenter  wp-image-1744" alt="IBC2013_Sebastianus" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/IBC2013_Sebastianus.jpg" width="560" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Kembali lagi ke kacamata seorang penonton kompetisi barista. Saya paling suka saat barista mulai meracik <em>signature drink </em>yang tentu saja berbasiskan kopi. Sisi menariknya adalah pada bahan-bahan yang digunakan dan cara pembuatannya. Sayang sekali penonton tidak bisa ikut mencicipi hasil karya para barista itu. Jika bisa tentu akan luar biasa menyenangkan! <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/ibc-2013-jakarta-kebanggaan-menjadi-seorang-barista/ibc2013_elang/" rel="attachment wp-att-1742"><img class="aligncenter  wp-image-1742" alt="IBC2013_Elang" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/IBC2013_Elang.jpg" width="426" height="640" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Gelaran final IBC 2013 Jakarta kemarin terasa sangat lama berjalan. Namun demi untuk menyaksikan pemenangnya, saya rela <em>nongkrong </em>di Citos selama 8 jam dari pukul 1 siang hingga 9 malam dimana akhirnya hasil penjurian untuk keduapuluh barista diumumkan. Berikut ini hasilnya (mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan nama):</p>
<blockquote><p>10. Doddy Samsura. Nilai: 343,5<br />
9. Christianus. Nilai: 354<br />
8. Saudi Hatin. Nilai: 356.5<br />
7. Ajeng Rindang. Nilai: 365.5<br />
6. Kiky. Nilai: 365.5<br />
5. Anggara Rizky. Nilai: 368.5<br />
4. Aris Kadarisman. Nilai: 396.5<br />
3. Deni Derwanto. Nilai: 400.5<br />
2. Satria Basiru. Nilai: 404.5<br />
1. Mohammad Aga. Nilai: 416</p></blockquote>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/ibc-2013-jakarta-kebanggaan-menjadi-seorang-barista/ibc2013_veronica-herlina/" rel="attachment wp-att-1746"><img class="aligncenter  wp-image-1746" alt="IBC2013_Veronica Herlina" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/IBC2013_Veronica-Herlina.jpg" width="560" height="374" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Rangkaian babak eliminasi IBC 2013 telah usai, namun babak yang lebih kompetitif baru akan dimulai tanggal 10 April nanti. Seperti pesan Ibu Veronica, ketua panitia IBC 2013, kesepuluh barista yang berhak maju ke Grand Final mewakili Jakarta tidak boleh berpuas diri. Harus terus berlatih dan berlatih. Apalagi juara yang nanti muncul di babak Grand Final berhak mewakili Indonesia untuk bertanding di event yang lebih prestisius dan global, yaitu World Barista Championship 2013 di Melbourne, Australia. Besar harapan bahwa barista Indonesia bisa menorehkan sejarah gemilang di sana. Semoga saja.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/ibc-2013-jakarta-kebanggaan-menjadi-seorang-barista/ibc2013_ajeng/" rel="attachment wp-att-1740"><img class="aligncenter  wp-image-1740" alt="IBC2013_Ajeng" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/IBC2013_Ajeng.jpg" width="430" height="640" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/ibc-2013-jakarta-kebanggaan-menjadi-seorang-barista/ibc2013_topthree/" rel="attachment wp-att-1745"><img alt="IBC2013_topthree" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/IBC2013_topthree.jpg" width="427" height="640" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2013/03/ibc-2013-jakarta-kebanggaan-menjadi-seorang-barista/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sama Tapi Tak Serupa: One Fifteenth &amp; Pandava</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2013/03/sama-tapi-tak-serupa-one-fifteenth-pandava/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2013/03/sama-tapi-tak-serupa-one-fifteenth-pandava/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Mar 2013 13:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cafe Story]]></category>
		<category><![CDATA[blue bottle]]></category>
		<category><![CDATA[coffee lab]]></category>
		<category><![CDATA[coffee shop]]></category>
		<category><![CDATA[kedai kopi]]></category>
		<category><![CDATA[la marzocco]]></category>
		<category><![CDATA[one fifteenth]]></category>
		<category><![CDATA[pandava coffee]]></category>
		<category><![CDATA[slayer]]></category>
		<category><![CDATA[slayer espresso]]></category>
		<category><![CDATA[slow bar]]></category>
		<category><![CDATA[strada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=1673</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta Selatan mungkin masih menjadi surga bagi penikmat kopi, setidaknya ini menurut pengalaman pribadi saya. Jualan kopi tidak sekedar menjual kafein dalam cangkir, tetapi juga idealisme, semangat, suasana, bahkan sebuah pengalaman yang paripurna. Setiap kedai kopi punya sesuatu yang berbeda untuk ditawarkan kepada pengunjung. Diferensiasi yang dapat diterima dengan baik oleh konsumen tentunya akan mampu membuat bisnis terus berjalan. Memiliki mesin kopi yang cantik dengan teknologi yang ciamik, dan bahkan mungkin merupakan kedai kopi yang pertama atau satu-satunya yang memilikinya adalah salah satu cara untuk menonjolkan diri di tengah persaingan. Tentu saja tetap harus didukung oleh barista yang terampil dan kemasan pemasaran yang bagus agar pengunjung dapat merasakan pengalaman ngopi yang memang berbeda. 1/15 Coffee dan Pandava Coffee adalah contoh kedai kopi yang ingin tampil beda dengan menghadirkan mesin kopi yang tidak dimiliki oleh kedai kopi lainnya. La Marzocco Strada yang jadi jantungnya 1/15 Coffee sudah pernah saya bahas di sini. Sedangkan Pandava Coffee memilih untuk memboyong Slayer Espresso. Bagi para coffee geek, melihat mesin-mesin molek ini tampil di bar tentu saja memberikan sebuah kesenangan sendiri, apalagi jika diperbolehkan untuk menjajalnya. Untuk yang terakhir ini mungkin hanya bisa dilakukan jika Anda diijinkan oleh sang barista atau pemilik kafenya. Jika membahas ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jakarta Selatan mungkin masih menjadi surga bagi penikmat kopi, setidaknya ini menurut pengalaman pribadi saya. Jualan kopi tidak sekedar menjual kafein dalam cangkir, tetapi juga idealisme, semangat, suasana, bahkan sebuah pengalaman yang paripurna. Setiap kedai kopi punya sesuatu yang berbeda untuk ditawarkan kepada pengunjung. Diferensiasi yang dapat diterima dengan baik oleh konsumen tentunya akan mampu membuat bisnis terus berjalan.<span id="more-1673"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Memiliki mesin kopi yang cantik dengan teknologi yang ciamik, dan bahkan mungkin merupakan kedai kopi yang pertama atau satu-satunya yang memilikinya adalah salah satu cara untuk menonjolkan diri di tengah persaingan. Tentu saja tetap harus didukung oleh barista yang terampil dan kemasan pemasaran yang bagus agar pengunjung dapat merasakan pengalaman ngopi yang memang berbeda.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/sama-tapi-tak-serupa-one-fifteenth-pandava/one-fifteenth-pandava/" rel="attachment wp-att-1683"><img class="aligncenter  wp-image-1683" alt="One Fifteenth - Pandava" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/One-Fifteenth-Pandava.jpg" width="576" height="384" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">1/15 Coffee dan Pandava Coffee adalah contoh kedai kopi yang ingin tampil beda dengan menghadirkan mesin kopi yang tidak dimiliki oleh kedai kopi lainnya. La Marzocco Strada yang jadi jantungnya 1/15 Coffee sudah pernah saya bahas di <span style="color: #ff0000;"><strong><a href="http://tukangkopi.com/2012/05/la-marzocco-strada/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">sini</span></a></strong></span>. Sedangkan Pandava Coffee memilih untuk memboyong Slayer Espresso. Bagi para <em>coffee geek</em>, melihat mesin-mesin molek ini tampil di bar tentu saja memberikan sebuah kesenangan sendiri, apalagi jika diperbolehkan untuk menjajalnya. Untuk yang terakhir ini mungkin hanya bisa dilakukan jika Anda diijinkan oleh sang barista atau pemilik kafenya. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/sama-tapi-tak-serupa-one-fifteenth-pandava/strada-espresso/" rel="attachment wp-att-1716"><img class="aligncenter" alt="Strada - Espresso" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/Strada-Espresso.jpg" width="338" height="504" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/sama-tapi-tak-serupa-one-fifteenth-pandava/slayer-close-up/" rel="attachment wp-att-1714"><img class="aligncenter  wp-image-1714" alt="Slayer - close up" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/Slayer-close-up.jpg" width="338" height="504" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-align: left;">Jika membahas mesin espresso yang digunakan kedua kedai kopi ini, buat saya pribadi, desain mesin espresso Slayer lebih memikat meskipun Strada EP memiliki teknologi yang lebih canggih. Slayer memiliki lekuk <em>body</em> yang tampak futuristik, mencolok dengan warna oranye yang tampil <em>wet look</em>, digabungkan dengan elemen klasik seperti material kayu untuk </span><em style="text-align: left;">paddle</em><span style="text-align: left;"> dan pengukur tekanan analog. Sungguh cantik! Sayangnya saya belum berkesempatan untuk bermain-main sedikit dengan mesin ini. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/sama-tapi-tak-serupa-one-fifteenth-pandava/slayer-espresso/" rel="attachment wp-att-1674"><img alt="Slayer espresso" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/Slayer-espresso.jpg" width="346" height="461" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Mesin kopi yang eksotik bukan menjadi satu-satunya &#8220;jualan&#8221; kedua kedai kopi tersebut. Hal lain yang menyenangkan adalah keduanya menawarkan biji-biji kopi dari luar Indonesia yang disangrai oleh para <em>roaster</em> kenamaan. Menyenangkan karena memberi kesempatan bagi penggemar kopi seperti saya untuk mencicipi berbagai karakter dan citarasa kopi dunia.  Anda juga tidak akan bosan ngopi di 1/15 atau Pandava karena kopi-kopi spesial yang Anda temukan mungkin akan berbeda-beda dari satu kunjungan ke kunjungan lainnya, dan biasanya hanya tersedia dalam waktu dan jumlah yang terbatas.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/sama-tapi-tak-serupa-one-fifteenth-pandava/pandava-coffee-02/" rel="attachment wp-att-1676"><img class="aligncenter  wp-image-1676" alt="pandava coffee 02" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/pandava-coffee-02.jpg" width="538" height="239" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/sama-tapi-tak-serupa-one-fifteenth-pandava/pandava-slow-bar/" rel="attachment wp-att-1713"><img class="aligncenter" alt="Pandava - slow bar" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/Pandava-slow-bar.jpg" width="504" height="378" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Menggunakan alat manual atau bukan mesin ketika menyeduh kopi sudah jelas bukan hal baru. Hanya saja saya perhatikan trennya makin meningkat dalam tiga tahun belakangan ini. Sekarang juga sudah banyak kedai kopi yang menawarkan cara seduh manual selain menggunakan <em>french press </em>yang sudah sangat umum.</p>
<p style="text-align: justify;">Di 1/15 dan Pandava, lagi-lagi ada kesamaan dari kedua kopi yang saya bahas tersebut. Desain bar-nya yang panjang, selain menyajikan  <em>espresso bar </em>di satu sisi, Anda juga akan menemukan <em>slow bar </em>di sisi lain dengan deretan berbagai alat seduh manual terpajang. Untuk pilihan alat seduh manual, sepertinya 1/15 lebih unggul dari Pandava. Pandava coffee memiliki koleksi <em>V60, smart drip, chemex,</em> dan <em>syphon</em>, sedangkan 1/15 selain yang sudah disebutkan juga ada <em>kalita wave, kone filter,</em> dan <em>cold drip</em>. Jika Anda seorang penggemar berat kopi, mungkin akan merasakan bahwa jenis alat seduh juga akan mempengaruhi karakter kopi di cangkir yang kita sesap.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/sama-tapi-tak-serupa-one-fifteenth-pandava/bluebottle-guatemala/" rel="attachment wp-att-1715"><img class="aligncenter  wp-image-1715" alt="Bluebottle - Guatemala" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/Bluebottle-Guatemala.jpg" width="337" height="504" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/sama-tapi-tak-serupa-one-fifteenth-pandava/one-fifteenth-brewing-tools/" rel="attachment wp-att-1717"><img class="aligncenter  wp-image-1717" alt="One Fifteenth - brewing tools" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/One-Fifteenth-brewing-tools.jpg" width="337" height="504" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Mesin kopi mewah, biji kopi terbaik dari berbagai negara, dan berbagai pilihan alat seduh manual yang unik, bisa menjadi nilai jual sebuah kedai kopi di mata seorang penggemar kopi. Namun begitu elemen-elemen tersebut akan terasa hampa ketika tidak bisa bercerita, dan akhirnya secangkir kopi yang tersaji dalam cangkir pelanggan hanya sekedar kopi enak atau tidak enak.</p>
<p style="text-align: justify;">Barista, sang peracik kopi, menurut saya juga harus menjadi seorang pendongeng ulung. Dengan begitu dia bisa bercerita mengenai mesin espresso yang jadi senjata andalannya, tentang alat seduh yang menjadi atraksinya, atau juga cerita dari setiap biji kopi yang dituangkannya dalam mesin penggiling kopi dan bagaimana kopi tersebut akan mengesankan peminumnya. Pelanggan yang bisa memahami dongeng sang barista, secara tidak langsung akan dapat menangkap diferensiasi yang ditawarkan kedai kopi yang dikunjunginya.</p>
<p style="text-align: justify;">Buat saya, untuk dapat mendengar dongeng dari seorang barista tentang kopi yang saya pesan, paling tepat adalah dengan duduk di depan bar. Jangan sungkan melontarkan pertanyaan, karena dari situ Anda juga dapat menilai seberapa baik pelayanan yang Anda dapatkan. Sejauh ini, pengalaman berbincang dengan para barista 1/15 maupun Pandava tentang kopi selalu mengasyikkan. Kopi enak tentu saja membuat saya senang, tetapi pelayanan yang prima dan personal akan memberikan pengalaman ngopi yang sempurna. Sudah tentu, saya masih akan kembali dan kembali lagi untuk secangkir kopi di 1/15 coffee dan Pandava coffee.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/03/sama-tapi-tak-serupa-one-fifteenth-pandava/p1100003/" rel="attachment wp-att-1719"><img class="aligncenter  wp-image-1719" alt="P1100003" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/03/P1100003.jpg" width="337" height="504" /></a></p>
<p><a href="https://www.facebook.com/115coffee" target="_blank"><strong>One Fifteenth Coffee</strong></a><br />
Jalan Gandaria I no. 63<br />
Jakarta Selatan<br />
Senin – Jumat 10.00 – 22.00<br />
Sabtu &amp; Minggu 9.00 – 22.00<br />
(021) 7225678</p>
<p><a href="https://www.facebook.com/PandavaCoffee" target="_blank"><strong>Pandava Coffee</strong></a><br />
Epiwalk 119, Superblok Rasuna Epicentrum<br />
Jakarta Selatan<br />
Senin – Minggu 9.00 – 22.00<br />
(021) 29941042</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2013/03/sama-tapi-tak-serupa-one-fifteenth-pandava/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lentera jiwa Hideo Gunawan</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2013/02/lentera-jiwa-hideo-gunawan/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2013/02/lentera-jiwa-hideo-gunawan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2013 16:35:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[biji kopi]]></category>
		<category><![CDATA[coffee bean]]></category>
		<category><![CDATA[Hideo Gunawan]]></category>
		<category><![CDATA[Kenya]]></category>
		<category><![CDATA[Kenya Murang'a]]></category>
		<category><![CDATA[pasar santa]]></category>
		<category><![CDATA[roaster]]></category>
		<category><![CDATA[roasting machine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=1649</guid>
		<description><![CDATA[Saya teringat ketika itu kali pertama saya berkunjung ke Pasar Santa dan singgah di toko kopi milik Christine Tandibua. Saat itu ada seorang pria yang sedang tidur-tiduran di dekat tumpukan karung kopi Toraja Sapan. Saya pikir dia adalah saudaranya karena bentuk wajah yang mirip, yang baru saya ketahui kemudian bahwa sang pria tersebut juga berasal dari Makassar, sama dengan daerah asal Christine. Setelah berkenalan, saya tahu namanya adalah Hideo Gunawan. Seingat saya, ketika kenal di bulan Januari tahun 2012 itu, dia masih bekerja di sebuah perusahaan yang berhubungan dengan audio. Hideo ternyata juga seorang alumni ITB, sama seperti saya, hanya saja angkatannya lebih muda dan berbeda jurusan. Saya lulus dari jurusan Geologi sedangkan Hideo dari Fisika Teknik. Obrolan panjang tentang kopi di Pasar Santa antara saya, Christine, Hideo, dan satu pria lagi bernama Levy, membuat saya bisa menangkap bahwa Hideo ini punya passion yang mendalam tentang kopi. Pengetahuannya tentang kopi pun dapat saya bilang cukup luas untuk anak muda seperti dia yang bahkan saat itu belum berkutat di bisnis kopi. Sejak pertama bertemu tersebut saya kemudian lama tidak pernah ngobrol lagi dengan Hideo sampai empat bulan kemudian saya mendengar kabar bahwa dia telah mengundurkan diri dari pekerjaannya dan memutuskan untuk menjadi seorang coffee roaster. ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saya teringat ketika itu kali pertama saya berkunjung ke Pasar Santa dan singgah di <a href="http://tukangkopi.com/2012/01/christine-dan-sapan-coffee/">toko kopi milik Christine Tandibua</a>. Saat itu ada seorang pria yang sedang tidur-tiduran di dekat tumpukan karung kopi Toraja Sapan. Saya pikir dia adalah saudaranya karena bentuk wajah yang mirip, yang baru saya ketahui kemudian bahwa sang pria tersebut juga berasal dari Makassar, sama dengan daerah asal Christine.</p>
<p>Setelah berkenalan, saya tahu namanya adalah Hideo Gunawan. Seingat saya, ketika kenal di bulan Januari tahun 2012 itu, dia masih bekerja di sebuah perusahaan yang berhubungan dengan audio. Hideo ternyata juga seorang alumni ITB, sama seperti saya, hanya saja angkatannya lebih muda dan berbeda jurusan. Saya lulus dari jurusan Geologi sedangkan Hideo dari Fisika Teknik.<span id="more-1649"></span></p>
<p>Obrolan panjang tentang kopi di Pasar Santa antara saya, Christine, Hideo, dan satu pria lagi bernama Levy, membuat saya bisa menangkap bahwa Hideo ini punya <em>passion </em>yang mendalam tentang kopi. Pengetahuannya tentang kopi pun dapat saya bilang cukup luas untuk anak muda seperti dia yang bahkan saat itu belum berkutat di bisnis kopi.</p>
<p>Sejak pertama bertemu tersebut saya kemudian lama tidak pernah ngobrol lagi dengan Hideo sampai empat bulan kemudian saya mendengar kabar bahwa dia telah mengundurkan diri dari pekerjaannya dan memutuskan untuk menjadi seorang <em>coffee roaster. </em>Hideo akhirnya mengikuti suara hati dan menemukan lentera jiwanya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/02/lentera-jiwa-hideo-gunawan/hideo-gunawan/" rel="attachment wp-att-1650"><img class="aligncenter  wp-image-1650" alt="hideo gunawan" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/02/hideo-gunawan.jpg" width="413" height="616" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Keputusan Hideo untuk terjun penuh menjadi seorang <em>roaster</em> tentunya bukan hanya modal nekat. Setahu saya, sebelum membuka kiosnya di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Hideo memantapkan terlebih dahulu ilmunya dengan belajar ilmu menyangrai kopi di Singapura. Sekarang, berbekal sebuah <em>roasting machine</em> buatan lokal berkapasitas 1 kg sebagai jantung operasinya, Hideo berkreasi, mencurahkan cinta dan pengetahuan, untuk mengeluarkan aroma dan citarasa kopi yang terbaik.</p>
<p style="text-align: left;">Eksperimen Hideo tidak sebatas pada biji kopi lokal saja, tetapi juga biji kopi impor. Salah satu metode belajar Hideo adalah menjadikan kopi impor hasil karya <em>roaster </em>asing yang terkenal sebagai acuan dan kemudian membeli biji kopi yang sama untuk <em>diulik</em> di mesin penyangrainya hingga menghasilkan kualitas citarasa yang setidaknya mendekati kopi acuannya tersebut. Dia menyebut proses ini sebagai <em>reverse engineering</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Tentu saja kegiatan menyangrai yang dilakukan di kios sederhana miliknya tidak hanya bertujuan untuk eksperimen. Hideo juga sudah memiliki pelanggan cukup banyak yang cukup menyibukkannya karena saat ini dia hanya bekerja seorang diri.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/02/lentera-jiwa-hideo-gunawan/roasted-bean/" rel="attachment wp-att-1651"><img class="aligncenter  wp-image-1651" alt="roasted bean" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/02/roasted-bean.jpg" width="427" height="640" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/02/lentera-jiwa-hideo-gunawan/roasting/" rel="attachment wp-att-1652"><img class="aligncenter  wp-image-1652" alt="roasting" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/02/roasting.jpg" width="430" height="640" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Sekitar satu minggu lalu ketika saya iseng-iseng main ke kiosnya, kebetulan Hideo sedang akan menyangrai biji kopi <em>grade </em>AA dari Kenya. Saya hanya memperhatikan apa yang dibicarakan dan dilakukannya selama proses penyangraian dilakukan. Menyangrai biji kopi itu bermain-main dengan suhu dan waktu. Naik turunnya suhu diatur dengan seksama dan dicatat setiap menitnya. Tingkat kematangan biji kopi dikontrol setiap interval tertentu melalui &#8220;tongkat pengintip&#8221;. Telinga ditajamkan untuk mendengarkan pada menit ke berapa mulai terdengar suara gemeretak biji kopi untuk pertama kali. Semuanya harus terekam dengan baik agar mudah diduplikasi untuk <i>batch</i> berikutnya demi menghasilkan kopi dengan kualitas rasa yang seragam. Tentu saja proses yang diduplikasi adalah yang memang memberikan citarasa terbaik setelah dilakukan uji citarasa kopi atau <em>cupping</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Menariknya, ketika biji kopi Kenya tersebut telah selesai disangrai dan saya cicipi dengan cara menggigit dan mengunyah langsung, ternyata tidak terasa pahit. Malah ada sensasi rasa anggur yang tertinggal di lidah, dan sedikit asam yang menyenangkan.</p>
<p style="text-align: left;">Tanpa saya minta, Hideo langsung mengemas 100 gram kopi Kenya tersebut dan dihadiahkan untuk saya. Sudah pasti saya senang sekali menerima kopi premium gratisan. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">&#8220;Kopi yang ini nggak gw jual. Khusus untuk belajar dan dinikmati sendiri&#8221;, katanya.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/02/lentera-jiwa-hideo-gunawan/termometer/" rel="attachment wp-att-1659"><img class="aligncenter  wp-image-1659" alt="termometer" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/02/termometer.jpg" width="428" height="640" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><em>*Lentera jiwa terinspirasi dari lagu Nugie yang bercerita tentang seseorang yang berani memilih untuk mengerjakan apa yang menjadi passionnya.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2013/02/lentera-jiwa-hideo-gunawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Djournal Coffee, Pemain Baru Muka Lama</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2013/02/djournal-coffee-pemain-baru-muka-lama/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2013/02/djournal-coffee-pemain-baru-muka-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2013 15:02:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cafe Story]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[coffee shop]]></category>
		<category><![CDATA[djournal coffee]]></category>
		<category><![CDATA[enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[ismaya]]></category>
		<category><![CDATA[serpong]]></category>
		<category><![CDATA[summarecon mall]]></category>
		<category><![CDATA[synesso]]></category>
		<category><![CDATA[synesso sabre]]></category>
		<category><![CDATA[syphon]]></category>
		<category><![CDATA[v60]]></category>
		<category><![CDATA[Wamena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=1616</guid>
		<description><![CDATA[Geliat dunia kopi Indonesia yang pelan-pelan bertransformasi menjadi sebuah gaya hidup membuat Ismaya group tampaknya tidak ingin ketinggalan. Seperti juga  resto-resto miliknya yang lebih dahulu lahir, kafe baru ini juga didesain dengan konsep yang kuat. Tidak hanya desain interior yang ciamik dan nyaman, bayi yang diberi nama Djournal Coffee ini juga menampilkan mesin kopi cantik yang berkelas dan tawaran metode seduh alternatif dari biji kopi pilihan. Gerai pertama Djournal Coffee dibuka di Summarecon Mall, Serpong, dan akan menyusul tidak lama lagi gerai keduanya di Grand Indonesia, Jakarta. Kabarnya selain di dua lokasi tersebut, Djournal Coffee juga akan dibuka di beberapa lokasi lain. Yang lebih mengundang penasaran lagi, gosipnya di setiap gerai akan dibekali dengan mesin espresso yang berbeda-beda. Terus terang saya belum merasakan espresso yang mengalir dari ujung portafilter Synesso Sabre yang menawan itu. Pastinya saya harus mencoba espressonya, tetapi lain waktu saja deh. Perkenalan pertama saya dengan barista Djournal Coffee dibuka dengan secangkir kopi Wamena yang diseduh menggunakan dripper V60. Selain Wamena, Anda juga punya pilihan kopi Bali dan Enrekang. Kopi lokal memang menjadi raja di sini. Menariknya di Djournal Coffee ini, saya lihat cukup banyak pengunjung yang meminta untuk diseduhkan kopi menggunakan metode alternatif seperti pour over ataupun syphon. Ya walaupun tentu saja jumlahnya ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/02/djournal-coffee-pemain-baru-muka-lama/djournal-coffee-interior/" rel="attachment wp-att-1625"><img class="aligncenter  wp-image-1625" alt="Djournal Coffee - Interior" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/02/Djournal-Coffee-Interior.jpg" width="560" height="373" /></a></p>
<p>Geliat dunia kopi Indonesia yang pelan-pelan bertransformasi menjadi sebuah gaya hidup membuat Ismaya group tampaknya tidak ingin ketinggalan. Seperti juga  resto-resto miliknya yang lebih dahulu lahir, kafe baru ini juga didesain dengan konsep yang kuat. Tidak hanya desain interior yang ciamik dan nyaman, bayi yang diberi nama Djournal Coffee ini juga menampilkan mesin kopi cantik yang berkelas dan tawaran metode seduh alternatif dari biji kopi pilihan.<span id="more-1616"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/02/djournal-coffee-pemain-baru-muka-lama/djournal-coffee/" rel="attachment wp-att-1633"><img class="aligncenter  wp-image-1633" alt="Djournal Coffee" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/02/Djournal-Coffee.jpg" width="376" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/02/djournal-coffee-pemain-baru-muka-lama/djournal-coffee-the-machine/" rel="attachment wp-att-1630"><img class="aligncenter  wp-image-1630" alt="Djournal Coffee - The Machine" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/02/Djournal-Coffee-The-Machine.jpg" width="374" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Gerai pertama Djournal Coffee dibuka di Summarecon Mall, Serpong, dan akan menyusul tidak lama lagi gerai keduanya di Grand Indonesia, Jakarta. Kabarnya selain di dua lokasi tersebut, Djournal Coffee juga akan dibuka di beberapa lokasi lain. Yang lebih mengundang penasaran lagi, gosipnya di setiap gerai akan dibekali dengan mesin espresso yang berbeda-beda.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/02/djournal-coffee-pemain-baru-muka-lama/djournal-coffee-lifestyle/" rel="attachment wp-att-1626"><img class="aligncenter  wp-image-1626" alt="Djournal Coffee - Lifestyle" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/02/Djournal-Coffee-Lifestyle.jpg" width="560" height="374" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/02/djournal-coffee-pemain-baru-muka-lama/djournal-coffee-synesso/" rel="attachment wp-att-1629"><img class="aligncenter  wp-image-1629" alt="Djournal Coffee - Synesso" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/02/Djournal-Coffee-Synesso.jpg" width="560" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Terus terang saya belum merasakan espresso yang mengalir dari ujung <em>portafilter</em> Synesso Sabre yang menawan itu. Pastinya saya harus mencoba espressonya, tetapi lain waktu saja deh. Perkenalan pertama saya dengan barista Djournal Coffee dibuka dengan secangkir kopi Wamena yang diseduh menggunakan <em>dripper </em>V60. Selain Wamena, Anda juga punya pilihan kopi Bali dan Enrekang. Kopi lokal memang menjadi raja di sini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter  wp-image-1627" style="text-align: start;" alt="Djournal Coffee - personalities" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/02/Djournal-Coffee-personalities.jpg" width="560" height="374" /></p>
<p>Menariknya di Djournal Coffee ini, saya lihat cukup banyak pengunjung yang meminta untuk diseduhkan kopi menggunakan metode alternatif seperti <em>pour over</em> ataupun <em>syphon</em>. Ya walaupun tentu saja jumlahnya tidak signifikan jika dibandingkan dengan yang memesan <em>espresso based </em>ataupun <em>ice blended</em>. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/02/djournal-coffee-pemain-baru-muka-lama/djournal-coffee-pour-over/" rel="attachment wp-att-1628"><img class="aligncenter  wp-image-1628" alt="Djournal Coffee - Pour Over" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/02/Djournal-Coffee-Pour-Over.jpg" width="378" height="504" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/02/djournal-coffee-pemain-baru-muka-lama/djournal-coffee-wamena/" rel="attachment wp-att-1631"><img class="aligncenter  wp-image-1631" alt="Djournal Coffee - Wamena" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/02/Djournal-Coffee-Wamena.jpg" width="374" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/02/djournal-coffee-pemain-baru-muka-lama/djournal-coffee-nuttela/" rel="attachment wp-att-1632"><img class="aligncenter  wp-image-1632" alt="Djournal Coffee- Nuttela" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/02/Djournal-Coffee-Nuttela.jpg" width="375" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Sebuah pengalaman pertama yang menyenangkan sih menurut saya. Kopi enak, suasana nyaman, dan pelayanan yang ramah. Oya, nuttela-cake-nya benar-benar patut dicoba. Pas banget untuk teman kopi Anda. Coba yang tanpa gula ya. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;">Mari ngopi!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2013/02/djournal-coffee-pemain-baru-muka-lama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Toko Peralatan Kopi Philocoffee</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2013/01/toko-peralatan-kopi-philocoffee/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2013/01/toko-peralatan-kopi-philocoffee/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2013 07:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cafe Story]]></category>
		<category><![CDATA[biji kopi]]></category>
		<category><![CDATA[brewing kit]]></category>
		<category><![CDATA[coffee bean]]></category>
		<category><![CDATA[coffee equipment]]></category>
		<category><![CDATA[coffee roaster]]></category>
		<category><![CDATA[espresso maker]]></category>
		<category><![CDATA[grinder]]></category>
		<category><![CDATA[online store]]></category>
		<category><![CDATA[philocoffee]]></category>
		<category><![CDATA[toko peralatan kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=1590</guid>
		<description><![CDATA[Buat sebagian orang, ngopi mungkin tidak hanya menjadi bagian dari rutinitas harian. Lebih dari itu, ngopi merupakan sebuah kegiatan eksplorasi citarasa yang menyenangkan dan seringkali mengundang rasa penasaran. Seorang coffee explorer tentu membutuhkan peralatan yang dapat mendukung petualangan kopinya tersebut. Philocoffee project adalah salah satu dari beberapa toko peralatan kopi yang saya tahu. Bermula dari sebuah online store, Philocoffee memiliki misi untuk meningkatkan kualitas pengalaman menikmati kopi bagi para peminum kopi. Jika Anda masuk ke laman www.philocoffeeproject.com, ada begitu banyak jenis barang yang dijual mulai dari grinder, alat seduh manual, espresso maker, bahkan coffee roaster. Selain dari itu Philocoffee juga menjual biji kopi dari beberapa roaster lokal yang sudah memiliki nama baik. Kabar menggembirakan datang dari Philocoffee sejak tanggal 6 Juli 2012 lalu ketika akhirnya sebuah gerai fisik pertamanya dibuka di Jl. Margasatwa Raya no. 8A, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Sejak pertama kali mendengar kabar tersebut saya selalu penasaran untuk datang berkunjung, namun ternyata niat saya tersebut baru kesampaian di bulan Januari 2013. Tidak terlalu sulit untuk menemukan gerai Philocoffee ini karena letaknya ada di tepi jalan utama. Di depan gerainya juga ada sebuah sign board dengan logo khas Philocoffee. Jika Anda kurang familiar dengan area selatan Jakarta, gunakan saja Google maps untuk memandu. Gerai Philocoffee ini berbentuk ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Buat sebagian orang, ngopi mungkin tidak hanya menjadi bagian dari rutinitas harian. Lebih dari itu, ngopi merupakan sebuah kegiatan eksplorasi citarasa yang menyenangkan dan seringkali mengundang rasa penasaran. Seorang <em>coffee explorer</em> tentu membutuhkan peralatan yang dapat mendukung petualangan kopinya tersebut.</p>
<p>Philocoffee project adalah salah satu dari beberapa toko peralatan kopi yang saya tahu. Bermula dari sebuah <em>online store, </em>Philocoffee memiliki misi untuk meningkatkan kualitas pengalaman menikmati kopi bagi para peminum kopi. Jika Anda masuk ke laman <a href="http://www.philocoffeeproject.com" target="_blank">www.philocoffeeproject.com</a>, ada begitu banyak jenis barang yang dijual mulai dari <em>grinder</em>, alat seduh manual, <em>espresso maker</em>, bahkan <em>coffee roaster</em>. Selain dari itu Philocoffee juga menjual biji kopi dari beberapa <em>roaster</em> lokal yang sudah memiliki nama baik.<span id="more-1590"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/01/toko-peralatan-kopi-philocoffee/philocoffee-project/" rel="attachment wp-att-1599"><img class="aligncenter  wp-image-1599" alt="Philocoffee Project" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/01/Philocoffee-Project.jpg" width="373" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Kabar menggembirakan datang dari Philocoffee sejak tanggal 6 Juli 2012 lalu ketika akhirnya sebuah gerai fisik pertamanya dibuka di Jl. Margasatwa Raya no. 8A, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Sejak pertama kali mendengar kabar tersebut saya selalu penasaran untuk datang berkunjung, namun ternyata niat saya tersebut baru kesampaian di bulan Januari 2013. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;">Tidak terlalu sulit untuk menemukan gerai Philocoffee ini karena letaknya ada di tepi jalan utama. Di depan gerainya juga ada sebuah <em>sign board </em>dengan logo khas Philocoffee. Jika Anda kurang familiar dengan area selatan Jakarta, gunakan saja Google maps untuk memandu.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/01/toko-peralatan-kopi-philocoffee/philocofee-interior/" rel="attachment wp-att-1591"><img class="aligncenter  wp-image-1591" alt="Philocofee - interior" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/01/Philocofee-interior.jpg" width="536" height="199" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Gerai Philocoffee ini berbentuk sebuah rumah yang dialihfungsikan menjadi sebuah <em>showroom. </em>Sungguh menyenangkan sekali akhirnya menemukan sebuah toko peralatan kopi dengan konsep swalayan seperti di Philocoffee ini. Untuk orang-orang konservatif yang selalu ingin menyentuh terlebih dahulu produk yang akan dibelinya, kehadiran gerai fisik Philocoffee ini tentu memberikan kepuasan lebih.  Ditambah lagi beberapa jenis barang bisa dicoba terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk meminang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/01/toko-peralatan-kopi-philocoffee/philocoffee-v60/" rel="attachment wp-att-1595"><img class="aligncenter  wp-image-1595" alt="Philocoffee - V60" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/01/Philocoffee-V60.jpg" width="372" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/01/toko-peralatan-kopi-philocoffee/philocoffee-cafelat/" rel="attachment wp-att-1592"><img class="aligncenter  wp-image-1592" alt="Philocoffee - Cafelat" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/01/Philocoffee-Cafelat.jpg" width="374" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Inovasi Philocoffee tidak sampai situ saja. Setidaknya sudah dimulai sejak dua bulan terakhir ini, jika Anda mengikuti akun twitter Philocoffee di <a href="http://twitter.com/philo_coffee" target="_blank">@philo_coffee</a>, mereka juga mengundang para penikmat kopi ataupun pengunjung gerai untuk mencicipi kopi-kopi spesial yang sengaja disediakan secara gratis. Menurut saya ini adalah sebuah strategi marketing yang bagus untuk meningkatkan <em>awareness</em> terhadap gerai Philocoffee disamping juga sebagai ajang untuk bertukar ilmu atau sekedar bincang santai. Seperti kunjungan saya kesini yang tanpa direncanakan ternyata bertemu dengan Mas Mirza dan Fani, dua orang yang sudah lama berkecimpung di dunia kopi dengan bermula sebagai barista. Kini Mas Mirza adalah seorang Learning Specialist di Starbucks Indonesia, dan Fani yang juga jebolan dari perusahaan yang sama kini memiliki sebuah kafe di kawasan industri Cikarang. Obrolan bisa <em>ngalor ngidul</em>, tidak melulu harus tentang kopi, meskipun seringkali ujung-ujungnya kembali membahas dunia hitam itu. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/01/toko-peralatan-kopi-philocoffee/philocoffee-kopi-untuk-semua/" rel="attachment wp-att-1594"><img class="aligncenter  wp-image-1594" alt="Philocoffee - kopi untuk semua" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/01/Philocoffee-kopi-untuk-semua.jpg" width="375" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/01/toko-peralatan-kopi-philocoffee/philocoffee-01/" rel="attachment wp-att-1596"><img class="aligncenter  wp-image-1596" alt="Philocoffee 01" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/01/Philocoffee-01.jpg" width="374" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Bagaimana soal pelayanan Philocoffee? Berdasarkan pengalaman saya yang berbelanja <em>home brewing</em> <em>starter kit</em> di toko ini, pelayanannya sangat memuaskan, baik untuk pembelian secara <em>online</em> maupun <em>offline. </em>Sedangkan dari sisi variasi barang yang dijual, saya rasa jenis produk yang ditawarkan Philocoffee sekarang jauh lebih lengkap dibanding masa awal saya mengetahui <em>online store </em>ini. Menurut saya Philocoffee masih akan terus berkembang karena di belakangnya ada tim yang tangguh dan konsisten untuk menjaga visi dan misinya.</p>
<p style="text-align: left;">Tertarik memiliki alat seduh untuk digunakan di rumah atau membuka kafe? Anda bisa sempatkan waktu untuk datang ke toko peralatan kopi yang satu ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/01/toko-peralatan-kopi-philocoffee/philocoffee-dian/" rel="attachment wp-att-1593"><img class="aligncenter  wp-image-1593" alt="Philocoffee - Dian" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/01/Philocoffee-Dian.jpg" width="374" height="560" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2013/01/toko-peralatan-kopi-philocoffee/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Getback Coffee: ngopi hangat bersahaja</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2013/01/getback-coffee-ngopi-hangat-bersahaja/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2013/01/getback-coffee-ngopi-hangat-bersahaja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2013 09:57:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cafe Story]]></category>
		<category><![CDATA[coffee shop]]></category>
		<category><![CDATA[fatmawati]]></category>
		<category><![CDATA[getback coffee]]></category>
		<category><![CDATA[kedai kopi]]></category>
		<category><![CDATA[la cimbali]]></category>
		<category><![CDATA[promac]]></category>
		<category><![CDATA[zamzam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=1563</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering berkhayal ada sebuah coffee shop yang menghilangkan batas antara sang peracik kopi dan pelanggannya. Batas yang saya masuk di sini adalah batas fisik yang biasa disebut bar. Ya, saya membayangkan bagaimana jika di sebuah coffee shop, seorang peminum kopi memiliki sudut pandang yang sama dengan tukang kopi. Berbaur tanpa jarak dan pembatas sehingga tercipta suasana yang cair, tanpa rahasia. Khayalan ini belum menemukan bentuk nyatanya hingga saya menjajal sebuah coffee shop pendatang baru di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan. Getback Coffee, walaupun saya tidak mengerti arti di balik nama itu, tetapi coffee shop satu ini menerjemahkan dengan baik khayalan saya tentang keakraban sebuah kedai kopi modern. Tampilan luar coffee shop ini mungkin tidak mengesankan, tetapi luangkanlah waktu untuk masuk dan langkahkan terus kaki Anda hingga tiba di ruangan yang ada di balik mesin kopi La Cimbali dan rak yang memajang berbagai peralatan seduh kopi. Sebuah meja panjang dari kayu solid menjadi pusat semesta yang dikeliling oleh segala macam peralatan dan bahan untuk membuat secangkir kopi dan rak yang penuh dengan buku arsitektur dan desain. Duduk di &#8220;dapur&#8221; Getback Coffee, saya mendapatkan sensasi serasa ngopi di rumah dengan mesin kopi dan barista pribadi. Hal lain yang bisa menambah nikmatnya ritual ngopi tentu saja jika sambil ngumpul bareng teman-teman atau ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sering berkhayal ada sebuah <em>coffee shop</em> yang menghilangkan batas antara sang peracik kopi dan pelanggannya. Batas yang saya masuk di sini adalah batas fisik yang biasa disebut <em>bar</em>. Ya, saya membayangkan bagaimana jika di sebuah <em>coffee shop</em>, seorang peminum kopi memiliki sudut pandang yang sama dengan tukang kopi. Berbaur tanpa jarak dan pembatas sehingga tercipta suasana yang cair, tanpa rahasia.</p>
<p>Khayalan ini belum menemukan bentuk nyatanya hingga saya menjajal sebuah <em>coffee shop</em> pendatang baru di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan. Getback Coffee, walaupun saya tidak mengerti arti di balik nama itu, tetapi <em>coffee shop </em>satu ini menerjemahkan dengan baik khayalan saya tentang keakraban sebuah kedai kopi modern.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/01/getback-coffee-ngopi-hangat-bersahaja/getback-bar/" rel="attachment wp-att-1565"><img class="wp-image-1565" alt="getback - bar" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/01/getback-bar.jpg" width="576" height="384" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Tampilan luar <em>coffee shop </em>ini mungkin tidak mengesankan, tetapi luangkanlah waktu untuk masuk dan langkahkan terus kaki Anda hingga tiba di ruangan yang ada di balik mesin kopi La Cimbali dan rak yang memajang berbagai peralatan seduh kopi. Sebuah meja panjang dari kayu solid menjadi pusat semesta yang dikeliling oleh segala macam peralatan dan bahan untuk membuat secangkir kopi dan rak yang penuh dengan buku arsitektur dan desain.</p>
<p style="text-align: left;">Duduk di &#8220;dapur&#8221; Getback Coffee, saya mendapatkan sensasi serasa ngopi di rumah dengan mesin kopi dan barista pribadi. Hal lain yang bisa menambah nikmatnya ritual ngopi tentu saja jika sambil ngumpul bareng teman-teman atau bahkan ngobrol dengan orang asing yang baru kenal. Dan meja kayu panjang ini, sekali lagi adalah pusat semesta yang bisa menarik siapa saja untuk berbaur dan bercengkerama. Demi menjaga keseimbangan, sang pemilik dengan senang hati akan memutar koleksi piringan hitamnya yang mengalunkan musik-musik lawas dari berbagai genre jazz. Sempurna!</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/01/getback-coffee-ngopi-hangat-bersahaja/getback-cappuccino/" rel="attachment wp-att-1566"><img class="aligncenter  wp-image-1566" alt="getback - cappuccino" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/01/getback-cappuccino.jpg" width="374" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/01/getback-coffee-ngopi-hangat-bersahaja/getback-record/" rel="attachment wp-att-1568"><img class="aligncenter  wp-image-1568" alt="getback - record" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/01/getback-record.jpg" width="374" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Interior Getback Coffee didesain dengan sangat apik. Suasananya terasa bersahaja karena dinding dan langit-langitnya dibiarkan tampil telanjang, tetapi tetap menarik karena dipadukan dengan furniture dan pernak-pernik jadul yang akan sangat jarang bisa Anda temukan di tempat lain. Zamzam, sang pemilik yang juga seorang arsitek, memang gemar mengumpulkan barang-barang lawas. Katanya selama ini barang-barang lawas tersebut banyak menumpuk di gudang. Ketika ada kesempatan untuk membuka <em>coffee shop, </em>Zamzam memanfaatkan kembali karya-karya warisan pendahulu yang menurut saya dipadupadankan dengan sangat cantik. Setiap sudut kedai terlihat sangat menarik untuk dijepret oleh kamera.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/01/getback-coffee-ngopi-hangat-bersahaja/getback-interior/" rel="attachment wp-att-1567"><img class="aligncenter  wp-image-1567" alt="getback - interior" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/01/getback-interior.jpg" width="374" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/01/getback-coffee-ngopi-hangat-bersahaja/getback-zamzam/" rel="attachment wp-att-1569"><img class="aligncenter  wp-image-1569" alt="getback - zamzam" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/01/getback-zamzam.jpg" width="373" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/01/getback-coffee-ngopi-hangat-bersahaja/getback/" rel="attachment wp-att-1570"><img class="aligncenter  wp-image-1570" alt="Getback" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/01/Getback.jpg" width="374" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2013/01/getback-coffee-ngopi-hangat-bersahaja/p1090951/" rel="attachment wp-att-1564"><img class="aligncenter  wp-image-1564" alt="getback - paper cup" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2013/01/P1090951.jpg" width="374" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Terlepas dari buaian suasana yang hangat, cair, dan menyenangkan, Getback Coffee juga menyajikan kopi nikmat dengan harga yang terjangkau. Secangkir cappuccino (yang kebetulan saya buat sendiri) bisa dinikmati dengan harga Rp 18ribu. Cukup kompetitif jika disandingkan dengan kafe-kafe sekelas yang pernah saya kunjungi.</p>
<p style="text-align: left;">Apakah seperti ini juga tempat ngopi yang Anda idam-idamkan selama ini? Coba saja datang dan rasakan pengalamannya. Jika beruntung bertemu Zamzam, beliau punya banyak cerita menarik dari hobinya mengkoleksi piringan hitam.</p>
<p style="text-align: left;">Mari ngopi! <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Getback Coffee</strong><br />
Ruko Dutamas ITC Fatmawati Blok B2 / 12<br />
Jakarta Selatan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2013/01/getback-coffee-ngopi-hangat-bersahaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman masuk daftar hitam</title>
		<link>http://tukangkopi.com/2012/12/blacklisted-coffee/</link>
		<comments>http://tukangkopi.com/2012/12/blacklisted-coffee/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2012 17:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangkopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cafe Story]]></category>
		<category><![CDATA[aeropress]]></category>
		<category><![CDATA[blacklisted coffee]]></category>
		<category><![CDATA[brazil]]></category>
		<category><![CDATA[coffee shop]]></category>
		<category><![CDATA[coffeehouse]]></category>
		<category><![CDATA[diedrich]]></category>
		<category><![CDATA[ethiopian]]></category>
		<category><![CDATA[french press]]></category>
		<category><![CDATA[honduras]]></category>
		<category><![CDATA[puri indah mall]]></category>
		<category><![CDATA[syphon]]></category>
		<category><![CDATA[v60]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangkopi.com/?p=1534</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi coffeehouse di Jakarta yang memiliki mesin roasting komersial sendiri untuk menyangrai kopi yang disajikannya. Sebuah Diedrich roaster IR series berwarna oranye yang cantik tampak seperti sengaja dipamerkan di koridor mall Puri Indah, Jakarta Barat. Berkapasitas 12 kilogram dan berteknologi infrared burner, mesin ini digunakan untuk menyangrai biji-biji kopi andalan Blacklisted Coffee. Tiga kali seminggu, roaster Blacklisted Coffee menyangrai kopi Brazil, Ethiopia, Honduras, dan juga house blend secara bergantian. Saya sempat berbicang dengan Pak Ong, seorang pastry chef yang juga memiliki pengalaman roasting selama 10 tahun. Menurut cerita Beliau, kafe ini menyangrai kopinya dengan profil city roast. Menurut definisi Sweet Maria, biji kopi yang disangrai dengan profil city roast akan dipanggang hingga akhir bunyi first crack terdengar, tanpa dilanjutkan hingga proses second crack. Hasilnya adalah biji kopi dengan warna coklat terang yang mampu menghantarkan aroma dan citarasa khas masing-masing varietal. Gambaran fisik biji kopi dari berbagai degree of roast  dapat dibaca di sini. Selain mesin roasting yang &#8220;nongkrong&#8221; di depan kafe, hal lain yang menarik perhatian saya ketika mengunjungi Blacklisted adalah sederet peralatan seduh manual yang dipajang di atas chiller. Ada Hario V60, syphon, cold drip, bahkan aeropress. Tapi saya berani bertaruh bahwa alat-alat ini pasti jarang sekali digunakan. Ada kejadian lucu ketika saya ingin memesan kopi Ethiopia dengan french press. Saat itu sang barista tampak agak kebingungan menerjemahkan pesanan saya. Saya sendiri juga jadi ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Satu lagi <em>coffeehouse</em> di Jakarta yang memiliki mesin <em>roasting </em>komersial sendiri untuk menyangrai kopi yang disajikannya. Sebuah Diedrich <em>roaster </em>IR series berwarna oranye yang cantik tampak seperti sengaja dipamerkan di koridor mall Puri Indah, Jakarta Barat. Berkapasitas 12 kilogram dan berteknologi <em>infrared burner, </em>mesin ini digunakan untuk menyangrai biji-biji kopi andalan Blacklisted Coffee. Tiga kali seminggu, <em>roaster</em> Blacklisted Coffee menyangrai kopi Brazil, Ethiopia, Honduras, dan juga <em>house blend </em>secara bergantian.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/12/blacklisted-coffee/blacklisted-diedrich-roaster/" rel="attachment wp-att-1538"><img class=" wp-image-1538 aligncenter" alt="blacklisted-diedrich roaster" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/12/blacklisted-diedrich-roaster.jpg" width="374" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Saya sempat berbicang dengan Pak Ong, seorang <em>pastry chef </em>yang juga memiliki pengalaman <em>roasting </em>selama 10 tahun. Menurut cerita Beliau, kafe ini menyangrai kopinya dengan profil <em>city roast</em>. Menurut definisi Sweet Maria, biji kopi yang disangrai dengan profil <em>city roast </em>akan dipanggang hingga akhir bunyi <i>first crack </i>terdengar, tanpa dilanjutkan hingga proses <em>second crack</em>. Hasilnya adalah biji kopi dengan warna coklat terang yang mampu menghantarkan aroma dan citarasa khas masing-masing varietal. Gambaran fisik biji kopi dari berbagai <em>degree of roast </em> dapat dibaca di <a href="https://www.sweetmarias.com/library/content/using-sight-determine-degree-roast" target="_blank">sini</a>.<em><br />
</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/12/blacklisted-coffee/blacklisted-mr-ong/" rel="attachment wp-att-1541"><img class="aligncenter  wp-image-1541" alt="blacklisted-mr ong" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/12/blacklisted-mr-ong.jpg" width="375" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/12/blacklisted-coffee/blacklisted-house-blend/" rel="attachment wp-att-1535"><img class="aligncenter  wp-image-1535" alt="blacklisted house blend" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/12/blacklisted-house-blend.jpg" width="372" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Selain mesin <em>roasting </em>yang &#8220;nongkrong&#8221; di depan kafe, hal lain yang menarik perhatian saya ketika mengunjungi Blacklisted adalah sederet peralatan seduh manual yang dipajang di atas <em>chiller</em>. Ada Hario V60, syphon, cold drip, bahkan aeropress. Tapi saya berani bertaruh bahwa alat-alat ini pasti jarang sekali digunakan. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/12/blacklisted-coffee/blacklisted-manual-brew/" rel="attachment wp-att-1540"><img class="aligncenter  wp-image-1540" alt="blacklisted-manual brew" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/12/blacklisted-manual-brew.jpg" width="560" height="291" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Ada kejadian lucu ketika saya ingin memesan kopi Ethiopia dengan <em>french press. </em>Saat itu sang barista tampak agak kebingungan menerjemahkan pesanan saya. Saya sendiri juga jadi bingung, apakah ada salah ucap ataukah memang kafe ini tidak menyajikan kopi menggunakan <em>french press</em>. Lalu buat apa sederet <em>french press </em>yang berjejer di rak belakang bar? <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;">Untunglah kemudian seorang <em>supervisor</em> yang ada di dekatnya membantu mengatasi kebingungan yang terjadi. Dia menjelaskan ke sang barista mengenai apa yang saya maksud dan barista tersebut bisa cepat tanggap. Yah, saya anggap saja mungkin barista tersebut masih dalam masa <em>training</em>. <img src='http://tukangkopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/12/blacklisted-coffee/blacklisted-ethiopian/" rel="attachment wp-att-1539"><img class="aligncenter  wp-image-1539" alt="blacklisted-Ethiopian" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/12/blacklisted-Ethiopian.jpg" width="374" height="560" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Jujur saja, kopi Ethiopia karya Blacklisted ini bukan kopi Ethiopia terbaik yang pernah saya rasakan. Citarasanya kurang berkesan, menurut saya. Sulit untuk dideskripsikan karena ketika membuat tulisan ini saya sudah lupa bagaimana rasanya. Untungnya menu <em>chicken wing</em> yang saya pesan enak, Anda bisa coba itu. Memang sih saya lihat kebanyakan pengunjung yang datang ke Blacklisted adalah untuk memesan menu makanan, pemandangan yang terus terang tidak sesuai dengan ekspektasi saya ketika pertama kali mendengar nama <em>coffeehouse </em>ini.</p>
<p style="text-align: left;">Kalo Anda sempat mampir ke Blacklisted Coffee mungkin harus mencoba menu <em>pastry-nya</em>. Berdasarkan review banyak orang sepertinya enak. Saya sendiri tidak sempat mencobanya. <i><br />
</i></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/12/blacklisted-coffee/blacklisted-pastry/" rel="attachment wp-att-1537"><img class="aligncenter  wp-image-1537" alt="blacklisted pastry" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/12/blacklisted-pastry.jpg" width="560" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tukangkopi.com/2012/12/blacklisted-coffee/blacklisted-interior/" rel="attachment wp-att-1536"><img class="aligncenter  wp-image-1536" alt="blacklisted interior" src="http://tukangkopi.com/wp-content/uploads/2012/12/blacklisted-interior.jpg" width="560" height="374" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Kesimpulannya, mungkin ini kedatangan saya untuk pertama dan terakhir kalinya di Blacklisted Coffee. Bukan, bukan karena kecewa dengan kopi, makanan, ataupun pelayanannya hingga saya masukkan daftar hitam. Hanya saja lokasi <em>coffeehouse </em> ini jauh sekali dari tempat tinggal saya. Kalau bukan karena sekalian menghadiri undangan pernikahan teman yang cukup dekat dari Mall Puri Indah, mungkin saya tidak akan pernah mencoba seduhan kopi Blacklisted Coffee.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangkopi.com/2012/12/blacklisted-coffee/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
