Warkop Darmin
Datanglah ke warkop ini di kala malam, bersama teman-teman, dan katakan: “Saya yang traktir!”. Jangan kuatir dompet jebol, yang penting bisa menikmati kebersamaan. Kalau Anda sudah sampai di warkop ini dan kebetulan membuka laptop dan terkoneksi ke internet, coba googling nama “Darmin”. Apa yang Anda temukan? Mulai dari Darmin yang orang besar sampai Darmin seorang anak yatim akan Anda lihat di halaman pertama. Apa alasan Alex Komang, pemilik warkop yang juga bintang film, memberi nama Darmin? Silahkan Anda tanya sendiri kalo kebetulan bertemu. ) Warkop Darmin sendiri dideklarasikan sebagai rumah kopi ruang pembebasan. Anda bebas berkumpul, berbicara, berkarya di warung ini, tapi satu yang perlu diingat: Anda tidak bebas pergi lenggang kangkung tanpa membayar. Kok review saya tidak bermutu seperti ini? Ah, bebas-bebas aja lah. Sebebas Anda menentukan pilihan mau mencoba ngopi di warung ini atau tidak. :p
READ MORE
Blumchen Coffee
Blumchen adalah salah satu kedai kopi terbaik di antara banyaknya kedai kopi yang menjamur di Jakarta Selatan. Dikelola oleh Mas Anto “Ireng” yang sebelumnya merupakan roaster andalan di Bakoel Koffie bersama dengan partnernya yang berkebangsaan Korea Selatan. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya mampir dan ngopi di sini, tetapi bukan berarti sering juga. Lokasinya yang ada di jalur macet membuat saya harus berpikir seribu kali jika sengaja ingin ke Blumchen. Lebih asyik datang jika memang sedang pulang lewat Fatmawati dari suatu urusan lain. Hahaha.. Beberapa kali ngopi di Blumchen saya selalu memesan menu kopi spesial mereka yang notabene 4 dari 5 menu tersebut adalah kopi campuran, maksudnya resepnya adalah campuran kopi, susu, dan sirup. Biasanya di kedai kopi lain saya tidak pernah memesan minuman kopi yang ada sirupnya, kecuali jika terpaksa. Paling banter kalau tidak ada kopi single origin saya biasanya minum kapucino. Lain dengan di Blumchen, saya sungguh ketagihan dengan yang namanya “Rolo Way” Latte atau “True Love” Latte. Meskipun bukan kopi murni tapi aroma dan rasa kopinya masih nendang, ditambah rasa sirup yang aduhai dan disajikan hangat, sungguh sebuah minuman yang membuat saya jadi melayang. *agak lebay sih* ) Suasana kedainya sendiri cukup nyaman, tenang walaupun jalanan di depan sering macet. Banyak …
READ MORE
Dante Coffee
Dante Coffee adalah jaringan kedai kopi yang berasal dari Taiwan dan hadir pertama kali di Indonesia pada tahun 2006. Persinggahan saya di kedai kopi ini beberapa hari lalu sebenarnya lebih karena ingin mencoba alternatif lain selain Starbucks untuk tempat menunggu. Pengalaman pertama saya tidak mengecewakan. Pilihan saya untuk memesan Vietnam Coffee Drip ternyata tepat. Es kopi susu ini rasanya enak, manis seperti permen Kopiko. Dengan harga sekitar 17 ribu Rupiah (lupa harga tepatnya), tidak mahal untuk ngopi di mall seperti Plaza Indonesia. Menu lain seperti yang ada di foto di atas rasanya juga enak kok. Dante Coffee Plaza Indonesia. Level 4 Extension. Jl. M.H Thamrin Kav. 28 – 30, Jakarta.
READ MORE
Kopi dan Roti Srikaya
Kopi hitam memang teman yang pas buat menikmati roti bakar dengan selai srikaya (kaya toast). Menurut Wikipedia, kaya toast ini adalah salah satu makanan ringan yang populer di Singapura dan Malaysia. Namun saat ini, seiring menjamurnya kopi tiam di Jakarta, kaya toast banyak disajikan untuk berduet dengan kopi. Antara Sabang 16 dan Ya Kun Kaya. Untuk kopi jelas juaranya adalah Sabang 16, terutama kopi Nabire-nya (kebetulan saya kenal dengan sang roaster). Tapi untuk kaya toast, Ya Kun Kaya adalah yang difavoritkan oleh lidah saya. Jelas ini adalah selera pribadi, jadi Anda bebas untuk berbeda pendapat.
READ MORE
Sebastian coffee shop
Dinding dari container bekas berwarna hijau menjadi pusat perhatian begitu pertama kali melangkahkan kaki masuk ke halaman Sebastian Coffee. Berlokasi di Jl. Veteran Raya No. 11 A, kafe ini cukup luas dengan 70% berupa ruang terbuka. Desain interior yang memadukan elemen kayu bekas, lantai semen, dan besi container menciptakan atmosfir yang menyenangkan untuk tempat nongkrong. Sebastian coffee menawarkan ragam minuman dengan kopi dari inhouse blend mereka. Tentu saja bagi yang bukan penyuka kopi juga ada minuman lain yang tidak kalah enaknya, chocolate frappe misalnya. Saya belum sempat menikmati citarasa kopinya karena saat mampir minggu lalu saya kebetulan sudah ngopi di acara lain sebelumnya. Nanti saya cerita kalau mampir lagi.
READ MORE