bukan manusia biasa


0

Pemburu bintang

October 07, 2010 / by / 7 Comments

Al terpekur di sudut kamarnya, ia biarkan kamarnya benderang tak seperti biasanya, karena malam ini ia memang sedang ada di bumi, tak seperti biasanya. Dia biarkan suara televisi dan radio bersahut-sahutan di sudut lain, memang sengaja ia biarkan menyala dengan volume yang bisa sedikit mengganggu pendengaran tetangga sebelah. Tetapi sepertinya tidak ada yang peduli, karena Al, TV, dan radionya sudah dalam keadaan begitu selama berjam-jam, dan belum ada yang mengetuk pintunya dan memamerkan muka yang jelek karena kesal. Sebenarnya Al tidak bermaksud membuat tetangga sebelah kamarnya kesal. Dia hanya merasa takut, Al takut malam ini dia akan ketahuan orang lain jika sampai menangis tersedu-sedu atau mungkin sampai bergulung-gulung dan meraung-raung. Tapi air mata itu tak sebutir pun ada yang berniat untuk keluar dari kedua matanya, padahal sedari tadi dia sudah meringkuk di sudut kamar dengan wajah tertunduk, harusnya bulir-bulir air itu tunduk pada hukum gravitasi. Sebenarnya Al memang sama sekali bukan lelaki cengeng. Satu-satunya hal yang bisa membuatnya menangis sesenggukan adalah jika rindu dengan ibunya di kampung halaman. Tetapi kali ini Al merasa bahwa ia berhak untuk menangis. Mungkin hal itu bisa sedikit mendamaikan perasaannya. Pemburu bintang itu kini telah menyadari bahwa cinta memang tak bisa dipetik sesuka hati, cinta …

READ MORE