kafe


0
Bar Kedai Lante Satu

Oleh-oleh dari Australia di Lante Satu

May 05, 2012 / by / 7 Comments

Menghabiskan waktu dengan ngopi bersama teman-teman adalah salah satu cara refreshing murah buat saya. Seringkali acara ngopi-ngopi tersebut tidak direncanakan sebelumnya, seperti kali ini yang dipicu oleh tweet Pak Hendri, teman saya yang memamerkan sekantong biji kopi yang didapatkannya dari Australia. Tidak seberapa lama setelah percakapan di twitter, saya langsung meluncur menuju lokasi dimana dia berada demi sekedar mencicipi kopi impor tersebut. Kami bertemu di sebuah kafe yang terbilang baru daerah Kemanggisan, Jakarta Barat, dekat dengan kampus Universitas Bina Nusantara. Kafe ini dinamakan Kedai Lante Satu, nama yang sederhana dan mudah diingat. Pemiliknya adalah seorang fotografer bernama Timur Angin, dan saya tahu dari Pak Hendri bahwa ia adalah putra dari Seno Gumira Ajidarma. Dua-duanya adalah seniman hebat menurut saya. Siapa yang tidak kenal tulisan-tulisan SGA, dan Timur Angin, karya fotografinya selalu memukau mata saya. Cukup sampai situ saja sih, saya tidak akan melanjutkan bercerita tentang kedua orang tersebut. Hahaha… Kedai Lante Satu menempati sebuah ruko di lantai satu, sedangkan lantai duanya digunakan sebagai studio foto. Saat saya datang terasa suasana yang hangat karena interior yang sebagian besar terdiri dari furniture dan pernak-pernik yang terbuat dari kayu, demikian juga coffee-bar-nya. Ada sesuatu yang sangat menarik di kafe ini. Ada sebuah sofa …

READ MORE

0
Coffee-at-work

Coffee at Work

March 24, 2012 / by / 7 Comments

Kesibukan kantor dan secangkir kopi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kafein membantu para pekerja berkerah untuk memulai pagi dengan mata benderang dan bersemangat juang. Oleh karena itu hampir di setiap gedung perkantoran di Jakarta setidaknya ada sebuah kedai yang menyediakan kopi selain yang ada di pantry masing-masing kantor. Salah satu kedai kopi itu adalah Coffee at Work yang saya temukan di gedung Cyber 2, Jl. Rasuna Said. Mengapa kedai kopi ini istimewa hingga saya tulis di blog ini? Pada awalnya saya tidak berharap mendapatkan kopi yang istimewa di sini, tetapi begitu melihat mesin ECM Michelangelo dengan cangkir berlogo Lavazza di cup tray-nya serta grinder Compak di sisinya, saya berubah pikiran. Peralatan tempur kafe ini ternyata tidak main-main, sudah sepantasnya saya mengharapkan kopi yang enak. Lavazza saya kenal punya citarasa espresso yang mantap, dan yang saya tahu, ketika dijadikan cappuccino atau latte rasa kopinya akan masih terasa nendang. Pertama kali saya mencicipi kopi racikan Italia ini adalah sekitar tahun 2006 ketika saya bekerja di sebuah kafe di Bandung yang juga menggunakan Lavazza dan mesin ECM Michelangelo untuk menyajikan espresso dan menu kopi lainnya. Melihat apa yang ada di bar Coffee at Work ini sempat sejenak membawa kilas balik kenangan …

READ MORE

0
P1070190-1

Antipodean

February 23, 2012 / by / 2 Comments

Siang itu saya ngopi secangkir kopi Papua Wamena di salah satu kafe di sudut Kemang. Wamena yang satu ini agak berbeda dari yang biasa saya rasakan, rasa kopinya lebih intens dan acidity-nya hampir tidak terasa. Entah apakah ini adalah ciri khas dari Merdeka Coffee dalam “menggoreng” Wamena, atau lidah saya yang sedang keseleo.  Tetapi dengan ditemani manisnya sepotong Caramel Apple Raisin, dua sejoli ini serasi menemani aktivitas kerja saya. Memilih nama Antipodean, kafe ini memang memposisikan diri sebagai Australian style of cafe yang menyajikan kopi berkualitas dan juga santapan untuk para ekspatriat di Jakarta. Di jam makan siang, kafe ini penuh oleh pengunjung yang datang dan pergi. Kebanyakan adalah bule-bule yang mungkin tinggal di sekitar Kemang. Dengan menu makanan bercitarasa internasional yang sangat beragam, tidak heran jika banyak yang singgah untuk makan siang selain ngopi. Dalam ruangan dengan luas yang tidak lebih dari 50 meter persegi, kafe ini bisa dikatakan berukuran mungil. Ruangan akan terasa sempit jika semua kursi terisi, namun dibalik itu suasana hangat dan akrab akan lebih terasa. Harga minuman kopi berkisar dari Rp 18ribu – 25ribu, cukup premium mengingat harga tersebut adalah untuk kopi hitam dan espresso based tanpa tambahan sirup beraneka rasa. Tapi mengingat konsumennya adalah para ekspatriat, harga premium …

READ MORE