Coffee Affair

  • Home
  • Yudistira
  • Departments
    • My Imagination
    • My Story
    • My Thought
    • Uncategorized
  • Subscribe via RSS

Merelakan kehilangan

April 25th, 2009  |  Published in My Imagination  |  20 Comments

Jika hidup tak lebih dari serangkaian drama yang di satu babak membuatmu tertawa namun pada sebuah babak yang lain ia memaksamu tersungkur menangisi kekalahan, coba ceritakan padaku: apa rasanya memeluk mimpimu dalam diam kemudian membiarkannya mati perlahan?
Bre, apa kabarmu sekarang?

Jika hidup tak lebih dari serangkaian drama seperti katamu, maka anggaplah kabarku juga tak lebih dari sebuah tuntutan untuk berperan seperti orang yang berbahagia.

Apa dariku yang tidak dilihat oleh orang lain sebagai seseorang yang pantas berbahagia? Segalanya berjalan dengan sangat baik seolah dewi fortuna ketagihan setelah kucumbu dan rela memberikan apa saja demi kenikmatan yang tabu itu. Mengingatkan pada kisah kita dulu? Haha..

Ya setelah kejadian yang kacau waktu itu aku memang sempat terseok-seok mengumpulkan bagian-bagian diriku yang sebelumnya kugadaikan pada waktu untuk mendapatkan dirimu. Tidak mudah memang memintanya pada masa lalu, tapi kujanjikan padanya jika aku tidak bisa menjadi seseorang yang lebih baik di masa depan maka aku rela lebur bersamanya. Hilang.

Dan disinilah aku sekarang, dalam hidup yang bahagia seperti yang diucapkan orang-orang, merelakan sebuah kehilangan.

REBORN

January 11th, 2009  |  Published in My Thought  |  16 Comments

Mari kita lahir kembali. Dengan bibir yang belajar bicara. Bicaralah dengan kata yang baik. Dengan kaki yang tertatih menitih. Menapaklah ke arah yang baik. Dengan jemari yang berlatih menggenggam. Genggamlah tujuan yang baik. Dengan senyum yang tulus, dengan tangis kepekaan mari kita ingat kembali janji-janji pada babak kehidupan yang kemarin, kita susun ulang mana yang sanggup kita tepati lebih dahulu, lalu tepatilah.

Mari kita lahir kembali. Dalam sebuah kematangan yang berbeda dari sosok kecil yang masih merah. Kesalahan tidak terhapus melainkan diperbaiki. Meraih kesempatan memang tidak semudah yang kita kira. Tapi yakinlah bahwa ada seseorang yang selalu bersedia menunggu, menghapus kelelahan kita dalam pembelajaran menuju kebaikan.

Alrisha

December 13th, 2008  |  Published in My Imagination  |  11 Comments

From: Risha

Jangan datang malam ini, Bre! Cinta kita cuma bayang-bayang. Kita tidak bisa berpegang padanya. Berapa kali sudah kita timbul dan tenggelam? Kita terlalu larut dipermainkannya. Jangan datang malam ini! Tidak akan ada yang membukakanmu pintu hati ini lagi, sekarang dan seterusnya.

12/12/2008 20:45:49

Pada Desember yang lain

December 10th, 2008  |  Published in My Imagination  |  13 Comments

Pada Desember kutitipkan dia, yang matanya bening meretak lalu pecah berkecai-kecai. Di ujung pertemuan ini ciuman yang paling manis pun takkan  mampu meredakan sengguk yang mengguncangkan pundaknya. Aku tergugu, ragu meninggalkannya dalam rindu. Padahal sedari awalnya aku sudah merapal  janji bahwa mencintaimu adalah juga mencintai bentang jarak dan sejumput waktu pelepas rindu yang datang bersamamu.

Pada Desember kutinggalkan dia dalam arena kehidupan tanpa kata perpisahan. Karena kita semua harus berlari mengejar, bukannya berlari menghindar. Maka aku dan kamu semestinya juga mencari sebuah kata pengertian bahwa cinta disatukan oleh hati. Tanpa janji , akan tetap ada banyak  alasan mengapa Desember setia berulang. Dan hanya hati yang bisa memerintahkan untuk meraihmu kembali nanti. Pada satu Desember yang lain. I’m not saying goodbye.

Selamat Idul Fitri 1429 H

October 3rd, 2008  |  Published in Uncategorized  |  19 Comments

Benar kata Pakdhe Mbilung,
“Susah update blog? Ah tidak… nulis begini saja sudah updated kok.”

***

faniezyudis@yudistira dan @faniez mengucapkan selamat idul fitri 1429H, selamat lebaran! Mohon maaf lahir dan batin… (maap)
*salam-salaman*

diam!

August 14th, 2008  |  Published in My Story  |  45 Comments

……….aku sedang menikmati senyap…………….

perjalanan

August 4th, 2008  |  Published in My Story  |  52 Comments

And the risk that might break you
is the one that would save
A life you don’t live is still lost
So stand on the edge with me
Hold back your fear and see
Nothing is real ’til it’s gone

Sepotong lirik lagu dari Goo Goo Dolls berjudul Before It’s Too Late yang saya tuliskan di halaman pertama sebuah lembaran kertas bergaris yang masih kosong dalam perjalanan menuju Stasiun Tawang, Semarang, 1 Agustus 2008. Tidak ada suatu benda spesial apapun yang saya bawa untuknya. Hanya sebuah buku catatan kecil dan sebatang pensil yang telah teraut tajam.

.

Dan ujung grafit itupun mulai menggoresi halaman-halaman kosong yang ada di pangkuan saya sesaat setelah gerbong kereta bergerak. Kereta api Argo Sindoro yang berangkat dari Gambir, gerbong 1, kursi dekat jendela. Warna langit ketika itu masih biru yang tak benar-benar biru ketika saya mulai menulis. Ada rasa ragu sebenarnya ketika hendak memulai. Malu apabila diperhatikan oleh penumpang lain yang duduk di sebelah serta guncangan di dalam kereta ini yang terasa cukup membuat tidak nyaman . Tapi tampaknya bapak separuh baya di sebelah saya sedang sibuk sendiri membaca sebuah buku, jadi dengan berusaha keras saya mencoba untuk menyesuaikan diri dengan guncangan dan mulai konsentrasi mencoretkan kata.

.

Kereta bergerak, masih pelan karena di kiri kanan rel masih penuh dengan pemukiman dan persimpangan yang berpalang. Di atas kursi nomer 5A, Jakarta bagai slide foto yang diputar di layar kaca. Seperti slide foto juga memori yang ada di kepala saya urai. Kejadian demi kejadian saya tumpahkan di atas buku, lembar demi lembar. Tidak lengkap tapi membantu saya menuntun untuk menegaskan alasan perjalanan ini.

.

Buku catatan yang sudah saya beli dari sejak lama namun tak pernah terpakai dan sebatang pencil gratisan dari kantor ini memang sama sekali tampak tidak berharga untuk diberikan kepada seseorang perempuan yang istimewa. Tapi dengan ini saya mencoba untuk mendifinisikan kembali makna sebuah benda berharga. Buku dengan tulisan ceker ayam di dalamnya ini adalah saya. Saya dengan segala ketidaksempurnaan yang akhirnya melihat labuhan setelah sekian lama berlayar. Kalimat-kalimat yang terajut adalah semua keraguan dan pertanyaan yang timbul serta jawaban dan alasan yang saya temukan. Buku ini adalah perasaan saya yang dari jam ke jam semakin disesaki rindu yang terbendung oleh jarak.

.

Lalu roda-roda besi kereta yang setia pada relnya akhirnya sampai juga di Tawang. Dan ketika tatapan mata seorang perempuan jelita memaku langkah saya di depan pintu keluar, buku ini adalah sebuah surat permohonan ijin untuk bisa melangkah dan menetap di hatinya.

keberangkatan

August 1st, 2008  |  Published in My Story  |  13 Comments

dalam sebuah rentang waktu yang sangat sempit menuju keberangkatan saya ke kota lain tiba-tiba terbetik satu keinginan untuk membubuhkan kata terlebih dahulu di jurnal online saya ini. satu penanda bahwa hari ini, untuk ke sekian kali dalam hidup saya mencoba untuk tidak berpikir akan sebuah ketakutan yang di hari-hari sebelumnya selalu saya seret dalam tiap langkah.

saat ini saya adalah pemula yang membayangkan begitu banyak kemungkinan di depan sana. antara tersungkur atau bisa menggenggam piala, bisa jadi peluang saya lebih besar pada kemungkinan yang pertama. meski nomer kursi pulang pergi telah saya genggam, tapi pada hakikatnya bagi saya yang akan saya lakukan ini adalah sebuah tiket sekali jalan. yang manapun kemungkinan baik ataupun buruk yang lebih besar, saya akan menjalaninya untuk menguji keberuntungan. karena buat saya keberuntungan tidak akan bersuara tanpa perbuatan.

jadi, inilah titik awal episode lain dari sebuah hidup yang ingin coba saya tuliskan. jika ketakutan ternyata tidak menghasilkan apa-apa, ada baiknya saya mencoba dan melihat bagaimana hasilnya.

Bahkan saya tidak tau harus memilih judul apa

July 22nd, 2008  |  Published in My Story  |  32 Comments

Hari ini…Sudah lima hari saya tidak menulis. Sama sekali tidak menulis. Padahal lima hari terakhir ini saya sedang menikmati badai rasa. Manis, asem, asin ramai rasanya. Banyak ungkapan-ungkapan baru yang saya temukan dalam lima hari terakhir kehidupan saya yang sepertinya bagus kalo dijadikan bahan tulisan.

.

Tapi…Saya masih belum ingin menulis. Belum ada bisikan yang menyuruh saya untuk melarikan pena di lembar putih. Ya, saya memang masih sering menulis di atas kertas sebelum dipindahkan ke layar monitor. Ada sebuah romantisme antara saya, pena, dan kertas yang belum ingin saya tinggalkan sepenuhnya.

.

Jadi…Ya sudah, seperti biasa. Saya biarkan saja dunia kata saya tidur dulu. Tidak lama nanti juga saya akan merindu. Seperti kalender saya yang sudah dilipat rindu cahaya purnama selanjutnya di kotamu. Bingung? Jangan dipikirkan… :D

Moon illusion

July 17th, 2008  |  Published in My Imagination  |  32 Comments

curhat lagi Bre…;))

From: “Arimbi” <riri_cute@yahoo.com> ………………………Friday, October 20, 2005 10:00 PM

To: bre.handojo@yahoo.com

.

Akhirnya aku sadar, Bre. Bulan itu memang sudah tercipta pada jarak yang semestinya. Tiga ratus delapan puluh empat ribu kilometer terentang sudah cukup untuk mengatakannya indah. Namun pendar cahaya dari jauh itu juga men-sekresi-kan rindu dari sel-sel kehidupanku. Rindu itu menguraikan sisa-sisa asa, memecah pesimis yang mengungkung tentang harapan yang masihkan ada. Kehadirannya di langitku memberikan kesempatan aku merasakan bahagia. Seringkali sebenarnya aku berharap dia menyapa dan mendekat. Aku mengkhayalkan wajahnya yang cahaya akan menenangkan bila dia hadir lebih dekat. Kalau dia dekat tentu saja aku tidak perlu mendongakkan kepala ke langit tiap dia ada. Capek tau, Bre. Hahaha…

Continue reading →

Previously


Jan 11, 2009
REBORN

by tukangkopi | Read | 16 Comments

Mari kita lahir kembali. Dengan bibir yang belajar bicara. Bicaralah dengan kata yang baik. Dengan kaki yang tertatih menitih. Menapaklah ke arah yang baik. Dengan jemari yang berlatih menggenggam. Genggamlah tujuan yang baik. Dengan senyum yang tulus, dengan tangis kepekaan mari kita ingat kembali janji-janji pada babak kehidupan yang kemarin, kita susun ulang mana yang [...]


Dec 13, 2008
Alrisha

by tukangkopi | Read | 11 Comments

From: Risha
Jangan datang malam ini, Bre! Cinta kita cuma bayang-bayang. Kita tidak bisa berpegang padanya. Berapa kali sudah kita timbul dan tenggelam? Kita terlalu larut dipermainkannya. Jangan datang malam ini! Tidak akan ada yang membukakanmu pintu hati ini lagi, sekarang dan seterusnya.
12/12/2008 20:45:49


Dec 10, 2008
Pada Desember yang lain

by tukangkopi | Read | 13 Comments

Pada Desember kutitipkan dia, yang matanya bening meretak lalu pecah berkecai-kecai. Di ujung pertemuan ini ciuman yang paling manis pun takkan  mampu meredakan sengguk yang mengguncangkan pundaknya. Aku tergugu, ragu meninggalkannya dalam rindu. Padahal sedari awalnya aku sudah merapal  janji bahwa mencintaimu adalah juga mencintai bentang jarak dan sejumput waktu pelepas rindu yang datang bersamamu.
Pada [...]


Oct 3, 2008
Selamat Idul Fitri 1429 H

by tukangkopi | Read | 19 Comments

Benar kata Pakdhe Mbilung,
“Susah update blog? Ah tidak… nulis begini saja sudah updated kok.”
***
@yudistira dan @faniez mengucapkan selamat idul fitri 1429H, selamat lebaran! Mohon maaf lahir dan batin…
*salam-salaman*


Aug 14, 2008
diam!

by tukangkopi | Read | 45 Comments

……….aku sedang menikmati senyap…………….


Aug 4, 2008
perjalanan

by tukangkopi | Read | 52 Comments

And the risk that might break you
is the one that would save
A life you don’t live is still lost
So stand on the edge with me
Hold back your fear and see
Nothing is real ’til it’s gone

Sepotong lirik lagu dari Goo Goo Dolls berjudul Before It’s Too Late yang saya tuliskan di halaman pertama sebuah lembaran kertas [...]

About Coffee Affair

Just another WordPress weblog

Contributors

  • tukangkopi

Popular

  • perjalanan
  • diam!
  • Coffee affair
  • Silver Gallardo
  • Moon illusion
  • Bahkan saya tidak tau harus memilih judul apa
  • Gay map
  • Sampai hati
  • Merelakan kehilangan
  • Selamat Idul Fitri 1429 H


©2009 Coffee Affair
Powered by WordPress using the Gridline Lite theme by Graph Paper Press.