renungan


0

Pengertian kita

April 05, 2011 / by / 3 Comments

Teringat sembab matamu di sore tadi saat kubiarkan saja kamu menampung sedihmu sendiri. Sebab aku tak juga tahu apa yang mestinya kuperbuat. Apa yang sepantasnya diutarakan biar terurai dan sampai padamu, bahwa Cintaku selalu ada dan penuh. Menjadi kafein yang mengalir di buluh nadi malam ini. Menjaga mataku nanar menghitung waktu yang menenggelamkan malam. Menyibukkan isi kepalaku membolak-balik halaman memori. Mencari jawaban di mana letak kesalahpahaman. Pengertian kita bersimpang jalan. kuhela nafas

READ MORE

0

Juni yang resah

May 31, 2010 / by / 3 Comments

Dekat sini dekat denganku. Dekat pipiku, dekat telingaku, dekat rambutku. Dekat dadaku, dengar debar jantungku. Dengar gerimis mericik di luar jendela Duh, kelabu mengapa masih singgah di awal Juni. Seperti resah yang menggelantungi . Seperti kata yang sudah basi. Hujan menghapus jejak, melarikannya ke selokan-selokan buntu. Membiarkanku kuyup dan bingung kelu. Maka dekatlah sini dekat denganku. Redakan gerimis yang di jiwaku Asu!  hujan yang tak jua reda menahanku tinggal di Jakarta. Sedang kereta senja itu hanya lewat sekali saja. image source

READ MORE

0

Random thoughts

May 20, 2010 / by / 4 Comments

Kali ini saya mencoba menulis tanpa tujuan, tanpa mempedulikan mood, mengalir saja seperti hendak membuang kata-kata yang tersisa di kepala. Sore ini hujan masih saja mendera Jakarta, entah mengapa ia masih saja betah menyambangi kami yang selalu berharap jam pulang kantor semua berjalan dengan wajar-wajar saja. Hujan seringkali membuat sebuah rencana berantakan bahkan gagal. Menghabiskan waktu yang semestinya dihadiahkan kepada orang-orang terdekat, terhalang deras hujan membuat kita akhirnya berselingkuh dengan jalanan. Lalu kita meminta maaf, atas sesuatu yang di luar dugaan membuat janji kita tak tertepati. Seberapa sering hal-hal tak terduga mampir dalam kehidupan kita? Apakah kita memang bisa membuat rencana? image source

READ MORE